BPOM Eropa Juga Bicara Omicron dan Transisi Pandemi-Endemi

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Seorang penumpang pesawat antre di loket dekat papan jadwal penerbangan di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Jumat, 7 Januari 2022. Penutupan pintu masuk bagi warga dari negara Benua Afrika dan Eropa tersebut dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19 varian  Omicron atau B.1.1.529. ANTARA/Fauzan

    Seorang penumpang pesawat antre di loket dekat papan jadwal penerbangan di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Jumat, 7 Januari 2022. Penutupan pintu masuk bagi warga dari negara Benua Afrika dan Eropa tersebut dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19 varian Omicron atau B.1.1.529. ANTARA/Fauzan

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejalan dengan ledakan kasus baru Covid-9 varian Omicron di dunia, Badan Pengawas Obat Eropa (EMA) menyatakan status wabah penyakit ini sedang bergeser dari pandemi ke endemi. Memang belum diketahui kapan pastinya tapi dipastikan akan sampai ke sana. Ini seperti yang pernah diungkap epidemiolog dari Universitas Indonesia Pandu Riono.

    “Apa yang penting dan apa yang sedang kami amati sekarang adalah bahwa kita bergerak menuju virus yang menjadi lebih endemik,” kata Kepala Ancaman Kesehatan Biologis dan Strategi Vaksin EMA, Marco Cavaleri, pada Selasa 11 Januari 2022.

    Cavaleri tidak mendefinisikan apa yang dimaksudnya dengan endemi. Tapi, istilah itu biasa digunakan untuk menjelaskan masa infeksi penyakit yang stabil dan bisa diprediksi.

    Sementara itu, kasus baru Covid-19 terus bertambah di seluruh Eropa. Jerman dan Bulgaria, misalnya, keduanya dilaporkan memiliki angka kasus harian tertinggi bersamaan dengan pengumuman Cavaleri pada Selasa lalu.

    Itu sebabnya Cavaleri mengingatkan agar tidak lupa kalau saat ini masih dalam fase pandemi. “Meski begitu …dengan Omicron akan ada begitu banyak imunitas alami yang terjadi melampaui vaksinasi, kita akan bergerak cepat menuju sebuah skenario yang lebih dekat kepada endemisitas.”

    Terpisah, Direktur WHO Eropa Hans Kluge menyatakan kalau sebagian besar penduduk di Eropa akan terinfeksi Omicron dalam 6-8 minggu ke depan. Ini akan tercapai jika tren peningkatan jumlah kasus saat ini tak terhadang.

    Benua Eropa telah mencatat sebanyak tujuh juta kasus baru Covid-19 di pekan pertama 2022. Angka itu bertambah lebih dari dua kali lipat dibandingkan dua minggu sebelumnya. “Per 10 Januari lalu, 26 negara telah melaporkan lebih dari satu persen penduduknya positif Covid-19 per minggu,” kata Kluge.

    Berdasarkan laju itulah, Kluge menambahkan, Institute for Health Metrics and Evaluation memprediksi lebih dari 50 persen penduduk di Eropa sudah akan tertular Omicron dalam dua bulan ke depan.

    NEW SCIENTIST

    Baca juga:
    Alternatif Alat PCR dari BRIN Kantongi Izin Edar, Bisa Deteksi Omicron


    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    Ahok dalam Empat Nama Kandidat Kepala Otorita Ibu Kota Negara Baru

    Nama Ahok sempat disebut dalam empat nama kandidat kepala otorita Ibu Kota baru. Siapa tiga nama lain yang jadi calon pengelola IKN Nusantara?