Cuci Tangan Seperlunya Saja

Reporter

Editor


TEMPO Interaktif, New York:
Secara instingtif, bayi berusaha memasukkan semua benda ke dalam mulutnya ketika mengeksplorasi dunia di sekelilingnya. Perilaku instingtif semacam itu pasti memiliki manfaat evolusioner. Jika tidak, maka perilaku itu tidak akan bertahan sampai ribuan tahun. Perilaku tersebut juga meningkatkan peluang yang membantu manusia bertahan hidup sebagai suatu spesies.
Meski menulis buku berjudul Mengapa Tanah Itu Baik, Mary Ruebush tidak menyarankan manusia meninggalkan lingkungan modern yang bersih dan kembali ke perilaku kotor serta jorok di masa lalu. Dia menunjukkan bukti bahwa bakteri ada di mana-mana, bahkan di dalam tubuh manusia. Sebagian besar mikroorganisme itu tidak menimbulkan masalah. Banyak di antaranya justru amat penting bagi kesehatan, misalnya yang hidup normal dalam saluran pencernaan dan menghasilkan nutrisi yang penting bagi kehidupan.
"Biasanya tubuh manusia menampung sekitar 90 triliun mikroba," kata Ruebush. "Mikroba yang begitu banyak dan beragam jenisnya itulah yang membuat Anda tetap sehat."
Ruebush menyesali tren yang terobsesi pada produk antibakteri yang membawa kesan keliru tentang keamanan dan pada akhirnya mendorong perkembangan resistensi terhadap antibiotik, bakteri penyebab penyakit. Sabun biasa dan air saja sudah cukup untuk membersihkan.
"Saya merekomendasikan cuci tangan setelah menggunakan kamar mandi, sebelum makan, setelah mengganti popok, sebelum dan sesudah memasak, atau setiap saat tangan terlihat kotor," kata Ruebush dalam bukunya. Jika air mengalir tidak tersedia, dia menyarankan penggunaan hand sanitizer berbasis alkohol.
Anjuran Dr Weinstock bahkan jauh lebih "seram". "Anak-anak seharusnya diperbolehkan berjalan tanpa alas kaki di tanah, main tanah, dan tak perlu mencuci tangan ketika makan," katanya. Menurut Weinstock, anak-anak yang besar di peternakan yang kerap terpapar cacing dan organisme lain dari binatang peliharaannya jarang mengalami alergi dan penyakit autoimmune. "Akan amat membantu jika membiarkan anak memiliki dua anjing dan seekor kucing, memapar mereka terhadap cacing usus yang akan mendorong sistem imun nan sehat," ujarnya.
TJANDRA | NYTIMES | BBC





Peneliti Universitas Jember Bangun Riset Sel Punca dari Jaringan Rongga Mulut

1 hari lalu

Peneliti Universitas Jember Bangun Riset Sel Punca dari Jaringan Rongga Mulut

Pemilihan rongga mulut sebagai basis riset sel punca karena lebih mudah diaplikasikan.


Setahun BRIN, Birokrasi dan Dana Riset Jadi Kendala

13 hari lalu

Setahun BRIN, Birokrasi dan Dana Riset Jadi Kendala

BRIN masih berkutat dengan masalah tata kelola infrastruktut yang dinilai birokratis dan skema pendanaan riset.


Ternyata Bukan Senin Hari Kerja Tersibuk, Lalu Apa?

26 hari lalu

Ternyata Bukan Senin Hari Kerja Tersibuk, Lalu Apa?

Berdasarkan riset yang dibuat oleh Zoom Video Communications, Inc. terungkap Senin bukan hari kerja paling sibuk dalam seminggu melainkan Selasa.


Peneliti Nanoteknologi Unpad Raih Penghargaan Inovasi Berhadiah Rp 65 Juta

28 hari lalu

Peneliti Nanoteknologi Unpad Raih Penghargaan Inovasi Berhadiah Rp 65 Juta

Unpad mengumumkan hasil penilaian itu di acara Apresiasi Inovasi di Grha Sanusi Hardjadinata Unpad Kampus Iwa Koesoemasoemantri, Bandung.


Bikin Tabung Pemantau Kondisi Air Laut, Peneliti Unpad Raih Penghargaan Inovasi

35 hari lalu

Bikin Tabung Pemantau Kondisi Air Laut, Peneliti Unpad Raih Penghargaan Inovasi

Alat buatan tim peneliti Unpad itu meraih juara pertama dan kedua di ajang Kompetisi Inovasi Jawa Barat 2022.


Riset LP3ES: Anak Muda Perkotaan Tanggapi Positif Kampanye Kesetaraan Gender

16 November 2022

Riset LP3ES: Anak Muda Perkotaan Tanggapi Positif Kampanye Kesetaraan Gender

LP3ES menyimpulkan bahwa anak muda perkotaan baik pria maupun wanita relatif merespon positif kampanye tentang kesetaraan gender.


SAFEnet Ajak Kelompok Rentan Tingkatkan Kapasitas Menghadapi Serangan Digital

13 November 2022

SAFEnet Ajak Kelompok Rentan Tingkatkan Kapasitas Menghadapi Serangan Digital

SAFEnet melihat maraknya serangan digital tidak hanya pada mereka yang bekerja di isu antikorupsi, tapi hampir di semua isu terkait HAM.


Lengan Tiruan Karla Bionics ITB Seharga Rp 9,9 Juta Mulai Diproduksi di Bandung

13 November 2022

Lengan Tiruan Karla Bionics ITB Seharga Rp 9,9 Juta Mulai Diproduksi di Bandung

Produksi lengan prostesis yang bisa bergerak atau aktif itu bekerja sama dengan sebuah perusahaan di Bandung yang punya sertifikasi.


Kominfo Gandeng Huawei, ITB, Telkom University Kembangkan Riset 5G untuk IKN

9 November 2022

Kominfo Gandeng Huawei, ITB, Telkom University Kembangkan Riset 5G untuk IKN

Sekjen Kementerian Kominfo mengatakan kolaborasi itu merupakan upaya untuk mendorong transformasi digital.


ITB Dorong Mahasiswa S-1 Ikut 400 Lomba Riset Setiap Tahun

6 November 2022

ITB Dorong Mahasiswa S-1 Ikut 400 Lomba Riset Setiap Tahun

Peserta lomba riset atau disebut kompetisi prestasi itu berjumlah sekitar 10 persen dari total mahasiswa S-1 ITB.