Potensi Hujan Petir Melingkupi Palembang Hari Ini, Sawah Terendam di OKI

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Banjir yang merendam jalan di kawasan permukiman di Sekip Bendung Palembang, Sumatera Selatan, pada Senin 17 Januari 2022. BMKG memperingatkan intensitas hujan tinggi disertai petir untuk warga kota itu dan Sumatera Selatan pada umumnya, Jumat 21 Januari 2022. ANTARA/Yudi Abdullah

    Banjir yang merendam jalan di kawasan permukiman di Sekip Bendung Palembang, Sumatera Selatan, pada Senin 17 Januari 2022. BMKG memperingatkan intensitas hujan tinggi disertai petir untuk warga kota itu dan Sumatera Selatan pada umumnya, Jumat 21 Januari 2022. ANTARA/Yudi Abdullah

    TEMPO.CO, Palembang - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG mengingatkan warga yang ada di Palembang, dan Sumatera Selatan pada umumnya, untuk lebih waspada pada kondisi cuaca terkini. Hari ini dari pagi hingga malam ada potensi hujan ringan maupun hujan petir.

    "Waspada potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir," kata Fadel M. Madjid dari BMKG Palembang, Jumat, 21 Januari 2022.

    Sementara itu banjir masih merendam sejumlah kecamatan di Kabupaten Ogan Komering Ilir atau OKI. Seluas 2.773 Ha lahan persawahan terancam puso. Dinas Ketahanan Pangan dan Tanaman Pangan Hortikultura Kabupaten OKI menyatakan mengupayakan bantuan benih untuk membantu para petani yang lahannya terdampak.

    “Kami akan usulkan melalui Cadangan Benih Nasional,” kata Sekretaris Dinas, Indesi Karyanto, dalam rapat koordinasi penanggulangan bencana banjir dan longsor di markas komando BPPD OKI, Kamis, 20 Januari 2022.

    Indesi menjelaskan Cadangan Benih nasional adalah benih tanaman pangan untuk kebutuhan mendesak seperti adanya bencana alam yang menyebabkan pertanian mengalami gagal panen atau puso. Prosedur untuk mendapatkannya, menurut Indesi, cukup mudah, yaitu cukup mendapat pengesahan dari petugas lapangan bahwa lahan tersebut memang mengalami bencana.

    Meski beberapa lahan persawahan di OKI terancam puso, Indesi memastikan cadangan beras di Kabupaten OKI tetap aman. Pihaknya mengandalkan produksi tahun lalu sebanyak 485.824 ton Gabah Kering Giling (GKG) atau senilai 200 an ribu ton beras.

    Dalam kesempatan tersebut Indesi meminta kepada para petani yang tanamannya rusak terendam untuk tidak buru-buru menanam. Alasannya, prediksi BMKG curah hujan masih akan tinggi sampai pertengahan Februari bahkan sampai dengan April 2022.

    Kepala BPBD OKI, Listiadi Martin, memaparkan banjir awal tahun ini berdampak kepada 237 kepala keluarga, 990 jiwa, 229 rumah, dan 2 unit sekolah. “Secara tipologis wilayah OKI memang rentan terhadap bencana banjir karena berada di dataran rendah rawa dan sungai," katanya.

    Baca juga:
    Gempa Banten M6,6 Rusak 3,000-an Bangunan, Guncangan Terkuat di 2 Desa Ini


    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya

    Grafis

    Mengenal Cacar Monyet atau Monkeypox, Ketahui Penyebaran dan Cara Pencegahannya

    Cacar monyet telah menyebar hingga Singapura, tetangga dekat Indonesia. Simak bagaimana virus cacar itu menular dan ketahui cara pencegahannya.