Idul Fitri 2022 Jatuh pada 2 atau 3 Mei? Ini Penjelasan Profesor BRIN

Reporter

Petugas Rukyatul Hilal Kemenag Provinsi Kalteng melakukan pemantauan hilal (bulan) menggunakan teropong saat Rukyatul Hilal di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Selasa 11 Mei 2021. Pemantauan hilal yang dilakukan menggunakan teropong tersebut untuk menentukan 1 Syawal 1442 Hijriah yang bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri 2021. ANTARA FOTO/Makna Zaezar

TEMPO.CO, Jakarta - Profesor Riset Astronomi-Astrofisika di Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin, memprediksi 1 Syawal 1443 Hijriah atau Idul Fitri 2022 jatuh pada 2 Mei 2022. Menurutnya, 1 Syawal akan seragam antara hasil hisab dan rukyat nanti.

Thomas menjelaskan, pada 29 Ramadan 1443 H atau 1 Mei 2022, posisi bulan di wilayah Indonesia berada pada batas kriteria baru MABIMS (Menteri Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura). "Tingginya sudah di atas 3 derajat, tetapi elongasinya sekitar 6,4 derajat," kata Thomas dalam diskusi daring, Selasa 19 April 2022.

Dia menuturkan, kriteria MABIMS mulai digunakan pemerintah dalam menentukan penanggalan baru. Selama ini, kriteria hilal awal Hijriah adalah ketinggian 2 derajat, elongasi 3 derajat, dan umur bulan 8 jam. MABIMS bersepakat untuk mengubah kriteria tersebut menjadi ketinggian hilal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.

Meski begitu, Thomas menambahkan, masih ada potensi Idul Fitri akan ditetapkan jatuh ada 3 Mei 2022. Potensi ini memperhitungkan masa pancaroba di mana mendung dan hujan mungkin terjadi di lokasi rukyat sehingga posisi bulan yang masih berada di batas kriteria MABIMS semakin kabur. Alias, potensi laporan rukyat menyatakan hilal tidak terlihat.

Bila itu terjadi, pengamat rukyat mungkin akan mengusulkan di sidang isbat untuk melakukan istikmal, yaitu menggenapkan Ramadhan menjadi 30 hari. Bila sidang isbat menerimanya, maka Idul Fitri jatuh pada 3 Mei 2022. "Ini yang kemungkinan ada diskusi dalam sidang isbat," kata Thomas.

Sementara data kuat mendukung 1 Syawal jatuh pada 2 Mei. Secara hisab posisi bulan saat magrib 1 Mei 2022 di wilayah Sumatera bagian utara dekat dengan batas kriteria elongasi 6,4 derajat. Posisi bulan saat magrib di Sabang tingginya sudah 5 derajat lebih dan elongasinya sekitar 6,4 derajat.

Ada dukungan kriteria imkan rukyat (visibilitas hilal) Odeh bahwa saat magrib 1 Mei 2022 di sebagian wilayah Indonesia hilal mungkin bisa dirukyat dengan menggunakan alat optik (binokuler atau teleskop). Kriteria visibilitas hilal Odeh menunjukkan di wilayah Sumatera hilal mungkin bisa dirukyat dengan binokuler atau teleskop.

"Bila ada laporan rukyat bahwa hilal terlihat kemungkinan akan diterima karena dianggap telah memenuhi kriteria baru MABIMS," kata Thomas sambil menambahkan, "Apalagi Lembaga Falakiyah PBNU menggunakan definisi elongasi geosentrik dalam kriterianya. Kalau kesaksian rukyat diterima pada sidang isbat, secara syar’i itu sah."

Baca juga:
Pengamatan dan Prediksi Hilal Awal Ramadan 1443 Hijriah oleh BMKG

 

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






Satelit Universitas Surya Sampai di ISS, Pertama dari Kampus di Indonesia

2 jam lalu

Satelit Universitas Surya Sampai di ISS, Pertama dari Kampus di Indonesia

Satelit kini menunggu dilepas ke orbit rendah Bumi oleh astronot di ISS.


Puluhan Ribu Rumah Rusak Pasca-Gempa Cianjur, Ridwan Kamil Akan Belajar dari Jepang

2 hari lalu

Puluhan Ribu Rumah Rusak Pasca-Gempa Cianjur, Ridwan Kamil Akan Belajar dari Jepang

BRIN mencatat, lebih dari 80 persen rumah di zona kegempaan tinggi adalah rumah rakyat. Seperti di Cianjur, rumah rakyat kebanyakan tak tahan gempa.


Peneliti Pertanian Muda dari BRIN Dapat Penghargaan di Jepang

4 hari lalu

Peneliti Pertanian Muda dari BRIN Dapat Penghargaan di Jepang

Selain Amanda, dua peneliti muda dari Madagaskar dan Meksiko juga mendapat penghargaan yang sama. Terima hadiah uang tunai sebesar US$5.000.


Kerja Sama dengan Kampus Rusia, Peneliti BRIN Bisa Studi S-3 Nuklir Berbasis Riset

6 hari lalu

Kerja Sama dengan Kampus Rusia, Peneliti BRIN Bisa Studi S-3 Nuklir Berbasis Riset

Untuk tahun ini, sebanyak enam peneliti BRIN terpilih sebagai mahasiswa kampus Tomsk Polytechnic University (TPU) Rusia.


Peneliti Nuklir BRIN Cerita Cara Hadapi Kelompok Antinuklir di Indonesia

6 hari lalu

Peneliti Nuklir BRIN Cerita Cara Hadapi Kelompok Antinuklir di Indonesia

Peneliti nuklir perempuan ini mengungkapnya dalam Atom Expo XII di Park of Science and Art Sirius, Sochi, Rusia.


Ini Sumber Gempa yang Merusak Cianjur: Utara Cimandiri, Lurusan Lembang

6 hari lalu

Ini Sumber Gempa yang Merusak Cianjur: Utara Cimandiri, Lurusan Lembang

BMKG mencatat 14 kejadian gempa dengan kekuatan merusak di wilayah Sukabumi dan Cianjur, termasuk gempa M5,6 yang terjadi pada Senin.


BUMN Rusia Gelar Pameran Industri Nuklir Atom Expo XII, Dihadiri BRIN

7 hari lalu

BUMN Rusia Gelar Pameran Industri Nuklir Atom Expo XII, Dihadiri BRIN

BUMN energi nuklir Rusia Rosatom rutin menggelar Atom Expo setiap tahun.


BMKG: Hujan Sedang-Lebat Hari Ini dari Sumbar sampai Jateng

12 hari lalu

BMKG: Hujan Sedang-Lebat Hari Ini dari Sumbar sampai Jateng

BMKG sebut potensi pengaruh bibit Siklon Tropis 94S juga terhadap angin kencang dan gelombang tinggi 6 meter.


Besok Ada Peristiwa Langit Hujan Meteor Leonid, Apa itu Hujan Meteor?

12 hari lalu

Besok Ada Peristiwa Langit Hujan Meteor Leonid, Apa itu Hujan Meteor?

Menurut BRIN hujan meteor adalah fenomena astronomis tahunan yang terjadi saat sejumlah meteor berpindah dari titik tertentu di langit.


Bukan Mba Rara, BRIN dan BMKG Modifikasi Cuaca Cegah Hujan Turun di KTT G20

13 hari lalu

Bukan Mba Rara, BRIN dan BMKG Modifikasi Cuaca Cegah Hujan Turun di KTT G20

BRIN dan BMKG serta TNI AU melakukan teknologi modifikasi cuaca untuk mencegah hujan turun saat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20.