Terapkan Kurikulum Merdeka, Nadiem Siapkan Angket untuk Sekolah

Reporter

Editor

Devy Ernis

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu, 10 Maret 2021. Rapat ini juga membahas Laporan pengembangan/tindak lanjut rapat kerja tanggal 20 Januari 2021. TEMPO/M Taufan Rengganis

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim mengatakan sekolah dapat menerapkan Kurikulum Merdeka secara bertahap sesuai dengan kesiapan masing-masing sekolah. Mulai tahun ajaran 2021/2022, Kurikulum Merdeka telah diterapkan pada 2.500 Sekolah Penggerak dan SMK Pusat Keunggulan. Sebelumnya, Kementerian Pendidikan menyebut Kurikulum Merdeka sebagai Kurikulum Prototipe.

“Sekolah-sekolah tersebut menerapkan kurikulum tersebut sebagai bagian dari pembelajaran dengan paradigma baru,” ujar Nadiem pada peluncuran Merdeka Belajar episode 15 :Kurikulum Merdeka dan Platform Merdeka Mengajar melalui kanal Youtube Kementerian Pendidikan pada Jumat, 11 Februari 2022.

Kurikulum tersebut diterapkan mulai dari jenjang TK-B, SD, Sekolah Dasar Luar Biasa kelas I dan IV, SMP dan SMP Luar Biasa kelas VII, SMA dan SMA Luar Biasa dan SMK kelas X. Mulai tahun ajaran 2022/2023, satuan pendidikan dapat memilih untuk menerapkan kurikulum berdasarkan kesiapan masing-masing sekolah. Nadiem mengatakan pemerintah akan menyiapkan angket untuk membantu satuan pendidikan menilai tahap kesiapan sekolah dalam menggunakan kurikulum tersebut.

Sekolah memiliki tiga pilihan untuk penerapan kurikulum Merdeka, yang pertama menerapkan beberapa bagian dan prinsip Kurikulum Merdeka tanpa mengganti kurikulum satuan pendidikan yang diterapkan, menerapkan Kurikulum Merdeka menggunakan perangkat ajar yang sudah disediakan, dan menerapkan Kurikulum Merdeka dengan mengembangkan sendiri berbagai perangkat ajar.

Nadiem mengatakan sekolah juga berhak memilih tahun kapan akan memulai kurikulum tersebut. “Mereka boleh memilih mau tahun berapa dulu mulainya, apa elemen yang akan mereka masukan dulu. ini sesuai dengan kesiapan sekolah masing-masing. Jadi, tidak perlu panik para guru dan kepala sekolah karena kemerdekaan dan keputusan itu ada di mereka,” ujar Nadiem.

Kementerian Pendidikan memberikan kebebasan pada sekolah untuk memilih kurikulum pada saat pandemi hingga 2024. Kurikulum itu yakni Kurikulum 2013, Kurikulum Darurat dan Kurikulum Merdeka yang sebelumnya disebut Kurikulum Prototipe. Kurikulum Darurat merupakan bagian dari Kurikulum Merdeka. Pada 2024, Kementerian akan mengevaluasi kurikulum mana yang akan diterapkan sebagai kebijakan kurikulum nasional.

Baca juga:

 Kemenag Minta Kurikulum Prototipe Diterapkan, Guru Madrasah Sebut Belum Siap

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






6 Pelajar Wakili Indonesia pada Ajang Worlds Schools Debating Championship 2022

1 hari lalu

6 Pelajar Wakili Indonesia pada Ajang Worlds Schools Debating Championship 2022

Indonesia kembali mengirimkan pelajar terbaiknya pada ajang internasional Worlds Schools Debating Championship (WSDC) 2022 di Belanda.


40 Siswa Raih Emas OSN 2022 Tingkat SD dan SMP, Ini Daftarnya

4 hari lalu

40 Siswa Raih Emas OSN 2022 Tingkat SD dan SMP, Ini Daftarnya

Pemenang datang dari beragam sekolah di berbagai daerah. Para siswa peserta OSN 2022 disebut sebagai bagian dari generasi Indonesia emas.


Marak Kasus Siswi Dipaksa Pakai Jilbab, Nadiem Makariem Didesak Lakukan Ini

8 hari lalu

Marak Kasus Siswi Dipaksa Pakai Jilbab, Nadiem Makariem Didesak Lakukan Ini

Mendikbudristek Nadiem Makarim didesak melakukan evaluasi dan memberikan hukuman tegas kepada guru yang melakukan pemaksaan penggunaan jilbab.


Kementerian Pendidikan Gandeng Oracle Tingkatkan Kemahiran Teknologi Siswa

9 hari lalu

Kementerian Pendidikan Gandeng Oracle Tingkatkan Kemahiran Teknologi Siswa

Kolaborasi Kementerian Pendidikan dan Oracle akan menyediakan platform bagi lebih dari 1.000 institusi pendidikan untuk gabung di program pendidikan.


Kasus Siswi Dipaksa Pakai Jilbab, ORI DIY Temukan 2 Fakta Setelah Periksa 2 Guru BK SMAN 1 Banguntapan

9 hari lalu

Kasus Siswi Dipaksa Pakai Jilbab, ORI DIY Temukan 2 Fakta Setelah Periksa 2 Guru BK SMAN 1 Banguntapan

Ombudsman menemukan sejumlah fakta dalam kasus siswi dipaksa pakai jilbab di SMAN 1 Banguntapan Bantul.


Roosseno dan Herman Johannes Jadi Nama Gedung di UGM, Siapa Mereka?

10 hari lalu

Roosseno dan Herman Johannes Jadi Nama Gedung di UGM, Siapa Mereka?

Gedung di Fakultas Teknik UGM dinamai Roosena dan Herman Johannes. Keduanya dianggap berjasa dalam sejarah pendirian Fakultas Teknik.


14.504 Mahasiswa dari 559 Perguruan Tinggi Jalani Program Kampus Mengajar

14 hari lalu

14.504 Mahasiswa dari 559 Perguruan Tinggi Jalani Program Kampus Mengajar

Sebanyak 14.504 mahasiswa dari 559 perguruan tinggi akan segera menjalani program Kampus Mengajar angkatan 4 di 2.876 sekolah.


Wajib Tahu, Beda ANBK dengan Ujian Nasional

14 hari lalu

Wajib Tahu, Beda ANBK dengan Ujian Nasional

Asesmen Nasional Berbasis Komputer atau ANBK sebagai pengganti UNBK. ANBK telah diterapkan di sejumlah SD sejak Senin, 15 November 2021 lalu.


YOTNC 2022 Dihadiri Sederet Pembicara Keren: Saatnya Kita Maju Demi Indonesia

15 hari lalu

YOTNC 2022 Dihadiri Sederet Pembicara Keren: Saatnya Kita Maju Demi Indonesia

YOTNC diselenggarakan agar Gen Z bisa menyerap inspirasi dari pengalaman dan perjalanan karir serta bisnis para pembicara yang hadir dan sharing kepada mereka


UI dan 15 Perguruan Tinggi Bahas Peluncuran Dana Abadi PTN-BH

16 hari lalu

UI dan 15 Perguruan Tinggi Bahas Peluncuran Dana Abadi PTN-BH

UI dan 15 kampus lain membahas peluncuran dana abadi, yang mana PTN-BH tidak lagi bertumpu pada pemerintah dan UKT melainkan bisa kelola aset sendiri.