Dunia Kehilangan Hutan Setiap Tahun Lebih dari Setengah Pulau Sulawesi

Ilustrasi hutan Kosta Rika. Living Intelligent

TEMPO.CO, JakartaKetika kita minum segelas air, menulis di buku catatan, minum obat saat sakit atau membangun rumah, kita tidak selalu menghubungkannya dengan hutan. Namun banyak aspek lain dari kehidupan ini terkait dengan hutan dan jasa lingkungan yang disediakan oleh hutan dalam satu dan lain hal.

Kayu membantu menyediakan makanan dan air bersih di banyak dapur, membuat furnitur dan peralatan kayu yang tak terhitung jumlahnya, menggantikan bahan yang berbahaya seperti plastik, membuat serat untuk pakaian kita dan, melalui teknologi, menjadi bagian kedokteran atau transportasi luar angkasa.

Tema Hari Hutan Internasional 2022, yang diperingati pada 21 Maret adalah “Hutan dan Produksi - Konsumsi Berkelanjutan”. Tema ini mengacu pada pengelolaan hutan yang lestari dan cara kita mengelola sumber daya hutan, kunci dalam memerangi perubahan iklim.  Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mencanangkan 21 Maret sebagai Hari Hutan Internasional (IDF) pada 2012.

Pengelolaan hutan yang lestari juga berkontribusi pada kemakmuran dan kesejahteraan untuk generasi sekarang dan masa depan.  Hutan  memainkan peran penting dalam pengentasan kemiskinan dan dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

“Sangat penting untuk memproduksi dan mengkonsumsi kayu dengan cara yang lebih ramah lingkungan bagi bumi dan penghuninya. Mari kita lindungi sumber daya yang mudah diperbarui ini dengan pengelolaan hutan yang berkelanjutan”, ujar Rajendra Aryal, Kepala Perwakilan FAO di Indonesia, dalam rilis yang diterima Tempo.Co.

FAO menyebutkan, dunia kehilangan 10 juta hektare hutan per tahun – lebih dari setengah luas Sulawesi – dan degradasi lahan mempengaruhi hampir dua miliar hektare, wilayah yang lebih luas dari Amerika Selatan.

Hilangnya hutan dan degradasi dari fungsi hutan menimbulkan berbagai macam masalah seperti pemanasan global, dan diperkirakan bahwa lebih dari delapan persen tanaman hutan dan lima persen hewan hutan dan burung berada pada “risiko yang sangat besar” untuk punah. 

 “Pemerintah Indonesia telah menunjukkan upaya luar biasa untuk mengurangi deforestasi. Upaya ini perlu kita apresiasi dengan mendukung pemerintah Indonesia menegakkan hukum untuk melindungi hutan dan masyarakat hutan sebagai aspek fundamental dalam mengelola hutan lestari”, ujar Rajendra.

FAO mendukung Indonesia untuk memastikan bahwa kayu Indonesia diproduksi secara berkelanjutan di bawah perlindungan hukum.

Hutan adalah rumah bagi sekitar 80 persen keanekaragaman hayati terestrial dunia, dengan lebih dari 60 ribu spesies pohon.  Sekitar 1,6 miliar orang bergantung langsung pada hutan untuk makanan, tempat tinggal, energi, obat-obatan, dan pendapatan.

Baca: Emil Salim Kritik Keras Rencana Wisata Hutan Bowosie NTT: Bisakah Dibatalkan?

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






Membantai Sukarelawan Pemadam Kebakaran Hutan, 49 Orang di Aljazair Dihukum Mati

3 hari lalu

Membantai Sukarelawan Pemadam Kebakaran Hutan, 49 Orang di Aljazair Dihukum Mati

Sejumlah 49 terdakwa dihukum mati karena mengeroyok hingga tewas seorang sukarelawan yang membantu memadamkan kebakaran hutan di Aljazair.


Kementan dan FAO Promosikan Produk Unggas Bebas Residu Antimikroba

4 hari lalu

Kementan dan FAO Promosikan Produk Unggas Bebas Residu Antimikroba

Resistensi antimikroba saat ini juga menjadi ancaman bagi kesehatan masyarakat karena bakteri resisten dapat menyebar melalui rantai makanan.


Blibli Gandeng Liberty Society Ajak Warga Hidup Lebih Sadar Lingkungan

16 hari lalu

Blibli Gandeng Liberty Society Ajak Warga Hidup Lebih Sadar Lingkungan

Acara yang berlangsung 11 November-4 Desember 2022 itu juga menjadi ajang peluncuran Blibli Cinta Bumi Hub.


COP27: Sumbang Emisi Terbesar, Pertanian Tak Punya Road Map Ekonomi Berkelanjutan

18 hari lalu

COP27: Sumbang Emisi Terbesar, Pertanian Tak Punya Road Map Ekonomi Berkelanjutan

COP27 membahas produksi makanan sumbang sepertiga emisi gas rumah kaca global dan ancaman utama bagi 86% spesies terancam punah.


IFish - FAO dan KKP Perkenalkan Produk Sampingan Ikan Sidat yang Penuh Gizi

23 hari lalu

IFish - FAO dan KKP Perkenalkan Produk Sampingan Ikan Sidat yang Penuh Gizi

KKP dan FAO kenalkan hasil sampingan produksi ikan sidat sebagai alternatif nutrisi seiring perayaan Hari Ikan Nasional dan Hari Pangan Sedunia.


3 Jenis Ular Kobra, Apa Saja Bedanya?

28 hari lalu

3 Jenis Ular Kobra, Apa Saja Bedanya?

Ular kobra hanya menyerang manusia jika merasa terancam


Polisi Bentuk Tim Khusus Kejar Pelaku Penusukan Pengojek Daring, Terdeteksi Masuk Hutan

33 hari lalu

Polisi Bentuk Tim Khusus Kejar Pelaku Penusukan Pengojek Daring, Terdeteksi Masuk Hutan

Polres Metro Jakarta Pusat membentuk tim khusus untuk melakukan pengejaran terhadap pelaku penusukan pengojek daring atau ojek online di Tanah Abang.


Pakar ITB: Penggunaan Galon Isi Ulang Dapat Memperpanjang Umur Bumi

34 hari lalu

Pakar ITB: Penggunaan Galon Isi Ulang Dapat Memperpanjang Umur Bumi

Pakar dari ITB menyebut kemasan galon dengan konsep guna ulang dapat membuat ekonomi lebih sirkular.


Doni Monardo Risaukan Kerusakan Alam di Sumatera Barat akibat Penambangan

36 hari lalu

Doni Monardo Risaukan Kerusakan Alam di Sumatera Barat akibat Penambangan

Doni Monardo menumpahkan kerisauannya tentang kerusakan alam di Sumatera Barat akibat penambangan saat mengisi kuliah di hadapan ratusan mahasiswa Indonesia Art Institute of Padang Panjang.


Mengenal Forest Green Rovers, Klub Sepak Bola Paling Ramah Lingkungan Asal Inggris

39 hari lalu

Mengenal Forest Green Rovers, Klub Sepak Bola Paling Ramah Lingkungan Asal Inggris

Sejak 2010 Forest Green Rovers berkomitmen untuk menjadi klub sepak bola dengan semangat ramah lingkungan dan peduli energi terbarukan.