Tablet Gaming Asus ROG Flow Z13 Dirilis dengan Chip Intel Core i9 Gen Ke-12

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Asus ROG Flow Z13 (GSM Arena)

    Asus ROG Flow Z13 (GSM Arena)

    TEMPO.CO, Jakarta - Karena tidak banyak tablet gaming yang menggunakan sistem operasi Windows dari Microsoft, Divisi ROG Asus memanfaatkan salah satu prosesor generasi ke-12 terbaru dari Intel dan GPU Nvidia kelas menengah untuk menciptakan tablet gaming yang diklaim paling kuat di dunia, yang baru saja dirilis, ROG Flow Z13.

    ROG Flow Z13 adalah perangkat yang sangat portabel—layarnya berukuran 13,4 inci dan bodinya hanya setebal 12mm, yang membuatnya sangat mudah untuk disimpan di ransel dan selalu siap untuk dimainkan. Dan meskipun cukup mungil, perangkat ini mengemas banyak daya dan performa yang cukup baik. 

    Asus memilih prosesor Intel Core i9-12900H yang resmi diumumkan sebelumnya. Chip ini memiliki 6 core kinerja dan 8 core efisien, ditambah GPU Intel Xe terintegrasi dengan 96 unit eksekusi. Ada juga opsi dengan i7-12700H dan i5-12500H.

    Kekuatan grafis sebenarnya berasal dari Nvidia RTX 3050 Ti dari tahun lalu, yang memiliki fitur 2.560 CUDA core dan 4 GB memori video GDDR6 (bus 128 bit). Pengguna dapat mengonfigurasi tablet dengan RAM DDR5 yang cepat (hingga 16 GB, 5.200 MHz) dan penyimpanan PCIe 4.0 (hingga 1 TB).

    Untuk mengurasi rasa panas pada perangkat, Asus meletakkan chip tersebut secara vertikal (yaitu tidak di bawah seperti di laptop), dan sistem pendingin mampu meniupkan banyak udara ke atasnya. Jika tidak membutuhkan kekuatan grafis sebanyak itu, pengguna dapat memilih slate dengan RTX 3050 atau bahkan yang hanya mengandalkan GPU Intel.

    Tablet ini juga dilengkapi dengan port Thunderbolt 4 dan mendukung pengisian daya USB Power Delivery hingga 100W (baterai memiliki kapasitas 56 WHr). Port ini dapat menampilkan video dari GPU Intel. Ada port USB Type-C lain (3.2 Gen 2), yang mengeluarkan video dari GPU Nvidia dan juga dapat melakukan pengisian daya. Terdapat satu port USB-A 2.0 (untuk mencolokkan mouse), port HDMI 2.0, dan jack headphone 3,5 mm, serta slot microSD UHS-II. 

    Selain itu, port Thunderbolt dapat digunakan untuk menghubungkan tablet Flow Z13 ke dock XG Mobile untuk daya dan konektivitas GPU ekstra. Dock asli dikonfigurasi dengan Nvidia RTX 3080, tapi tahun ini Asus juga memperkenalkan versi dengan AMD Radeon RX 6850M XT. Dock memperluas konektivitas dengan port DisplayPort, HDMI, USB, dan Ethernet tambahan.

    Ada dua pilihan kualitas layar yang dihadirkan di ROG Flow Z13. Model standar menggunakan layar 1080p dengan refresh rate 120 Hz, dan ada opsi 4K dengan refresh rate 60 Hz—itu tergantung pada apakah pengguna lebih suka grafis berkualitas tinggi atau tindakan cepat.

    Keduanya adalah LCD IPS 16:10 dengan perlindungan Gorilla Glass, Adaptive Sync, dukungan Dolby Vision, dan akurasi warna yang divalidasi oleh Pantone. Tablet ini memiliki penyangga bawaan yang dapat dibuka hingga 170 derajat untuk menahan tampilan pada sudut yang nyaman.

    Asus juga menyediakan paket ritel termasuk Keyboard Penutup Layar, untuk beberapa gameplay seperti laptop, dan tentu saja juga dapat menghubungkan periferal yang tepat—mouse dan pengontrol game. Belum ada pengontrol yang terpasang pada keyboard, tapi kemungkinan Asus atau pembuat pihak ketiga akan membuat pengontrol tersebut. Belum jelas berapa harga Asus ROG Flow Z13, tapi tidak akan murah tentunya.

    GSM ARENA | GIZMOCHINA

    Baca:
    Bocoran ASUS ROG Phone 6, ROG Phone 6 Pro Muncul di Internet

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    Ahok dalam Empat Nama Kandidat Kepala Otorita Ibu Kota Negara Baru

    Nama Ahok sempat disebut dalam empat nama kandidat kepala otorita Ibu Kota baru. Siapa tiga nama lain yang jadi calon pengelola IKN Nusantara?