Lebih dari 200 Bencana dalam 18 Hari, Kebakaran Hutan tak Tunggu Kemarau

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Petugas berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Bintan Timur, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, Sabtu 15 Januari 2022. ANTARA/HO-UPT Damkar Bintan Timur

    Petugas berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Bintan Timur, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, Sabtu 15 Januari 2022. ANTARA/HO-UPT Damkar Bintan Timur

    TEMPO.CO, Jakarta - Sepanjang 18 hari pertama tahun ini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mencatat sebanyak 212 bencana terjadi di Indonesia. Bencana dibagi ke dalam beberapa kategori: gempa bumi, erupsi gunung api, kebakaran hutan dan lahan, kekeringan, banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem serta gelombang pasang dan abrasi.

    Terlihat data bencana kekeringan masih nihil. Namun, data kebakaran hutan dan lahan sudah terjadi 10 kali. Lokasi kejadiannya tersebar di dua provinsi yaitu Riau (sembilan titik) dan Kalimantan Timur. Dari antaranya, hanya dua titik yang dinyatakan penyebab masih dalam proses penyelidikan. Sedangkan yang lain tidak tertulis data apapun.

    Andri Utomo, staf Pusat Data dan Informasi BNPB, mengatakan kalau 10 kasus kebakaran hutan dan lahan tersebut bukan disebabkan cuaca kering. Dia menerangkan, bencana yang terjadi pada awal tahun ini masih berupa bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor. "Kalau kekeringan biasanya saat musim kemarau atau pertengahan tahun,” tuturnya.

    Lalu, mengenai data penyebab kebakaran itu yang masih kosong, menurutnya, karena data masih bersifat dinamis dari laporan daerah dan masih berlangsung pencatatannya. Tapi, berdasarkan data selama ini, kebakaran hutan dan lahan disebutnya disebabkan pembukaan lahan, perambahan hutan, illegal logging, petir dan kekeringan. 

    Dikutip dari Antara, Kepala Kelompok Kerja Teknik Restorasi Gambut di Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM), Agus Yasin, pernah mengatakan bahwa dampak La Nina di wilayah Indonesia hingga awal tahun ini memberi keuntungan dalam hal pembasahan lahan gambut. Dia merujuk kepada potensi kebakaran hutan dan lahan gambut saat kemarau tiba. 

    "Basahnya lahan gambut, akan meningkatkan kelembapan sehingga sulit terbakar," ujarnya.

    Baca juga:
    Ganasnya Kebakaran Hutan Masa Kini, Malam-malam Tetap Berkobar


    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya

    Grafis

    Mengenal Cacar Monyet atau Monkeypox, Ketahui Penyebaran dan Cara Pencegahannya

    Cacar monyet telah menyebar hingga Singapura, tetangga dekat Indonesia. Simak bagaimana virus cacar itu menular dan ketahui cara pencegahannya.