Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Evaluasi Gunung Merapi, Badan Geologi: Potensi Awan Panas Guguran Semakin Jauh

image-gnews
Luncuran lava pijar Gunung Merapi terlihat dari Pakem, Sleman, DI Yogyakarta, Minggu, 23 Januari 2022. Terjadinya 45 guguran Gunung Merapi mengakibatkan potensi bahaya berupa guguran lava pijar dan awan panas pada sektor tenggara dan barat daya. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah
Luncuran lava pijar Gunung Merapi terlihat dari Pakem, Sleman, DI Yogyakarta, Minggu, 23 Januari 2022. Terjadinya 45 guguran Gunung Merapi mengakibatkan potensi bahaya berupa guguran lava pijar dan awan panas pada sektor tenggara dan barat daya. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah
Iklan

TEMPO.CO, Yogyakarta - Badan Geologi melakukan evaluasi terkait dengan aktivitas vulkanik Gunung Merapi yang telah ditetapkan Siaga sejak 5 November 2020 silam.

Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Eko Budi Lelono mengatakan pihaknya telah melakukan pemutakhiran data potensi bahaya erupsi Gunung Merapi.

"Dengan menggunakan data topografi terbaru, hasil pemodelan menunjukkan apabila kubah lava barat daya longsor secara masif, maka akan menimbulkan awan panas guguran ke Sungai Bedog, Bebeng, Krasak sejauh maksimal 6,3 km dan ke Sungai Boyong sejauh 3,9 km," kata Eko dalam keterangannya Rabu 26 Januari 2022.

Catatan sebelumnya, potensi bahaya longsoran kubah barat daya hingga 7 Januari 2022 itu maksimal 5 km.

Adapun untuk kubah lava tengah potensi bahayanya cenderung tak berubah dari pemetaan sebelumnya, yakni apabila longsor secara masif, maka awan panas guguran ke arah Sungai Gendol akan mencapai jarak 5 km dan ke Sungai Woro sejauh 3 km.

Eko mengatakan perubahan potensi bahaya ini merunut perubahan terbaru dari kondisi erupsi Merapi, di mana selama tahun 2021 terjadi guguran lava/rockfall (RF) sebanyak 61.446 kali dan awan panas guguran (APG) sebanyak 424 kali. Aktivitas dominan bersumber dari kubah barat daya. Arah luncuran RF dan APG pada awal aktivitas, Januari-awal Juli 2021, dominan ke Sungai Boyong dengan jarak luncur maksimal 3,2 km.

Kemudian terjadi perubahan arah luncuran hingga saat ini ke arah Sungai Bebeng dengan jarak luncur maksimal 3 km. Sedangkan aktivitas pada kubah tengah kawah, di akhir Juni terjadi RF dan AP ke arah tenggara, yaitu Sungai Gendol dengan jarak luncur maksimal 3 km.

Kubah lava tengah kawah dan barat daya terus tumbuh dengan laju rata-rata masing-masing sebesar 5.000 meter kubik/hari dan 10.000 meter kubik/hari.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Pada tanggal 20 Januari 2022 volume kubah tengah kawah terhitung sebesar 3.007.000 meter kubik dan kubah lava barat daya sebesar 1.670.000 meter kubik.

"Guguran lava dan awan panas guguran saat ini bersumber di bagian atas kiri kubah lava barat daya yang merupakan pusat ekstrusi magma," kata dia. Selain itu, telah terjadi perubahan topografi di hulu-hulu sungai sektor barat daya akibat penumpukan material guguran dan awan panas.

Eko mengatakan Merapi memasuki fase erupsi sejak tanggal 4 Januari 2021 ditandai dengan munculnya kubah lava di tebing puncak sektor barat daya dan di tengah kawah.

Saat ini fase erupsi Gunung Merapi sudah berlangsung lebih dari satu tahun dengan sifat erupsi efusif berupa pertumbuhan kubah lava dan pembentukan guguran lava dan awan panas.  

Baca:
Tiga Periode Amatan, Ketinggian Kubah Gunung Merapi Naik-Turun

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.

Iklan




Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Basarnas Gelar Simulasi Penanganan Erupsi Gunung Merapi di Magelang

1 hari lalu

Luncuran awan panas Gunung Merapi terlihat dari Pakem, Sleman, DI Yogyakarta, Sabtu 11 Maret 2023. BPPTKG menghimbau kepada masyarakat untuk mengungsi apabila cakupan wilayah awan panas guguran lebih dari 7 kilometer dari puncak. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah
Basarnas Gelar Simulasi Penanganan Erupsi Gunung Merapi di Magelang

Fokus kegiatan ini untuk antisipasi apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, khususnya saat erupsi Gunung Merapi.


