WHO Sangkal Endemisitas Covid-19 Sudah Dekat, Simak Alasannya

Logo Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terpampang di pintu masuk kantor pusatnya di Jenewa, 25 Januari 2015. [REUTERS / Pierre Albouy / File Foto]

TEMPO.CO, Jakarta - Badan Kesehatan Dunia memperingatkan terlalu cepat untuk mengatakan bahwa wabah virus corona penyebab Covid-19 sudah menuju fase endemi. WHO merujuk kepada pernyataan sejumlah pakar di dunia, termasuk di Indonesia, perihal keyakinan transisi pandemi-endemi di balik ledakan kasus baru karena SARS-CoV-2 varian Omicron.

Dalan keterangan kepada pers pada Selasa lalu, pejabat senior bidang kedaruratan WHO Eropa, Catherine Smallwood, mengatakan bahwa endemisitas tercapai ketika sirkulasi virus sudah stabil di level dengan gelombang-gelombang penularannya yang sudah bisa diprediksi. Dan, menurut dia, itu tidak bergantung kepada upaya-upaya eksternal yang ditempatkan untuk memelihara stabilitas itu.

"Tapi apa yang kita lihat sekarang, memasuki 2022 ini, sama sekali belum mendekati fase itu," katanya sambil menambahkan, "Kita tidak bisa diam saja dan kemudian stabilitas penularan itu terjadi." 

Smallwood menyatakan kalau saat ini masih ada begitu besar ketidakmenentuan karena virus yang berevolusi cukup cepat. Kemampuan virus itu memberi tantangan-tantangan baru untuk dihadapi umat manusia. "Jadi jelas sekali kita belum ada pada titik kemampuan untuk menyebut fase endemi," katanya. 

Dalam jumpa pers itu WHO juga mengungkap hasil pemodelannya bahwa infeksi Covid-19 varian Omicron akan menjangkiti lebih dari separuh populasi penduduk di benua Eropa dalam 6-8 pekan ke depan. Omicron disebut menyebar lebih cepat dan luas daripada varian-varian Covid-19 sebelumnya.

Harapan akan fase endemi yang sudah mulai terbit di antaranya diungkap Kepala Ancaman Kesehatan Biologis dan Strategi Vaksin Badan Pengawas Obat Eropa, Marco Cavaleri. Dia mengatakan penyebaran Omicron membawa begitu banyak imunitas alami yang terjadi melampaui vaksinasi.

"Kita akan bergerak cepat menuju sebuah skenario yang lebih dekat kepada endemisitas,” kata dia. 

Pernyataannya itu senada dengan epidemiolog dari Universitas Indonesia, Pandu Riono yang menyebut penyebaran virus Covid-19 varian Omicron layaknya sebuah proses vaksinasi alami. Dasarnya adalah varian itu tidak seberbahaya varian Delta sehingga orang yang terinfeksi diprediksi bakal lebih cepat sembuh. 

"Kalau penularan sangat cepat, banyak orang akan mendapatkan kekebalan. Apalagi virus ini tidak banyak menimbulkan gejala berat, khususnya ke yang sudah divaksinasi," ujarnya. 

NEW SCIENTIST, TELEGRAPH

Baca juga:
Vaksin Booster, Israel Telah Suntikkan Setengah Juta Dosis Keempat


Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






Daftar 14 Samsat Keliling Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi Hari Ini

11 jam lalu

Daftar 14 Samsat Keliling Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi Hari Ini

Polda Metro Jaya membuka layanan Samsat Keliling di 14 wilayah Jakarta, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jadetabek) untuk hari ini.


Kanada Hapus Aturan Covid-19 untuk Pelancong

23 jam lalu

Kanada Hapus Aturan Covid-19 untuk Pelancong

Pemerintah Kanada mengumumkan akan segera mencabut semua pembatasan perjalanan Covid-19.


Batuk Berkepanjangan, Hati-hati Gejala Long COVID-19

1 hari lalu

Batuk Berkepanjangan, Hati-hati Gejala Long COVID-19

Pakar menjelaskan batuk kronik berkepanjangan hingga beberapa bulan dapat mengindikasikan penyintas mengalami long COVID-19.


Warga China Kritisi Kebijakan Nol Covid, Dorong Keterbukaan

2 hari lalu

Warga China Kritisi Kebijakan Nol Covid, Dorong Keterbukaan

Warga China minta para ahli epidemi berbicara dan pemerintah melakukan penelitian komprehensif dan transparan untuk meninjau kebijakan nol Covid.


Pemeritah Resmi Tawarkan ORI022: Mulai dari Rp 1 Juta, Kupon 5,95 Persen

2 hari lalu

Pemeritah Resmi Tawarkan ORI022: Mulai dari Rp 1 Juta, Kupon 5,95 Persen

Pemerintah resmi membuka penawaran ORI (Obligasi Negara Ritel Indonesia) seri ORI022 mulai hari ini, Senin, 26 September 2022 pukul 09.35 WIB.


CEO Pfizer Kena Covid-19 Lagi

3 hari lalu

CEO Pfizer Kena Covid-19 Lagi

CEO Pfizer Inc, Albert Bourla, pada Sabtu, 24 September 2022, mengumumkan positif Covid-19 untuk kedua kalinya.


Ketika Undangan Bela Negara Rusia untuk Orang yang Sudah Mati

4 hari lalu

Ketika Undangan Bela Negara Rusia untuk Orang yang Sudah Mati

Presiden Putin memerintahkan wajib militer bagi warga untuk berperang membela Rusia di Ukraina, tapi panggilan dinilai hanya untuk warga daerah miskin


Aktor Drakor Lee Seung Gi Ingatkan Berlebih Asupan Garam, Apa Bahayanya?

4 hari lalu

Aktor Drakor Lee Seung Gi Ingatkan Berlebih Asupan Garam, Apa Bahayanya?

Aktor Korea Selatan Lee Seung Gi mendapatkan apresiasi Direktur Jenderal WHO, karena mengingatkan soal batas konsumsi asupan garam harian. Berbahaya?


Hong Kong Hapus Kewajiban Karantina di Hotel, Cukup Tes Antigen

5 hari lalu

Hong Kong Hapus Kewajiban Karantina di Hotel, Cukup Tes Antigen

Hong Kong akan menghapus kebijakan wajib karantina hotel Covid-19 untuk semua kedatangan mulai 26 September 2022


Jepang Longgarkan Aturan Covid-19 untuk Wilayah Perbatasan

5 hari lalu

Jepang Longgarkan Aturan Covid-19 untuk Wilayah Perbatasan

Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida pada Kamis, 22 September 2022, mengumumkan Jepang akan melonggarkan aturan Covid-19 di wilayah perbatasan