Cara Membeli dan Menjual NFT di OpenSea

Reporter:
Editor:

Nurhadi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Logo OpenSea (OpenSea)

    Logo OpenSea (OpenSea)

    TEMPO.CO, Jakarta - NFT semakin riuh diperbincangkan setelah Ghozali Everyday, seorang mahasiswa salah satu kampus di Semarang, menjual fotonya yang diambil rutin setiap hari sejak 2017.

    NFT merupakan singkatan dari Non Fungible Token alias asset digital yang kepemilikannya dicatat di blockchain atau buku digital. Bentuk NFT pun bisa apa saja. Mulai dari karya seni, video, GIF, bahkan musik.

    Ada beberapa platform yang menjual NFT. Di antranya SuperRare, OpenSea, Rarible. Melansir dari laman theverge.com, OpenSea dan Rarible menggunakan lazy minting, hal ini memungkinkan pengguna untuk membuat NFT di Ethereum dengan gratis.

    Sistem ini membuat pengguna NFT dapat memasang karyanya untuk dijual tanpa biaya transaksi karena NFT tidak benar-benar ditulis ke Blockhain. Penyiapkan dompet digital atau yang biasa disebut sebagai Wallet menjadi salah satu faktor utama dalam melakukan transaksi.

    Di platform OpenSea yang digunakan Ghozali Everyday, salah satu wallet yang dapat terhubung adalah MetaMask dengan basis Ethereum. Setelah proses penyipan wallet selesai, koneksikan dengan pasar NFT dengan satu tombol Create.

    Membuat NFT pada OpenSea dapat dilakukan dengan cara berikut:

    1. Ketuk My Collection pada profil.

    2. Pilih Create a Collection.

    3. Pilih ikon gambar berbentuk kotak untuk mengunggah file yang berisikan karya untuk dijual sebagai NFT.

    Nama NFT tersebut juga bisa dibuat serta deskripsinya. Bisa juga menggunakan URL yang merujuk pada website maupun akun Twitter.

    RAHMAT AMIN SIREGAR

    Baca juga: Mengenal Apa Itu NFT yang Bikin Ghozali Bisa Raup Cuan Milyaran


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    Ahok dalam Empat Nama Kandidat Kepala Otorita Ibu Kota Negara Baru

    Nama Ahok sempat disebut dalam empat nama kandidat kepala otorita Ibu Kota baru. Siapa tiga nama lain yang jadi calon pengelola IKN Nusantara?