BKSDA Sumbar Melepasliarkan Trenggiling di Hari Lingkungan Hidup

Reporter

Editor

Erwin Prima

Trenggiling. (ANTARA/HO-BKSDA Sumbar)

TEMPO.CO, Padang - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatra Barat melepasliarkan seekor satwa langka jenis trenggiling (manis javanica) ke dalam kawasan hutan cagar alam Maninjau, Kabupaten Agam, bertepatan pada Hari Lingkungan Hidup 5 Juni 2022.

Kepala BKSDA Sumatra Barat, Ardi Andono, di Padang, Senin, 6 Juni 2022, mengatakan hewan yang dilindungi itu ditemukan oleh Yosa Mahendra, warga Jorong Bamban, Nagari Ampek Koto Palembayan, Agam, bersama dua orang temannya ketika melintas di jalan raya 22 Februari lalu.

Takut akan terlindas oleh kendaraan yang melintas, ia bersama temannya berupaya menyelamatkan dan selanjutnya melaporkannya kepada perangkat nagari setempat.

Satwa selanjutnya dievakuasi oleh tim Patroli Anak Nagari (PAGARI) Baringin dan diserahkan kepada petugas resor konservasi wilayah Maninjau. Satwa dengan status konservasi IUCN, critically endangered (Kritis) itu dibawa ke kantor Resor Maninjau di Lubuk Basung untuk dilakukan observasi.

Dari hasil observasi trenggiling itu diketahui berkelamin jantan, dengan berat mencapai 8 kilogram, panjang 110 sentimeter, dan tidak terdapat luka atau cacat pada tubuhnya. Dengan kondisi tersebut, trenggiling itu segera akan dilepaskan ke dalam kawasan hutan cagar alam Maninjau bersama dengan Hari Lingkungan Hidup Sedunia.

Ia menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada warga yang telah ikut dalam upaya penyelamatan satwa dilindungi, dan berharap hal ini akan menjadi contoh tauladan bagi yang lainnya.

Trenggiling merupakan satwa langka yang paling banyak diburu oleh oknum pelaku kejahatan satwa liar. Satwa ini diburu untuk dagingnya dikonsumsi sedangkan sisik kulitnya diperdagangkan sebagai bahan obat-obatan karena dipercaya mengandung zat tertentu.

Dalam perdagangan internasional, trenggiling masuk dalam kelompok Appendix I, yang artinya tidak boleh dimanfaatkan dan diperdagangkan. Sedangkan di Indonesia trenggiling dilindungi sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 106 Tahun 2018 dan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan ekosistemnya.

Sesuai pasal 21 ayat undang-undang tersebut, setiap orang dilarang menangkap, melukai, membunuh, memiliki, menyimpan, memelihara, mengangkut dan memperniagakan satwa dilindungi baik dalam keadaan hidup, mati ataupun bagian-bagian tubuhnya serta hasil olahannya.

Setidaknya lima kasus dengan sepuluh orang pelaku perdagangan ilegal bagian tubuh satwa trenggiling telah diungkap oleh BKSDA Sumbar bersama para pihak sepanjang 2021-2022. "Ke depannya BKSDA akan terus meningkatkan sosialisasi, edukasi dan pengawasan terhadap peredaran satwa liar," katanya.

ANTARA

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






KKP Dorong Pengelolaan Pesisir Berbasis Wilayah Non Kawasan Konservasi

2 hari lalu

KKP Dorong Pengelolaan Pesisir Berbasis Wilayah Non Kawasan Konservasi

Pengelolaan pesisir dalam bentuk OECM diyakini dapat membantu melindungi keanekaragaman hayati in situ.


Jember Mini Zoo Ingin Jadi Lembaga Konservasi Eduwisata

6 hari lalu

Jember Mini Zoo Ingin Jadi Lembaga Konservasi Eduwisata

Saat ini, Jember Mini Zoo memiliki koleksi satwa sebanyak 300 ekor dengan 40 macam spesies.


5 Destinasi Ini Telah Terapkan Pariwisata Berkelanjutan

6 hari lalu

5 Destinasi Ini Telah Terapkan Pariwisata Berkelanjutan

Sejumlah destinasi ini telah memiliki pariwisata berkelanjutan yang bisa dikunjungi dan menjadi inspirasi untuk melakukan hal serupa.


Walhi Sumbar Protes Rencana Pemerintah Sumatera Barat Bangun Plaza di Lembah Anai

7 hari lalu

Walhi Sumbar Protes Rencana Pemerintah Sumatera Barat Bangun Plaza di Lembah Anai

Pembangunan plaza di kawasan air terjun Lembah Anai menimbulkan pro dan kontra dari berbagai pihak, Walhi stermasuk yang protes keras.


Pergub Soal Pengelolaan Taman Nasional Komodo Dicabut, Bagaimana Nasib Tarifnya?

8 hari lalu

Pergub Soal Pengelolaan Taman Nasional Komodo Dicabut, Bagaimana Nasib Tarifnya?

Sebelum ada pencabutan Pergub Nomor 85 Tahun 2022 mengenai pengelolaan Taman Nasional Komodo, Pemprov NTT sempat mendapat surat dari Menteri KLHK.


3 Tempat Ini Dikunjungi Pimpinan Negara ketika KTT G20 Bali, di Mana Saja?

18 hari lalu

3 Tempat Ini Dikunjungi Pimpinan Negara ketika KTT G20 Bali, di Mana Saja?

Selain untuk menghadiri rangkaian acara KTT G20 di Bali, para petinggi G20 juga mengunjungi beberapa destinasi untuk sekadar jalan-jalan. Di mana saja


Tarif Baru Masuk Pulau Komodo Rp 3,75 Juta Akan Tetap Berlaku Tahun Depan

19 hari lalu

Tarif Baru Masuk Pulau Komodo Rp 3,75 Juta Akan Tetap Berlaku Tahun Depan

Rencana kenaikan tarif masuk pulau Komodo itu mendapat protes dari warga setempat yang menggantungkan hidupnya pada sektor pariwisata.


Konservasi Melalui Taman Nasional, Upaya Mencintai Satwa dan Puspa di Indonesia

26 hari lalu

Konservasi Melalui Taman Nasional, Upaya Mencintai Satwa dan Puspa di Indonesia

Konservasi di Indonesia bukan sesuatu yang baru. Sebagian besar kawasan konservasi sudah dibentuk sejak pemerintah Belanda.


Kekeringan di Kenya Membunuh 205 Ekor Gajah

32 hari lalu

Kekeringan di Kenya Membunuh 205 Ekor Gajah

Afrika Timur dilanda kekeringan terburuk dalam 40 tahun terakhir. Satwa liar Kenya juga menanggung akibatnya.


Putri Singgulung, Sang Harimau Sumatera Dilepasliarkan Kedua Kalinya

33 hari lalu

Putri Singgulung, Sang Harimau Sumatera Dilepasliarkan Kedua Kalinya

Harimau Sumatera yang bernama Putri Singgulung untuk kedua kalinya dilepasliarkan ke habitatnya di salah satu hutan konservasi Pulau Sumatera.