CCF Norwegia dan UBH Bantu Pengelolaan Sampah di Padang

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Warga berjalan di antara sampah yang berserakan di Pantai Pasir Jambak, Padang, Sumatera Barat, Rabu, 5 Januari 2022. (ANTARA/Iggoy El Fitra)

    Warga berjalan di antara sampah yang berserakan di Pantai Pasir Jambak, Padang, Sumatera Barat, Rabu, 5 Januari 2022. (ANTARA/Iggoy El Fitra)

    TEMPO.CO, Padang - Circular Connect Foundation (CCF) sebuah yayasan peduli lingkungan yang beroperasi di Norwegia sepakat membantu pengelolaan sampah di Padang melalui konsep pemanfaatan dan pengelolaan sampah terintegrasi bersama Universitas Bung Hatta (UBH).

    Pimpinan CCF Norwegia Arswendy di Padang, Jumat, 21 Januari 2022, menyatakan pengelolaan sampah terintegrasi tersebut bertujuan mengatasi persoalan sampah di Kota Padang yang per hari mencapai 600 ton sehingga dapat dikurangi.

    Menurut dia, berdasarkan pengalaman sewaktu menjadi diaspora di Norwegia, sampah tidak lagi menjadi beban bagi pemerintah atau masyarakat di negara setempat. "Bahkan justru sebaliknya, malah dari pengelolaan sampah yang dilakukan mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat," kata dia.

    Untuk itu, dalam penerapan konsep pengelolaan sampah yang akan diterapkan di Padang pihaknya telah menggandeng Universitas Bung Hatta sebagai penggerak yang dimulai dari tingkat kampus.

    Sesuai kesepakatan bersama untuk penerapan konsep itu, nantinya bakal diaktifkan dan dilibatkan sebanyak 200 ribu peserta didik di Kota Padang untuk peduli terhadap sampah.

    "Peduli terhadap sampah di rumahnya masing-masing atau pun di mana pun berada. Semoga dengan upaya itu akan mengurangi sampah yang tercecer di jalan. Kemudian dengan kemampuan dalam memilah akan bermanfaat secara ekonomi," katanya.

    Bahkan tidak menutup kemungkinan nantinya akan melakukan pengelolaan sampah berskala industri seperti pemanfaatan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) yaitu teknologi yang mengolah sampah menjadi energi biomassa yang selanjutnya digunakan sebagai sumber energi.

    Untuk lokasinya sudah disediakan di kawasan industri terpadu Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Air Dingin," katanya.

    Sementara Wali Kota Padang Hendri Septa menyambut baik dukungan dan sinergi dari berbagai pihak dalam mendukung kemajuan pembangunan dan juga mengatasi berbagai persoalan di Kota Padang sejauh ini.

    "Atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Padang, saya menyampaikan terima kasih kepada Universitas Bung Hatta Padang yang juga menggandeng CCF Norwegia," katanya.

    Dia menyatakan persoalan sampah masih menjadi pekerjaan rumah yang sedang dicari solusinya.

    ANTARA

    Baca:
    Berapa Lama Sampah Plastik Dapat Terurai?

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya

    Grafis

    Mengenal Cacar Monyet atau Monkeypox, Ketahui Penyebaran dan Cara Pencegahannya

    Cacar monyet telah menyebar hingga Singapura, tetangga dekat Indonesia. Simak bagaimana virus cacar itu menular dan ketahui cara pencegahannya.