Tanah Ambles sampai 20 Sentimeter per Tahun di Pantura? Cek Data Satelit

Personel kepolisian dari Polsek Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan (KP3) Tanjung Emas Semarang bersama warga dan relawan bergotong-royong menutup tanggul yang jebol akibat banjir rob di kawasan industri Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Jawa Tengah, Rabu, 25 Mei 2022. Polisi dan warga menutup tanggul tersebut dengan konstruksi pagar bambu dan karung berisi pasir serta batu. ANTARA FOTO/Aji Styawan

TEMPO.CO, Jakarta - Kajian tim Pusat Riset Antariksa di Badan Riset dan Inovasi Nasional menegaskan tanah ambles di wilayah pesisir pantai utara atau pantura Jawa. Kajian berdasarkan data satelit Synthetic Aperture Radar. “Hasilnya menunjukkan land subsidence di pantura Jawa seperti Semarang dan sekitarnya,” kata peneliti Pusat Riset Antariksa BRIN, Thomas Djamaluddin, dalam webinar Banjir Rob di Musim Kemarau, Kamis 2 Juni 2022.

Profesor yang juga mantan Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa itu mengungkap penurunan tanah di Pekalongan yang tertinggi dibandingkan dengan daerah lain. Hasil pengukuran berdasarkan perhitungan rata-rata penurunan tanah selama periode 2015–2020 menunjukkan pesisir Pekalongan ambles 2,1-11,0 sentimeter per tahun.

Adapun DKI Jakarta tercatat antara 0,1–8,0 sentimeter per tahun, Kota Semarang antara 0,9–6,0 cm/tahun, Kota Surabaya 0,3–4,3 cm/tahun, dan Kota Cirebon berkisar 0,28-4,0 cm/tahun. “Ini yang perlu diwaspadai,” kata Djamaluddin.

Data satelit itu memperkuat hasil riset sebelumnya seperti yang dilakukan oleh tim riset Institut Teknologi Bandung atau ITB. Kepala Laboratorium Geodesi Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian ITB, Heri Andreas, bahkan menyebut laju atau kecepatan penurunan tanah di Semarang, Pekalongan dan Demak saat ini  sudah ada yang mencapai 20 sentimeter per tahun. “Angka itu merupakan laju penurunan tanah tercepat yang tercatat di dunia,” kata dia, 29 Mei 2022.

Gelombang tinggi yang terjadi membuat sebagian wilayah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, dilanda banjir rob.

Heri mempertanyakan, faktor penurunan tanah itu tidak disebut pemerintahan setempat menyoroti banjir rob ekstrem pada 23 Mei lalu. “Karena dasar dari pengurangan risiko suatu bencana melalui upaya prevensi mitigasi juga adaptasi harus berbasis investigasi faktor penyebab yang tepat,” katanya.

Tentang keprihatinan Heri, Thomas menerangkan bahwa BRIN bisa melibatkan beberapa pusat riset untuk berkolaborasi meneliti banyak faktor penyebab banjir rob di pantura. Adapun peringatan dini banjir rob menjadi tugas BMKG. “Untuk penyiapan infrastruktur, tentu pemerintah daerah yang berwenang,” kata dia.

Baca juga:
Banjir Rob Ekstrem Dipicu Fenomena Sungai di Atmosfer, Ini yang Terjadi






Rekomendasi Destinasi Wisata di Pemalang, Pantai Joko Tingkir Favoritnya

2 hari lalu

Rekomendasi Destinasi Wisata di Pemalang, Pantai Joko Tingkir Favoritnya

Pemalang memiliki topografi yang bervariasi, mwmbuatnya memiliki destinasi wisata unggulan. Salah satunya Pantai Joko Tingkir yang favorit dikunjungi.


Menyesal Jika Tak Cicipi Kuliner Khas Pemalang, Nasi Grombyang sampai Lontong Dekem

2 hari lalu

Menyesal Jika Tak Cicipi Kuliner Khas Pemalang, Nasi Grombyang sampai Lontong Dekem

Kabupaten Pemalang di lintasan Pantura Jawa, punya beragam kuliner khas yang lezat. namanya pun unik nasi Grombyang, Lontong Dekem sampai Ogel-ogel.


Potensi Hujan Hari Ini, BMKG: Siaga Dampak di 6 Provinsi

3 hari lalu

Potensi Hujan Hari Ini, BMKG: Siaga Dampak di 6 Provinsi

BMKG juga mengingatkan masih ada potensi banjir rob, ombak sangat tinggi di sekitar Selat Sunda dan Banten.


Prakiraan Cuaca BMKG: Hujan, Gelombang Ekstrem, Banjir Rob, Siaga di 6 Provinsi

4 hari lalu

Prakiraan Cuaca BMKG: Hujan, Gelombang Ekstrem, Banjir Rob, Siaga di 6 Provinsi

Hujan berpetir diperkirakan terjadi di Surabaya, Banjarmasin, Tarakan, Tanjung Pinang dan Kupang.


Odiga, Aplikasi Besutan Mahasiswa ITB berbasis AI untuk Rencanakan Perjalanan

4 hari lalu

Odiga, Aplikasi Besutan Mahasiswa ITB berbasis AI untuk Rencanakan Perjalanan

Dua mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) berhasil membuat aplikasi Odiga, yakni web aplikasi perencanaan perjalanan.


Pemilu 2024: Lembaga Survei Algoritma Sebut Parpol Baru Sulit Bersaing

4 hari lalu

Pemilu 2024: Lembaga Survei Algoritma Sebut Parpol Baru Sulit Bersaing

Lembaga survei Algoritma menyebut hanya 8 persen masyarakat yang menyatakan akan memilih partai baru pada Pemilu 2024.


Prakiraan Cuaca BMKG: Bibit Siklon Tropis 93S, Banjir Rob, Gelombang 6m, Hujan

5 hari lalu

Prakiraan Cuaca BMKG: Bibit Siklon Tropis 93S, Banjir Rob, Gelombang 6m, Hujan

Dampak tidak langsung bibit siklon tropis 93S adalah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di NTT, Maluku dan Papua bagian selatan.


Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Viral Buaya Antar Jasad Bocah, Sotong dan Cumi-cumi

5 hari lalu

Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Viral Buaya Antar Jasad Bocah, Sotong dan Cumi-cumi

Topik tentang buaya dikabarkan mengantar jasad anak kecil ke tepi Sungai Mahakam menjadi berita terpopuler Top 3 Tekno Berita Hari Ini.


Survei Algoritma: Publik Respons Negatif Soal Penundaan Pemilu dan Isu Perpanjangan Masa Jabatan Presiden

5 hari lalu

Survei Algoritma: Publik Respons Negatif Soal Penundaan Pemilu dan Isu Perpanjangan Masa Jabatan Presiden

Mayoritas responden dari survei Algoritma menunjukkan masyarakat tak suka dengan wacana penundaan pemilu dan isu perpanjangan masa jabatan presiden.


UGM Lakukan Pengeboran Tanah di Lokasi Jalan Ambles di Desa Sriharjo Bantul

6 hari lalu

UGM Lakukan Pengeboran Tanah di Lokasi Jalan Ambles di Desa Sriharjo Bantul

Tim peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM) melakukan pengeboran tanah di pedukuhan Wunut, Desa Sriharjo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyak