Bakal Setara SpaceX, Starliner dari Boeing Berhasil Merapat ke ISS di Orbit

Boeing CST-100 Starliner berhasil berlabuh di Stasiun Luar Angkasa Internasional. Foto : NASA

TEMPO.CO, Jakarta - Sabtu pagi waktu Indonesia, 21 Mei 2022, pesawat antariksa Boeing, CST-100 Starliner, sukses berlabuh di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) untuk pertama kalinya. Boeing mendemonstrasikan potensi pesawat itu untuk berikutnya membawa awak penumpang. Itu akan menjadi kemampuan setara SpaceX di Amerika Serikat, dan Boeing berhasil mencapainya setelah upaya percobaan dan penundaan selama bertahun-tahun.

Starliner masih dalam tahap uji terbang NASA yang disebut OFT-2, Orbital Flight Test-2. Kapsul Starliner dikembangkan Boeing untuk Program Kru Komersial NASA, dibuat untuk transportasi para astronot NASA ke dan dari ISS. Tapi, sebelum ada yang menumpanginya, NASA mensyaratkan Boeing demonstrasi penerbangan Starliner yang tanpa awak.

Tujuannya, menunjukkan kapsul dapat mencapai seluruh aspek penting yang dibutuhkannya ketika nanti mengangkut awak penumpang. Boeing masih berjuang untuk itu hingga sekarang.

Adapun Misi terkini disebut OFT-2 sejak secara teknis menjadi perulangan dari misi yang sudah coba dilakukan Boeing pada 2019 dan disebut OFT. Dalam penerbangannya itu, Starliner berhasil meluncur ke luar angkasa tapi korslet pada software mencegah pesawat kapsul itu menempati orbit yang tepat untuk bisa merapat ke ISS.

Saat itu Boeing harus menarik pulang pesawatnya itu ke Bumi lebih awal, dan perusahaan belum pernah lagi mencobanya.

Sekarang, sekitar 2,5 tahun berselang, Starliner akhirnya mampu menunjukkan kemampuan yang diharapkan. Menggunakan serangkaian sensor, kapsul secara mandiri menuntun dirinya ke sebuah docking port yang terbuka di ISS. Starliner berlabuh sedikit terlambat, satu jam lebih dari jadwal, karena beberapa masalah dengan docking ring yang diselesaikan saat itu juga, hingga akhirnya pesawat berhasil menyatu dengan ISS.

“Pesawat antariksa Boeing Starliner akhirnya melakukan docking sempurna pertamanya yang bersejarah, membuka sebuah jalan baru nan lebar bagi akses kru ke laboratorium yang sedang mengorbit ini," kata Steve Siceloff, juru bicara Boeing lewat siaran streaming saat docking.

Masalah dengan roket pendorong

Sudah ada kekhawatiran tentang kemampuan Starliner untuk berlabuh setelah Boeing mengungkap beberapa masalah dengan roket pendorong kemarin.

Starliner mengangkasa menumpang roket Atlas V yang dibuat dan dioperasikan United Launch Alliance, dari Cape Canaveral, AS, pada Kamis pagi (WIB). Begitu terpisah dari Atlas V, dia harus menyalakan roketnya sendiri untuk mendorongnya masuk ke orbit yang pas untuk bisa mencapai ISS.

Kapsul Boeing CST-100 Starliner diluncurkan di atas roket United Launch Alliance Atlas 5 pada penerbangan uji kedua tanpa awak ke Stasiun Luar Angkasa Internasional, di Cape Canaveral, Florida, 19 Mei 2022. Sekitar 30 menit setelah lepas landas, Starliner mencapai orbit awal yang dimaksudkan, setelah berpisah dari roket Atlas V. REUTERS/Steve Nesius

Saat itulah, begitu manuver dilakukan, Boeing dan NASA mengatakan kalau dua dari 12 roket pendorong Starliner gagal berfungsi dan mati terlalu cepat. Sistem kontrol penerbangan pesawat kapsul itu kemudian mampu memberi dorongan dan dialihkan menjadi penggantinya, yang menolong menempatkan Starliner memasuki orbit yang stabil.

Pada akhirnya, NASA dan Boeing, dalam jumpa pers kesuksesan yang digelar kemudian, mengklaim masalah yang terjadi tidak seharusnya berdampak kepada misi keseluruhan Starliner. Boeing juga mencatat kalau tim Starliner sedang menyelidiki beberapa perilaku janggal dari apa yang disebut “thermal cooling loop” tapi dinyatakan kalau temperatur di pesawat stabil.

“Sistemnya didesain untuk saling mendukung, dan terbukti bisa berjalan baik," kata manajer kru komersial Boeing, Mark Nappi. “Kami memiliki pesawat yang aman, dan kami sedang berada di jalur menuju ISS."

Starliner akan mangkal di ISS selama 4-5 hari ke depan. Starliner membawa beberapa muatan yang akan diambil kru di ISS, termasuk sebuah manekin yang dinamakan Rosie the Rocketeer yang mensimulasikan akan seperti apa manusia mengendarai Starliner.

