Mabuk Kepayang Facebook (bagian 2 dari 2 tulisan)

Reporter

Editor


TEMPO Interaktif, Jakarta:  Kini jumlah facebooker Indonesia jauh melebihi pengguna di Singapura dan Malaysia. Padahal Facebook hingga pertengahan 2007 nyaris tak dilirik pengguna Internet di sini. Tapi, memasuki pertengahan tahun lalu, jumlah akses ke situs ini melonjak tajam dan menempatkannya sebagai situs ranking kelima yang paling banyak diakses di Indonesia. Bahkan Indonesia tercatat dalam sepuluh besar negara pemakai situs yang mulai dibuka untuk umum pada 2006 ini.

Pengamat situs media sosial Enda Nasution melihat tak ada peristiwa khusus yang memicu lonjakan tersebut. "Cuma, memang, fitur-fitur yang ada mulai dimanfaatkan orang," katanya.
Situs pertemanan yang awalnya terbatas untuk kalangan mahasiswa Universitas Harvard, Amerika Serikat, ini memang ibarat toko serba ada, yang menawarkan hampir semua jasa yang disediakan berbagai situs. Pengakses situs ini bisa menjalin pertemanan, bergabung ke grup atau komunitas sosial, mengirim surat elektronik, chatting, bermain online game, serta mengunggah video dan foto.

Menurut Enda, fitur pengunggah fotolah yang paling besar memancing pemakai baru. Facebook tak sekadar menyediakan jasa mengunggah foto, tapi juga menawarkan fitur tag atau menandai orang-orang yang ada di foto itu.

Orang yang ditandai akan dikirimi pemberitahuan bahwa ada yang memuat fotonya di Facebook. Bahkan mereka yang belum punya account di situs ini pun bisa dikirimi pemberitahuan lewat surat elektronik. "Ini yang membuat orang penasaran, lalu akhirnya bergabung ke Facebook," Enda menjelaskan.

Kebanyakan, tutur Enda, foto yang dimuat di situs ini adalah foto-foto lama. Lewat foto lama inilah banyak dari para pengguna Facebook bisa berkomunikasi lagi dengan kenalan lama yang sudah bertahun-tahun kehilangan kontak.

Salah satu yang merasakan manfaat ini adalah Dewi Yanthi. Ia dan Kurnia Effendi menggagas reuni penulis cerpen di Anita Cemerlang, majalah yang sudah berhenti terbit sejak 2001.

Bermodal sepuluh nama, Dewi memburu penulis cerpen lewat promosi dari mulut ke mulut, Friendster, dan Facebook. Dalam waktu dua pekan ia berhasil menemukan lebih dari 100 orang yang pernah menulis cerpen untuk Anita Cemerlang. "Paling banyak ketemu kontaknya dari Facebook," ujarnya. "Kalau di Friendster, nggak terlalu banyak."

Dewi juga memakai fitur undangan acara untuk berbagi perkembangan terakhir soal reuni tersebut. Seperti fitur lainnya, undangan ini juga bisa dikomentari dan isinya penuh dengan sumbang ide dari mereka yang tertarik hadir ke reuni ini. "Saya senang karena penulis yang ada di luar kota sudah memesan tiket pesawat untuk datang ke acara reuni," katanya.
Fitur foto jugalah yang membuat Hendra Susila memantengi Facebook sepanjang hari. "Saya cek Facebook hampir setiap ada waktu luang di kantor dan di rumah," ujar manajer di sebuah perusahaan telekomunikasi ini.

Malah Hendra mengatur agar setiap perubahan terbaru dikirimkan ke BlackBerry-nya. "Seneng aja kalau ternyata ada tag foto baru, atau temen baru yang minta ditambahkan ke daftar teman saya," katanya.

Hendra merasa hidupnya banyak berubah lantaran Facebook. Biasanya, sesampai di kantor, ia mengecek surat elektronik dan mengisi waktu luangnya dengan membaca buku, sekarang ia lebih sibuk mengurusi Facebook. Bahkan, setiap berkumpul, menelepon, atau berkorespondensi dengan teman, pasti ada saja hal-hal di Facebook yang menjadi bahan obrolan.

Di kantornya, Hendra tak sendirian. Hampir semua karyawan keranjingan Facebook. Akibatnya, bandwidth Internet kantor tersedot untuk Facebook. Belakangan, Facebook paling banyak diakses melebihi urusan yang berhubungan dengan pekerjaan. Akhirnya akses ke Facebook diblokir.

Toh, langkah itu tak menyurutkan Hendra dan teman-temannya mengakrabi Facebook. Mereka beralih mengakses Facebook lewat BlackBerry atau lewat peranti lunak Opera Mini yang dipasang di ponsel, yang bisa mengakses Internet.

