Isi Waktu Luang, Tips Hemat Main Golf ala Mahasiswa ITB

Reporter:
Editor:

Devy Ernis

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Achmad Hafidz, mahasiswa ITB (tengah) saat bermain golf bersama teman-temannya. Dok pribadi

    Achmad Hafidz, mahasiswa ITB (tengah) saat bermain golf bersama teman-temannya. Dok pribadi

    TEMPO.CO, Jakarta - Di awal pandemi 2020, seluruh kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di sekolah atau kampus dihentikan. Perkuliahan digelar secara daring guna menekan penularan Covid-19. Lantaran kegiatan belajar dilakukan di rumah, banyak waktu kosong yang bisa dimanfaatkan oleh mahasiswa. Untuk mengisi waktu luang, mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) Achmad Hafidz Nur Rachman memanfaatkannya dengan bermain golf. Sekalipun kerap disebut sebagai olahraga mahal, mahasiswa jurusan teknik sipil semester akhir ini tetap melakoninya sejak satu setengah tahun terakhir. Hafidz punya cara untuk menekan pengeluaran ketika bermain golf.

    Biasanya, dia bermain golf bersama kawan-kawannya sebulan 1-3 kali untuk turun ke lapangan (green fee) dan 2-3 kali sepekan di driving range, area untuk latihan memukul. Ketika bermain golf, Hafidz mencari lokasi yang pas di kantong mahasiswa. “Biasanya cari tempat yang sesuai sama kantong. Karena harganya kan variatif bergantung kualitas lapangan dan lokasi,” ujar pria berusia 21 tahun ini kepada Tempo, Kamis, 20 Januari 2022.

    Tempat bermain golf yang paling sering dia sambangi adalah di Padang Golf Halim, Jakarta Timur. Tarif untuk driving harganya Rp 80 ribu per 100 bola. Sedangkan untuk green fee harganya sekitar Rp 380 ribu untuk 18 lubang. Hafidz saban kali bermain pada hari kerja. Soalnya harganya lebih murah ketimbang di akhir pekan yang mencapai Rp 700 ribu.

    Dia juga suka mencari promo. Di Padang Golf Halim misalnya, setiap Senin memberikan potongan harga menjadi Rp 210 ribu sekali putaran. Dia juga pernah bermain golf di kawasan Sentul jika sedang ada promo. Tarif di Sentul lebih tinggi ketimbang di Halim yaitu sekitar Rp 600-700 ribu. Saat promo tertentu, Hafidz hanya membayar setengahnya Rp 300-400 ribu. “Jadi promo hunter, pindah-pindah lapangan buat cari yang murah,” katanya. Dia mengikuti akun instagram golf yang sering memberikan info promo.

    Untuk peralatan golf, harganya juga bervariasi. Hafidz membeli perlengkapan golf dengan cara dicicil. Hafidz mengataan harga peralatan golf juga bervariasi. “Ada yang satu set Rp 5 juta, ada juga yang harganya puluhan hingga ratusan juta,” kata dia. Dia membeli satu per satu perlengkapan golf ketika ada diskon. Kalau ditotal, seluruh peralatan yang dia beli mencapai Rp 20 juta.

    Untuk bola golf, Hafidz menyiasatinya dengan membeli yang second atau bekas. Dia membeli bola golf bekas Rp 100 ribu untuk 10 bola. Sedangkan yang baru, harganya Rp 400-600 ribu untuk 12 bola. “Dulu waktu awal main sering beli bola karena suka hilang. Sekarang pukulannya sudah lebih terarah,” kata dia.

    Hafidz mengatakan duit buat membeli peralatan dan bermain golf dia sisihkan dari uang jajannya. Penerima beasiswa Djarum ini berpesan agar mahasiswa tak takut mencoba olahraga ini. “Sebenarnya relatif mahal atau enggaknya, yang penting pintar-pintar menyiasati cari promo atau diskon,” kata dia.

    Baca juga: Mahasiswa Rancang Troli Pintar untuk Belanja

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya

    Grafis

    Mengenal Cacar Monyet atau Monkeypox, Ketahui Penyebaran dan Cara Pencegahannya

    Cacar monyet telah menyebar hingga Singapura, tetangga dekat Indonesia. Simak bagaimana virus cacar itu menular dan ketahui cara pencegahannya.