Harimau Serang Hewan Ternak Warga Simalungun

Reporter

Editor

Erwin Prima

Petugas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara menangani konflik Harimau Sumatera yang menyerang hewan ternak peliharaan warga di Simalungun. (ANTARA/HO)

TEMPO.CO, Medan - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara menangani konflik harimau sumatera (Panthera Tigris Sumatrae) yang muncul menyerang hewan ternak peliharaan warga Nagori Parmonangan, Kabupaten Simalungun.

"Kepala Bidang KSDA Wilayah II Pematang Siantar, Kamis, 14 April 2022, sekitar pukul 07.00 WIB menerima laporan dari masyarakat tentang munculnya harimau sumatera di Nagori Parmonangan, Kecamatan Jorlang Hataran, Kabupaten Simalungun, menyerang hewan ternak milik masyarakat," kata Plt Kepala BBKSDA Sumut Irzal Azhar, dalam keterangan tertulis, Sabtu.

Irzal menyebutkan, Tim BBKSDA Sumut kemudian menuju lokasi konflik untuk melakukan upaya tindak lanjut atas informasi tersebut. Tim tiba di lokasi konflik sekitar pukul 08.00 WIB, dan turut hadir Kapolsek Tiga Balata, Babinkamtibmas, aparat Desa Parmonangan, Manajer PTPN IV Bah Birong Ulu serta masyarakat sekitarnya.

Setelah berkoordinasi, selanjutnya tim melakukan penyisiran di sekitar lokasi konflik dan menemukan jejak harimau serta dua ekor lembu/sapi milik warga, Sugito dan Warsito, yang menjadi korban penyerangan binatang buas tersebut.

"Menurut keterangan dari pemilik ternak, peristiwa itu terjadi pada Kamis, di mana harimau menyerang hewan ternak yang dilepas di sekitar areal perkebunan kelapa sawit milik PTPN IV. Dari pengamatan tim di lokasi, harimau tersebut termasuk dalam kategori dewasa," ucapnya.

Tim juga memberikan sosialisasi, baik kepada manajemen PTPN IV, perangkat desa maupun masyarakat sekitar untuk berhati-hati dan waspada. Tim mengimbau agar masyarakat tidak melakukan aktivitas apapun di lokasi kejadian tersebut selama tiga hari ke depan.

Kalaupun keadaan terpaksa harus melakukan aktivitas, sebaiknya tidak dilakukan sendirian, melainkan secara kelompok. Disarankan juga seluruh hewan ternak peliharaan tidak dilepasliarkan di sekitar areal perkebunan, melainkan dikandangkan.

"Masyarakat juga diingatkan untuk tidak melakukan tindakan-tindakan yang dapat membahayakan bagi kelangsungan hidup satwa liar, termasuk harimau, seperti memburu, membunuh dan memasang jerat, karena perbuatan tersebut membawa konsekuensi hukum," katanya.

Kepala BBKSDA Sumut mengingatkan, jika menemukan kembali kehadiran si raja hutan, masyarakat diminta untuk segera melaporkan kepada pihak-pihak terkait, termasuk petugas terdekat, untuk diambil langkah-langkah/upaya tindak lanjut.

ANTARA

Baca:
Setelah 41 Hari Diburu, Harimau Sumatera Masuk Perangkap di Agam

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






78 Orang Tewas kedinginan di Afghanistan

8 hari lalu

78 Orang Tewas kedinginan di Afghanistan

Afghanistan sedang mengalami musim dingin terburuk lebih dari satu dekade. Dilaporkan sudah 78 orang meninggal kedinginan dan 77 ribu hewan ternak


Penyakit Lama LSD Kembali Menjangkiti Hewan Ternak di Jawa Tengah

9 hari lalu

Penyakit Lama LSD Kembali Menjangkiti Hewan Ternak di Jawa Tengah

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memerintahkan jajarannya sigap menangani LSD terkini. Minta perlakuan sama seperti terhadap Covid-19.


Gembira Loka Zoo Yogyakarta: Mulai 2023 Harga Tiket Masuk, Jam Buka-Tutup, dan Berbagai Wahana Lain

15 hari lalu

Gembira Loka Zoo Yogyakarta: Mulai 2023 Harga Tiket Masuk, Jam Buka-Tutup, dan Berbagai Wahana Lain

Berikut daftar harga tiket, jam buka-tutup dan berbagai wahana mulai 2023 di Gembira Loka Zoo, Yogyakarta.


40 Pendaki Naik Gunung Marapi Sebelum Erupsi, BKSDA Sumbar Paksa Turun

20 hari lalu

40 Pendaki Naik Gunung Marapi Sebelum Erupsi, BKSDA Sumbar Paksa Turun

Ada 40 orang pendaki yang terdaftar naik ke Gunung Marapi sebelum letusan terjadi


Sederet Kasus Harimau Terkam Manusia, Terbaru di Siak

39 hari lalu

Sederet Kasus Harimau Terkam Manusia, Terbaru di Siak

Harimau cenderung menghindari manusia. Tapi berubah menjadi agresif ketika hutan dirusak. Berhenti merusak hutan lebih baik untuk keselamatan anda.


Ragunan Jelaskan Kondisi Kesehatan Harimau Juve yang Viral Karena Terlihat Kurus

40 hari lalu

Ragunan Jelaskan Kondisi Kesehatan Harimau Juve yang Viral Karena Terlihat Kurus

Pengelola Taman Margasatwa Ragunan menjelaskan kondisi kesehatan Harimau Juve yang tampak kurus dan viral di media sosial.


Viral Harimau Ragunan Kurus, Begini Penjelasan Pengelola

41 hari lalu

Viral Harimau Ragunan Kurus, Begini Penjelasan Pengelola

Humas Taman Margasatwa Ragunan membenarkan bahwa harimau dalam video viral tersebut adalah satwa koleksi kebun binatang itu.


Kementan Gandeng Pengusaha Tingkatkan Produksi Pangan Asal Ternak

45 hari lalu

Kementan Gandeng Pengusaha Tingkatkan Produksi Pangan Asal Ternak

Kementan menggandeng 5 pelaku usaha bidang peternakan untuk mendongkrak investasi Penanaman Modal Dalam Negeri.


Seekor Macan Tutul Dilepas ke Taman Wisata Alam Kawah Kamojang Bandung

52 hari lalu

Seekor Macan Tutul Dilepas ke Taman Wisata Alam Kawah Kamojang Bandung

Macan tutul itu sebelumnya terperangkap jerat di hutan lindung Kamojang pada 22 November lalu.


Inilah 4 Hewan yang Memiliki Sifat Pendendam

59 hari lalu

Inilah 4 Hewan yang Memiliki Sifat Pendendam

Tidak hanya dimiliki manusia, beberapa hewan tertentu ternyata diketahui juga punya sifat pendendam.