Meski sejumlah kantor di Jakarta kini mulai memblokir Facebook, para penggemarnya tetap sulit dibendung. Apalagi salah satu daya tariknya adalah menjadi media berinteraksi dengan orang-orang dekat yang tak bisa dilakoni karena sempitnya waktu luang. "Facebook bisa memenuhi kebutuhan untuk berjejaring tanpa perlu bertatap muka dalam waktu yang singkat," kata Eileen Rahman, psikolog sekaligus konsultan sumber daya manusia.
Yang jelas, popularitas Facebook kemudian tak hanya dimanfaatkan dalam urusan jaringan sosial. Risa Amrikasari, misalnya, memanfaatkan fitur iklan di Facebook untuk mempromosikan buku antologi cerpen Good Lawyer, yang ditulis keroyokan oleh beberapa blogger, termasuk pembuat kisah Catatan Si Boy, Zara Zettira Z.R.

Risa membuat satu halaman khusus soal buku ini dan menulis catatan-catatan terkait dengan buku yang akan diterbitkannya itu. Karena para penulisnya juga memiliki account di Facebook, mereka yang tertarik pada buku itu bisa langsung berinteraksi dengan para penulis.
Belum lagi diluncurkan, sekitar 500 pemakai Facebook sudah menyatakan diri menjadi penggemar buku ini. Bahkan beberapa dari mereka sudah menyatakan siap hadir dalam acara peluncurannya.

"Awalnya hanya coba-coba, tapi hasilnya sangat beyond expectation," ujar Risa. "Makanya saya sekarang meninggalkan situs-situs networking yang lain dan mulai konsentrasi di Facebook saja."

OKTAMANDJAYA WIGUNA






Strategi Lintasarta Dukung Dunia Bisnis

22 Februari 2021

Strategi Lintasarta Dukung Dunia Bisnis

Di 2021, Lintasarta tetap berkomitmen memberikan layanan terbaik untuk berbagai sektor industri.


Sempat Diretas, Ditjen Pajak Targetkan Situsnya Pulih Hari Ini

11 Juni 2018

Sempat Diretas, Ditjen Pajak Targetkan Situsnya Pulih Hari Ini

Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan menargetkan pemulihan situsnya yang sempat diretas rampung pada hari ini.


Kominfo Blokir 34 Situs Berunsur Radikalisme Selama April 2018

31 Mei 2018

Kominfo Blokir 34 Situs Berunsur Radikalisme Selama April 2018

Kominfo berupaya meminimalkan aksi teror dengan memblokir konten radikalisme.


Pangsa Pasar Besar, Situs Perbandingan Harga Priceprice.com Diluncurkan

24 Januari 2018

Pangsa Pasar Besar, Situs Perbandingan Harga Priceprice.com Diluncurkan

Situs perbandingan harga Priceprice.com diluncurkan di Indonesia. Priceprice.com untuk memudahkan pengguna membandingkan harga barang.


Situs Om Senang Mirip Nikahsirri.com Hebohkan Belgia

27 September 2017

Situs Om Senang Mirip Nikahsirri.com Hebohkan Belgia

Pihak berwenang Belgia akan mengambil sikap tegas terhadap peredaran situs yang diduga menawarkan pelacuran terselubung.


Google Chrome Bakal Memungkinkan Pengguna Membisukan Situs Web

27 Agustus 2017

Google Chrome Bakal Memungkinkan Pengguna Membisukan Situs Web

Google menguji opsi baru yang memungkinkan pengguna membisukan situs web secara permanen di dalam browser Chrome.


Ingin Sukses Cari Uang Lewat YouTube? Ada Kiatnya...

10 Agustus 2017

Ingin Sukses Cari Uang Lewat YouTube? Ada Kiatnya...

Salah satu cara yang dipilih generasi Millennial untuk mengekspresikan diri adalah mengunggah materi ke YouTube, tapi kenapa tak semua sukses?


Bagaimana Menyusun Kata Sandi yang Anti Pembobolan?

10 Agustus 2017

Bagaimana Menyusun Kata Sandi yang Anti Pembobolan?

Bill Burr, pernah merilis sebuah buku (pedoman) di tahun 2003 lalu berisi kata sandi yang tidak dapat diretas, masih manjurkah?


Google, Facebook, Spotify Akan Ikut Aksi Dukung Net Neutrality

12 Juli 2017

Google, Facebook, Spotify Akan Ikut Aksi Dukung Net Neutrality

Perusahaan-perusahaan, seperti Google, Facebook, Spotify, Jumat lalu mengumumkan akan berpartisipasi dalam aksi 12 Juli untuk mendukung net neutrality


Ingin Vlog Anda Sekondang Kaesang? Hindari Lima Hal Berikut Ini

7 Juli 2017

Ingin Vlog Anda Sekondang Kaesang? Hindari Lima Hal Berikut Ini

Vlogging menjadi fenomena tersendiri saat ini. Banyak netizen, dari yang belum tekrenal sampai yang kondang macam Kaesang, meramaikan dunia vlog.