Starliner akan melepaskan diri dari ISS dan menjaga jaraknya dari stasiun itu sebelum menggunakan roket pendorongnya ke luar dari orbit dan pulang ke Bumi.

Menuju kemampuan SpaceX

Peluncuran pertama membawa awak penumpang dijadwalkan pada tahun ini juga. Jika mulus, Starliner akan bergabung dengan SpaceX dengan kapsul Crew Dragon-nya sebagai pesawat antariksa komersial kedua yang mampu menerbangkan astronot Amerika ke antariksa. SpaceX melakukannya pertama bersama dua astronot pada Mei 2020 dan sejak itu telah mengantar delapan astronot lagi dalam dua kali peluncuran.

Pada 2018, ketika pesawat antariksa Soyuz dari Rusia masih menjadi satu-satunya cara untuk bisa sampai ke ISS, kasus malfungsi pada reoket akan berarti risiko para astronot itu terdampar di stasiun di orbit tersebut. Itu menjadi bagian dari alasan NASA memacu sektor pesawat antariksa komersial, yakni menghindar dari ketergantungan kepada Rusia--sebuah kebutuhan yang semakin mendesak setelah perang di Ukraina.

THE VERGE, NEW SCIENTIST

Baca juga:
Virus Cacar Monyet Menyebar Cepat, Ini Hasil Genome Sequencing Pertama yang Dipublikasi






Ini Alasan Jurnalis Rusia Pengkritik Putin Kabur dari Tahanan Rumah

11 menit lalu

Ini Alasan Jurnalis Rusia Pengkritik Putin Kabur dari Tahanan Rumah

Jurnalis Marina Ovsyannikova membenarkan bahwa dia telah kabur dari tahanan rumah karena pemerintah Rusia juga melanggar undang-undang


Kazakhstan Tolak Permintaan Rusia Usir Duta Besar Ukraina

46 menit lalu

Kazakhstan Tolak Permintaan Rusia Usir Duta Besar Ukraina

Kazakhstan menolak permintaan Rusia untuk mengusir duta besar Ukraina lantaran mengecam Moskow dengan nada yang dinilai tidak pantas


Risiko Perang Nuklir, Menlu Inggris: Putin Terkenal Tukang Ancam

1 jam lalu

Risiko Perang Nuklir, Menlu Inggris: Putin Terkenal Tukang Ancam

Menlu Inggris James Cleverly menuding Presiden Rusia Vladimir Putin suka mengancam perang nuklir


Tiga Putra Remaja Ramzan Kadyrov Segera Gabung Wamil Rusia

2 jam lalu

Tiga Putra Remaja Ramzan Kadyrov Segera Gabung Wamil Rusia

Pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov menyatakan tiga putranya yang masih remaja akan mengikuti wajib militer Rusia untuk perang Ukraina.


AS Komentari Persiapan Senjata Nuklir 'Kiamat Poseidon' Rusia

4 jam lalu

AS Komentari Persiapan Senjata Nuklir 'Kiamat Poseidon' Rusia

Amerika Serikat menanggapi persiapan penggunaan senjata nuklir Rusia seperti dilaporkan sejumlah media Eropa baru-baru ini.


Mengenal Super-Torpedo Poseidon, Perangkat Nuklir 'Senjata Kiamat' Rusia

4 jam lalu

Mengenal Super-Torpedo Poseidon, Perangkat Nuklir 'Senjata Kiamat' Rusia

Rusia dilaporkan akan menguji coba senjata nuklir super-torpedo Poseidon, yang sering disebut sebagai 'senjata Kiamat', untuk pertama kalinya, dalam perang Ukraina.


Zelensky: Militer Ukraina Membuat Kemajuan Besar di Selatan dan Timur

6 jam lalu

Zelensky: Militer Ukraina Membuat Kemajuan Besar di Selatan dan Timur

Presiden Volodymyr Zelensky menyatakan militer Ukraina telah membuat kemajuan besar dan cepat melawan pasukan Rusia di selatan dan timur Ukraina.


Rusia Puji Elon Musk atas Saran Kontroversial soal Perdamaian dengan Ukraina

7 jam lalu

Rusia Puji Elon Musk atas Saran Kontroversial soal Perdamaian dengan Ukraina

Elon Musk mengajukan saran yang dinilai kontroversial terkait perdamaian antara Rusia Ukraina.


TikTok Kena Denda Rusia karena Dianggap Sebarkan Propaganda LGBT

8 jam lalu

TikTok Kena Denda Rusia karena Dianggap Sebarkan Propaganda LGBT

Denda tersebut menandai langkah terbaru perselisihan Rusia dengan sejumlah perusahaan teknologi raksasa, terbaru dengan TikTok.


Kapal Selam Nuklir Rusia Angkut 6 Torpedo Poseidon Menghilang dari Radar NATO

9 jam lalu

Kapal Selam Nuklir Rusia Angkut 6 Torpedo Poseidon Menghilang dari Radar NATO

Rusia disebut sedang mempersiapkan serangan nuklir ke Ukraina. Kapal selam Rusia yang mengangkut torpedo Poseidon menghilang dari radar.