Eksperimen 77 Jam Ginjal Babi di Tubuh Manusia, Ini yang Terjadi

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ginjal babi hasil rekayasa genetika tampak sehat selama operasi transplantasi di NYU Langone di New York. Untuk pertama kalinya, ginjal babi telah ditransplantasikan ke manusia tanpa memicu penolakan langsung oleh sistem kekebalan penerima. Joe Carrotta for NYU Langone Health/Handout via REUTERS

    Ginjal babi hasil rekayasa genetika tampak sehat selama operasi transplantasi di NYU Langone di New York. Untuk pertama kalinya, ginjal babi telah ditransplantasikan ke manusia tanpa memicu penolakan langsung oleh sistem kekebalan penerima. Joe Carrotta for NYU Langone Health/Handout via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua ginjal babi telah dicangkokkan ke tubuh seorang pria yang mengalami mati batang otak (brain dead) dalam sebuah eksperimen di Amerika Serikat. Kedua ginjal sebelumnya telah direkayasa secara genetik untuk menekan peluang ditolak oleh sistem imun tubuh pasien penerimanya.

    Hasilnya, sepanjang 77 jam eksperimen pascaoperasi transplantasi itu dilakukan, penolakan tak terjadi. Hasil ini dipublikasikan dalam American Journal of Transplatation 20 Januari 2022.

    “Momen ini adalah sebuah tonggak besar dalam bidang xenotransplantasi, yang dianggap sebagian kalangan solusi terbaik mengatasi krisis donor organ,” kata dokter bedah Jayme Locke dari Fakultas Kedokteran di University of Alabama. Menurut dia, “Kita telah…mendapatkan data keselamatan dan efektivitas yang diperlukan untuk memulai uji klinis.”

    Eksperimen dilakukan pada pada pasien bernama Jim Parsons pada 30 September lalu. Kedua ginjal yang didonorkan berasal dari sumber yang sama dalam transplantasi jantung untuk pasien bernama David Bennett pada 7 Januari lalu. Bedanya, Bennett diberikan organ jantung babi karena tidak ada opsi lain untuknya. Sedangkan cangkok ginjal dilakukan sebagai uji awal keselamatan pasien penerimanya.

    Keluarga mengizinkan tubuh Parsons dijaga tetap hidup menggunakan mesin ventilator hingga studi cangkok ginjal babi itu selesai dilakukan. Untuk uji itu, ginjal milik Parsons dikeluarkan untuk digantikan dengan ginjal babi yang sudah direkayasa secara genetik.

    “Jim pasti menginginkan untuk menyelamatkan sebanyak mungkin orang dengan kematiannya, dan jika dia tahu dia berpotensi menyelamatkan ribuan dan ribuan orang, dia pasti tak akan ragu dengan eksperimen ini,” kata mantan istri Parsons, Julie O’Hara.

    Organ-organ babi normalnya tidak bisa begitu saja dicangkokkan karena mereka pasti akan ditolak sistem imun tubuh manusia, meski si pasien diberikan obat untuk meredam respons imun tubuhnya. Tapi, organ babi yang digunakan dalam eksperimen dan terapi ini sudah lebih dulu menjalani rekayasa genetik oleh perusahaan bioteknologi Amerika, Revivicor.

    Sebanyak empat gen pada babi telah dinonaktifkan, termasuk sejumlah kode protein yang berperan memicu respons imun tubuh si resipien. Babi yang sama juga mendapatkan tambahan enam gen milik manusia.

    Hasilnya, sepasang ginjal babi itu bisa diterima sepanjang 77 jam eksperimen tersebut dilakukan. Organ-organ itu mampu memproduksi urine, tapi tidak berperan membersihkan zat kreatinin dari dalam darah seperti halnya ginjal manusia yang berfungsi normal. Tim penelitinya tidak tahu kenapa itu tidak terjadi, tapi membuka dugaan adanya faktor kondisi Parsons di balik cacat fungsi itu.

    Tim bedah saat memeriksa ginjal babi untuk tanda-tanda penolakan hiperakut, karena organ tersebut ditanamkan di luar tubuh untuk memungkinkan pengamatan dan pengambilan sampel jaringan di NYU Langone di New York, Amerika Serikat. Penerima adalah pasien mati otak dengan tanda-tanda disfungsi ginjal yang keluarganya menyetujui percobaan tersebut. Joe Carrotta for NYU Langone Health/Handout via REUTERS

    Satu potensi masalah dalam eksperimen ini adalah bahwa babi memiliki tekanan darah lebih rendah daripada manusia. Artinya, pembuluh darah dalam ginjal babi bisa saja akan rusak oleh tekanan darah yang lebih tinggi pascapencangkokan dilakukan. Tapi yang terjadi selama 77 jam itu tak ada indikasi masalah dari sana.

    Potensi penghambat lainnya adalah gen-gen virus bawaan genom babi mungkin akan ikut pindah menginfeksi manusia, tapi tim penelitinya juga tak menemukan indikasinya. Tak mau mengambil risiko ini, perusahaan lain di bidang transplantasi organ dari babi, memiliki membersihkan seluruh gen virus itu.

    NEW SCIENTIST

    Baca juga:
    Pasien Ini Menjadi yang Pertama Terima Transplantasi Jantung Babi


    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya

    Grafis

    Mengenal Cacar Monyet atau Monkeypox, Ketahui Penyebaran dan Cara Pencegahannya

    Cacar monyet telah menyebar hingga Singapura, tetangga dekat Indonesia. Simak bagaimana virus cacar itu menular dan ketahui cara pencegahannya.