RSHS Bandung Siapkan Kamar Isolasi Khusus Pasien Omicron

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Petugas medis menggunakan pakaian pelindung saat mengontrol ruangan khusus untuk wabah Virus Corona di Ruangan Isolasi Infeksi Khusus Kemuning Rumah Sakit Dokter Hasan Sadikin (RSHS), di Bandung, Jawa Barat, Jumat, 24 Januari 2020. RSHS menyiapkan ruangan inap khusus dengan lima tempat tidur serta Tim Dokter dan petugas medis khusus yang siap siaga jika ada pasien suspek atau terinfeksi Virus Corona. ANTARA

    Petugas medis menggunakan pakaian pelindung saat mengontrol ruangan khusus untuk wabah Virus Corona di Ruangan Isolasi Infeksi Khusus Kemuning Rumah Sakit Dokter Hasan Sadikin (RSHS), di Bandung, Jawa Barat, Jumat, 24 Januari 2020. RSHS menyiapkan ruangan inap khusus dengan lima tempat tidur serta Tim Dokter dan petugas medis khusus yang siap siaga jika ada pasien suspek atau terinfeksi Virus Corona. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Rumah Sakit Umum Pusat dr. Hasan Sadikin (RSHS) Bandung menyiapkan kamar khusus bagi pasien suspek Covid-19 varian Omicron. Pihak rumah sakit sengaja memisahkan dengan pasien suspek Covid-19 varian lain.

    “Supaya kita bisa melacak, menelusuri pasien ini apabila ada kecurigaan yang sangat tinggi atau probably case pada varian Omicron ini,” kata Direktur Perencanaan, Organisasi dan Umum RSHS Muhammad Kamaruzzaman lewat keterangan pers, Kamis, 13 Januari 2022.

    Sejauh ini belum ada pasien Covid-19 varian Omicron di RS Hasan Sadikin. Jumlah total pasien Covid-19 yang dirawat per hari ini sebanyak 24 orang. Rinciannya 17 pasien di ruang isolasi, 3 pasien di ruang Intensive Care Unit, dan 4 pasien di kamar isolasi Instalasi Gawat Darurat.

    “Penanganan secara umum enggak ada yang berbeda antara pasien dengan varian Omicron dan yang bukan,” ujarnya.

    Menurut Kamaruzzaman, pada pasien Covid-19 yang sudah divaksin dua kali tidak muncul ada gejala atau hanya gejala ringan. Walau begitu, RS Hasan Sadikin mengetatkan pemeriksaan dari mulai Instalasi Gawat Darurat untuk menangani pasien yang datang sebagai suspek Omicron.

    “Menggunakan alat pelindung diri level 2 secara ketat dengan memisahkan alur masuk pasien dengan gejala respirasi dan nonrespirasi,” kata dia.

    Secara total RS Hasan Sadikin Bandung menyiapkan 376 tempat tidur untuk pasien Covid-19 atau 40 persen dari keseluruhan daya tampung pasien rawat inap.

    Sejak Oktober 2021 terjadi penurunan lonjakan kasus sehingga jumlah ranjang dikurangi menjadi 130 unit. Terkait dengan peningkatan tren kasus Omicron, jumlah ranjang disiapkan maksimal, oksigen ditambah, juga perawatnya.   

    Sebagai strategi penunjang, pihak rumah sakit menyiapkan 25 orang petugas swab test dari Instalasi Laboratorium Klinik. Tugas mereka melakukan tes PCR secara rutin dengan target 100 orang per hari. “Untuk obat, oksigen, dan peti jenazah kita siapkan stok tiga bulan,” kata Kamaruzzaman.

    Baca:
    RSHS Bandung Belum Rawat Pasien Covid-19 dari Omicron

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    Ahok dalam Empat Nama Kandidat Kepala Otorita Ibu Kota Negara Baru

    Nama Ahok sempat disebut dalam empat nama kandidat kepala otorita Ibu Kota baru. Siapa tiga nama lain yang jadi calon pengelola IKN Nusantara?