Gunung Merapi di DIY-Jawa Tengah 8 Kali Luncurkan Lava Pijar dan 27 Gempa

5 hari lalu

Gunung Merapi kembali mengeluarkan awan panas guguran pada Jumat petang, 28 Juli 2023. Dok. BPPTKG.
Gunung Merapi di DIY-Jawa Tengah 8 Kali Luncurkan Lava Pijar dan 27 Gempa

BPPTKG Yogyakarta menyebutkan Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan DIY pada Rabu, 2 Agustus 2023, mengeluarkan guguran lava pijar.


Siaga, Guguran Lava Gunung Karangetang Meluncur ke Lima Sungai

9 hari lalu

Guguran lava terpantau meluncur ke lima sungai atau kali yang berhulu dari puncak kawah Gunung Karangetang, di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, Sabtu, 29 Juli 2023. Tampak guguran lava yang meluncur pukul 18.33 Wita. ANTARA/HO-Pos PGA Karangetang
Siaga, Guguran Lava Gunung Karangetang Meluncur ke Lima Sungai

Tingkat aktivitas Gunung Karangetang level III siaga.


Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Lagi, Suhu Dini Hari Bisa Sentuh 13 Derajat Celcius

10 hari lalu

Gunung Merapi kembali mengeluarkan awan panas guguran pada Jumat petang, 28 Juli 2023. Dok. BPPTKG.
Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Lagi, Suhu Dini Hari Bisa Sentuh 13 Derajat Celcius

Awan panas Gunung Merapi pertama di bulan ini terjadi pada 5 Juli 2023 lalu dengan jarak luncur hampir dua kali lipat yakni 2.700 meter ke barat daya.


Dua Hari Gunung Merapi Luncurkan 100 Kali Lava Pijar, Wisatawan Perhatikan Zona Bahaya

11 hari lalu

Gunung Merapi di Yogyakarta. Dok. BPPTKG Yogyakarta.
Dua Hari Gunung Merapi Luncurkan 100 Kali Lava Pijar, Wisatawan Perhatikan Zona Bahaya

Meski musim kemarau membuat kawasan destinasi sekitar lereng Gunung Merapi diselimuti cuaca cerah, wisatawan dan masyarakat diminta tetap waspada potensi bahayanya.


Gunung Karangetang Bergemuruh, Ada 31 Guguran Lava Pagi Ini

11 hari lalu

Asap putih keluar dari puncak Gunung Karangetang di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, Rabu, 6 Februari 2019. Asap putih bertekanan disertai guguran material vulkanik dari kawah bagian utara masih mendominasi aktivitas erupsi efusif Gunung Karangetang. ANTARA
Gunung Karangetang Bergemuruh, Ada 31 Guguran Lava Pagi Ini

PGA di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulut, mencatat sebanyak 31 kali gempa guguran Gunung Karangetang, Kamis pagi.


Bukan lagi di Hutan Gunungkidul, UGM Trail Run 2023 Pilih Medan Lereng Merapi

12 hari lalu

UGM International Trail Run 2022. Doc. Kagama UGM.
Bukan lagi di Hutan Gunungkidul, UGM Trail Run 2023 Pilih Medan Lereng Merapi

Event lari UGM Trail Run 2023 bakal mengambil lokasi berbeda dengan perhelatan tahun-tahun sebelumnya.


Gunung Karangetang Masih Luncurkan Guguran Lava, Status Siaga

18 hari lalu

Pos Pengamatan Gunung Api Karangetang di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, memantau guguran lava meluncur ke Kali Kahetang pada periode pengamatan pukul 00.00 - 06.00 WITA, Minggu, 2 Juli 2023. (ANTARA/HO-Pos PGA Karangetang)
Gunung Karangetang Masih Luncurkan Guguran Lava, Status Siaga

Guguran lava masih meluncur dari kawah Gunung Karangetang selama periode pengamatan Kamis pukul 00.00 sampai 06.00 WITA.


Candi Lumbung Dipindahkan ke Lokasi Asal, Prosesnya Berakhir Tahun Depan

26 hari lalu

Candi Lumbung yang pernah terkena erupsi Merapi. Tempo.co/Arimbihp
Candi Lumbung Dipindahkan ke Lokasi Asal, Prosesnya Berakhir Tahun Depan

Candi Lumbung yang berada di lereng barat Gunung Merapi Kabupaten Magelang terpaksa harus kembali dipindah dari lokasi sementara ke lokasi baru.


6 Gunung Berapi Paling Aktif di Indonesia, Ada yang di Lautan

27 hari lalu

Foto udara kondisi Gunung Anak Krakatau, Provinsi Lampung, Kamis 28 April 2022. ANTARA/HO-BNP
6 Gunung Berapi Paling Aktif di Indonesia, Ada yang di Lautan

Untuk mengetahui gunung berapi yang masih aktif dan dinilai bahaya, simak berikut ini: