Burung Hantu Salju Sukses Berkembang Biak

Reporter

Editor


TEMPO Interaktif, Albany:
Peningkatan jumlah burung hantu salju di belahan bumi selatan menunjukkan bahwa perkembangbiakan spesies Arktik itu di belahan bumi utara tahun lalu berlangsung sukses. Para ahli biologi menyatakan persaingan yang terjadi mendorong burung-burung muda terbang ke daerah yang beriklim lebih hangat.
Burung hantu salju, yang menjadi terkenal karena menjadi peliharaan Harry Potter, terlihat dalam jumlah kecil di wilayah utara Negara Bagian New York dan negara bagian sebelah utara lainnya setiap musim dingin. Tahun ini burung-burung itu juga terlihat lebih ke selatan, di negara bagian yang sebelumnya jarang terlihat.
Burung hantu salju juga menampakkan diri di Tennessee untuk pertama kalinya dalam 22 tahun. Burung hantu yang berbulu seputih salju itu terlihat pada awal Desember di lapangan yang mengelilingi pabrik General Motors di Spring Hill, Tennessee.
Burung hantu salju bersarang di atas tanah di tundra Arktik. Umumnya mereka tinggal di daerah itu sepanjang tahun dan berkunjung ke Kanada serta Amerika Utara saat musim dingin. Mereka cenderung terlihat dalam jumlah besar di Amerika Serikat setiap 3-5 tahun, terdorong oleh merosotnya populasi lemming, satwa mirip hamster yang menjadi makanan pokoknya.
"Tahun ini tampaknya populasi lemming amat bagus," kata Laura Erickson, ahli biologi di Cornell Lab of Ornithology di Ithaca. "Ketika lemming berlimpah, burung hantu salju berkembang biak dengan bagus."
Hasilnya, populasi burung hantu berkembang amat pesat sehingga banyak burung jantan muda yang terbang lebih jauh ke selatan untuk memperluas daerah jelajahnya dalam mencari makanan. Seekor burung dewasa bisa mengkonsumsi 3-5 lemming setiap hari atau 1.600 ekor per tahun.
TJANDRA | AP





BKSDA Jakarta Selamatkan Satwa Didominasi dari Jakarta Barat dan Tangerang

24 hari lalu

BKSDA Jakarta Selamatkan Satwa Didominasi dari Jakarta Barat dan Tangerang

Pusat Penyelamatan Satwa Tegal Alur yang dikelola Balai Konservasi Sumber Daya Alam atau BKSDA Jakarta menerima sebanyak 362 satwa sepanjang 2022.


Kekeringan di Kenya Membunuh 205 Ekor Gajah

5 November 2022

Kekeringan di Kenya Membunuh 205 Ekor Gajah

Afrika Timur dilanda kekeringan terburuk dalam 40 tahun terakhir. Satwa liar Kenya juga menanggung akibatnya.


KLHK: Penanganan Perdagangan Satwa Liar Harus Dilakukan Bersama

28 Oktober 2022

KLHK: Penanganan Perdagangan Satwa Liar Harus Dilakukan Bersama

Dampak yang ditimbulkan dari kegiatan perdagangan satwa liar adalah kelangkaan, kepunahan spesies dan ketidakseimbangan ekosistem di habitat aslinya.


Marak Topeng Monyet, BKSDA Kalimantan Tengah Minta Warga Melaporkan

21 September 2022

Marak Topeng Monyet, BKSDA Kalimantan Tengah Minta Warga Melaporkan

Pertunjukan topeng monyet iberdampak negatif bagi manusia ataupun satwa monyetnya.


BKSDA Jakarta Gagalkan Penyelundupan Serangga dalam Boneka ke Arab Saudi

6 September 2022

BKSDA Jakarta Gagalkan Penyelundupan Serangga dalam Boneka ke Arab Saudi

Kini hewan tersebut diamankan oleh BKSDA Jakarta dan direncanakan akan dilepasliarkan.


BKSDA Lepas Empat Kukang ke Cagar Alam Maninjau

16 Agustus 2022

BKSDA Lepas Empat Kukang ke Cagar Alam Maninjau

Empat kukang tersebut terdiri dari tiga ekor yang merupakan barang bukti kejahatan perdagangan satwa dan satu ekor merupakan penyerahan warga


Bercengkerama dengan Satwa Liar di Taman Nasional Ujung Kulon

14 Agustus 2022

Bercengkerama dengan Satwa Liar di Taman Nasional Ujung Kulon

Salah satu destinasi wisata di Provinsi Banten adalah Taman Nasional Ujung Kulon. Apa saja keistimewaan destinasi wisata ini?


12 Agustus Hari Gajah Sedunia, Kapan Pertama kali Diperingati?

12 Agustus 2022

12 Agustus Hari Gajah Sedunia, Kapan Pertama kali Diperingati?

Hari gajah sedunia difungsikan untuk memperjuangkan kelestarian dan kesejahteraan gajah di dunia. Warga dunia diingatkan setiap 12 Agustus.


BKSDA Buru Penembak Hiu Tutul yang Mati Terdampar di Kulon Progo

27 Juli 2022

BKSDA Buru Penembak Hiu Tutul yang Mati Terdampar di Kulon Progo

Penembakan hiu tutul itu bisa dijerat pasal perburuan satwa liar.


Steve Irwin Terkenal sebagai Pemburu Buaya, Mati Disengat Ikan Pari

18 Juli 2022

Steve Irwin Terkenal sebagai Pemburu Buaya, Mati Disengat Ikan Pari

Steve Irwin pelestari satwa liar yang dikenal sebagai croc cathcer, pemburu buaya. Kematiannya pada 2006, akibat disengat ikan pari menggemparkan.