YARI-IPB Teliti Komoditas Pertanian Strategis Indonesia

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Wisatawan mancanegara turun ke sawah saat panen padi di Desa Mas Mas, Kabupaten Lombok, Tengah, NTB. Dok. Habiburrahman Yusuf Akbar

    Wisatawan mancanegara turun ke sawah saat panen padi di Desa Mas Mas, Kabupaten Lombok, Tengah, NTB. Dok. Habiburrahman Yusuf Akbar

    TEMPO.CO, Jakarta - Institut Pertanian Bogor (IPB) bersama Yanmar Co., Ltd. membentuk lembaga penelitian kerja sama, yakni Yanmar Agricultural Research Institute-IPB (YARI-IPB) guna meningkatkan pembangunan pertanian di Indonesia.

    YARI-IPB telah mengkaji berbagai komoditas pertanian strategis di Indonesia, antara lain beras, jagung, kedelai, kelapa sawit, daging sapi, cabai, dan bawang merah.

    "Kami memilih komoditas tersebut karena sejalan dengan tujuan Kementerian Pertanian Republik Indonesia dalam mencapai Lumbung Pangan Dunia pada tahun 2045 untuk beras, bawang merah, cabai, jagung, gula, kedelai, daging sapi, dan bawang putih," kata Desrial, selaku direktur YARI-IPB dalam siaran pers pada Rabu, 19 Januari 2022.

    Dalam upaya mencari data dan informasi yang aktual, YARI-IPB turun langsung ke lapangan untuk melakukan survei dan wawancara dengan para pihak terkait yang terlibat di sepanjang rantai nilai di beberapa sentra produksi pertanian.

    Dalam melaksanakan penelitiannya, YARI-IPB bekerja sama dengan sejumlah pakar dari berbagai latar belakang disiplin ilmu untuk memberikan perspektif yang menyeluruh sehingga dapat memperkaya hasil penelitian.

    Dengan demikian, kajian dalam penelitian ini diharapkan mampu menggali dan memahami situasi pertanian Indonesia dari perspektif keteknikan, agronomi, sosial dan ekonomi. Melalui berbagai pendekatan dalam meneliti situasi yang terjadi di lapangan, peneliti kemudian merumuskan kemungkinan solusi terbaik yang dapat diterapkan di masyarakat.

    Penelitian lapang telah dilakukan untuk mengkaji metode pertanian yang optimal serta untuk meningkatkan kinerja mesin yang ada agar sesuai dengan kondisi lokal.

    "Dalam tujuh tahun terakhir, kami telah melakukan beberapa penelitian lapang di antaranya kajian untuk menentukan metode budidaya padi dan penggunaan mesin yang optimal," kata Hiroaki Muraoka, Wakil Direktur YARI-IPB.

    "Kami juga telah melakukan pengujian lapang untuk mesin pemanen hijauan pakan ternak," kata dia menambahkan.

    Dalam penelitian penentuan metode budidaya padi yang optimal, YARI-IPB menguji dua metode budidaya padi berdasarkan jarak tanam yang umum digunakan oleh petani Indonesia, yaitu jarak tanam persegi (tegel) dan jarak tanam Jajar Legowo.

    Selain itu, YARI-IPB juga melakukan uji coba tanam manual dan tanam mekanis menggunakan mesin tanam padi (transplanter) Yanmar AP4 untuk mendapatkan perbandingan hasil panen padi dari beberapa metode tersebut. Output yang dihasilkan dari penelitian ini adalah database hasil panen padi berdasarkan jarak tanam dan metode tanam, serta kelayakan ekonominya.

    Untuk memberikan solusi praktis bagi petani, YARI-IPB telah berhasil memodifikasi mesin penanam padi dan meningkatkan kinerjanya. Hasil pengujian pada lahan sawah seluas 5 ha di Karawang, Provinsi Jawa Barat menunjukkan bahwa mesin dapat beroperasi dengan baik tanpa kendala.

    ANTARA

    Baca:
    Sultan Dorong Digitalisasi Sektor Pertanian di Kaki Gunung Merapi

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya

    Grafis

    Mengenal Cacar Monyet atau Monkeypox, Ketahui Penyebaran dan Cara Pencegahannya

    Cacar monyet telah menyebar hingga Singapura, tetangga dekat Indonesia. Simak bagaimana virus cacar itu menular dan ketahui cara pencegahannya.