Jadi Mitra Kemendikbud, Mahasiswa Bisa Magang di Pasar Rakyat Kemendag

Reporter:
Editor:

Devy Ernis

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim meninjau pelaksanaan pembelajaran tatap muka di sekolah Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda di Kota Medan, Sumatera Utara, Selasa 26 Oktober 2021.  ANTARA/Nur Aprilliana Br Sitorus

    Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim meninjau pelaksanaan pembelajaran tatap muka di sekolah Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda di Kota Medan, Sumatera Utara, Selasa 26 Oktober 2021. ANTARA/Nur Aprilliana Br Sitorus

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag) meluncurkan program Penggerak Muda Pasar Rakyat. Program kerja sama ini merupakan bentuk implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka berupa program magang bersertifikat bagi mahasiswa.

    Kerja sama program ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama yang dilakukan secara virtual oleh Pelaksana tugas Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Nizam dengan Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Oke Nurwan pada 18 Januari 2022. Peluncuran program juga turut dihadiri oleh 76 pimpinan perguruan tinggi dan 11 pimpinan lembaga layanan pendidikan tinggi seluruh Indonesia.

    Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim mengatakan sumbangsih dari mahasiswa sangat dibutuhkan untuk membangun perekonomian Indonesia. Program Penggerak Muda Pasar Rakyat dapat menjadi wadah kolaborasi mahasiswa dengan pelaku pasar rakyat untuk membantu membangun bisnisnya.

    “ Mahasiswa dapat gotong-royong dengan rakyat untuk membangun perekonomian dengan cara menguatkan pasar rakyat,” kata Nadiem seperti dilansir di laman resmi Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan pada Kamis, 20 Januari 2022.

    Program Penggerak Muda Pasar Rakyat nantinya akan dilaksanakan di 60 pasar rakyat yang tersebar di 15 kabupaten atau kota mulai dari Kota Palembang, Padang, Bandung, Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Denpasar, Samarinda, Gowa, Bogor, Banyumas, Malang, Surakarta, Kupang dan Manado.

    Kementerian Perdagangan menargetkan mahasiswa yang mengikuti program ini sebanyak 300 orang. Program magang bersertifikat ini akan disetarakan sebanyak 20 SKS yang dilaksanakan secara daring atau luring. Beberapa kegiatan dalam program ini di antaranya pelatihan micro teaching, memberikan atensi atau mengajar materi yang diperlukan, merancang rekomendasi dan evaluasi pelaksanaan pasar rakyat.

    Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengungkapkan bahwa program magang bersertifikat Penggerak Muda Pasar Rakyat ini akan membantu Kementeriannya untuk memberdayakan kembali pasar rakyat melalui digitalisasi ekonomi. “Saya yakin Penggerak Muda Pasar Rakyat akan menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia di masa yang akan datang,” katanya.

    Sementara itu, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Oke mengatakan setidaknya terdapat 16.235 pasar rakyat yang kondisinya masih terbelakang, seperti kumuh, kotor, dan tidak memiliki manajemen yang baik.

    Sedangkan yang memenuhi standar nasional jumlahnya baru 46 pasar. Proyek ini didorong untuk meningkatkan penerapan digitalisasi di sejumlah pasar rakyat yang diharapkan mampu meningkatkan pendapatan pedagang atau pengelola pasar. “Harapannya, para penggerak yang terlibat mampu mengoptimalkan program pasar rakyat untuk mendorong digitalisasi yang menyasar pada pasar-pasar tradisional di Indonesia,” kata dia.

    Baca juga: KSP: Minyak Goreng Tidak Langka, Tapi Harganya Masih Mahal

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya

    Grafis

    Tren Covid-19 Kembali Meningkat Sepekan Setelah Lebaran, Sudah Siap Jadi Endemi?

    Kasus virus corona melonjak sepekan setelah libur lebaran. Di kesempatan lain, Satgas Penanganan Covid-19 menyatakan pandemi mulai transisi ke endemi.