Ayo Menyelam dengan Google Earth

Reporter

Editor

Google Inc.

TEMPO Interaktif, San Francisco: Mesin pencarian online Google meluncurkan layanan baru Senin yang memungkinkan pengguna Internet untuk menjelajahi kedalaman laut dari rumah mereka di daratan.

google oceanFitur "Ocean in Google Earth" memungkinkan pengguna untuk secara virtual menyelam di bawah permukaan air, menjelajahi daerah di bawah laut 3D dan mengeksplorasi konten terkait laut yang dipasok ahli-ahli kelautan.

Hampir empat tahun setelah Google Earth memungkinkan pengguna untuk memperbesar kemampuan melihat jalan-jalan, dan kemudian mengeksplorasi galaksi di langit, versi terbaru perangkat lunak ini memungkinkan wisatawan virtual untuk menembus bermil-mil wilayah laut yang belum terpetakan.

Ocean in Google Earth telah diperkenalkan secara formal di Akademi Sains San Francisco oleh mantan Wakil Presiden Al Gore, ahli kelautan Sylvia Earle dan eksekutif Google.

"Dengan versi Google Earth ini ... Anda sekarang bisa menyelam ke dalam lautan dunia yang mencakup hampir tiga perempat dari planet dan menemukan keajaiban baru," kata Gore.

Gore mengatakan fitur bersejarah pada Google Earth itu telah memungkinkan orang melihat bagaimana bagian planet yang berubah seiring waktu, seringkali akibat perbuatan manusia.

"Ini merupakan alat pendidikan yang sangat baik," kata Gore. "Saya berharap bahwa orang-orang di seluruh dunia akan menggunakan Google Earth untuk melihat sendiri kenyataan dari krisis iklim."

Pengguna Google Earth dapat mengklik ikon pada peta laut untuk melihat video dari makhluk yang berkembang di lokasi tersebut. Pengguna juga dapat memilih untuk berenang di bawah laut seolah-olah mereka adalah hiu, lumba-lumba atau penyu.

AFP | ERWIN Z






Strategi Lintasarta Dukung Dunia Bisnis

22 Februari 2021

Strategi Lintasarta Dukung Dunia Bisnis

Di 2021, Lintasarta tetap berkomitmen memberikan layanan terbaik untuk berbagai sektor industri.


Sempat Diretas, Ditjen Pajak Targetkan Situsnya Pulih Hari Ini

11 Juni 2018

Sempat Diretas, Ditjen Pajak Targetkan Situsnya Pulih Hari Ini

Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan menargetkan pemulihan situsnya yang sempat diretas rampung pada hari ini.


Kominfo Blokir 34 Situs Berunsur Radikalisme Selama April 2018

31 Mei 2018

Kominfo Blokir 34 Situs Berunsur Radikalisme Selama April 2018

Kominfo berupaya meminimalkan aksi teror dengan memblokir konten radikalisme.


Pangsa Pasar Besar, Situs Perbandingan Harga Priceprice.com Diluncurkan

24 Januari 2018

Pangsa Pasar Besar, Situs Perbandingan Harga Priceprice.com Diluncurkan

Situs perbandingan harga Priceprice.com diluncurkan di Indonesia. Priceprice.com untuk memudahkan pengguna membandingkan harga barang.


Situs Om Senang Mirip Nikahsirri.com Hebohkan Belgia

27 September 2017

Situs Om Senang Mirip Nikahsirri.com Hebohkan Belgia

Pihak berwenang Belgia akan mengambil sikap tegas terhadap peredaran situs yang diduga menawarkan pelacuran terselubung.


Google Chrome Bakal Memungkinkan Pengguna Membisukan Situs Web

27 Agustus 2017

Google Chrome Bakal Memungkinkan Pengguna Membisukan Situs Web

Google menguji opsi baru yang memungkinkan pengguna membisukan situs web secara permanen di dalam browser Chrome.


Ingin Sukses Cari Uang Lewat YouTube? Ada Kiatnya...

10 Agustus 2017

Ingin Sukses Cari Uang Lewat YouTube? Ada Kiatnya...

Salah satu cara yang dipilih generasi Millennial untuk mengekspresikan diri adalah mengunggah materi ke YouTube, tapi kenapa tak semua sukses?


Bagaimana Menyusun Kata Sandi yang Anti Pembobolan?

10 Agustus 2017

Bagaimana Menyusun Kata Sandi yang Anti Pembobolan?

Bill Burr, pernah merilis sebuah buku (pedoman) di tahun 2003 lalu berisi kata sandi yang tidak dapat diretas, masih manjurkah?


Google, Facebook, Spotify Akan Ikut Aksi Dukung Net Neutrality

12 Juli 2017

Google, Facebook, Spotify Akan Ikut Aksi Dukung Net Neutrality

Perusahaan-perusahaan, seperti Google, Facebook, Spotify, Jumat lalu mengumumkan akan berpartisipasi dalam aksi 12 Juli untuk mendukung net neutrality


Ingin Vlog Anda Sekondang Kaesang? Hindari Lima Hal Berikut Ini

7 Juli 2017

Ingin Vlog Anda Sekondang Kaesang? Hindari Lima Hal Berikut Ini

Vlogging menjadi fenomena tersendiri saat ini. Banyak netizen, dari yang belum tekrenal sampai yang kondang macam Kaesang, meramaikan dunia vlog.