Kualitas Udara Jakarta Terburuk di Dunia, BMKG Sebut 4 Faktor Ini

Reporter

Deretan gedung bertingkat tersamar kabut polusi udara di Jakarta, Selasa, 20 April 2021. Berdasarkan data "World Air Quality Index" pada 20 April pukul 10.00 WIB tingkat polusi udara di Jakarta berada pada angka 174 yang menunjukkan bahwa kualitas udara di Ibu Kota termasuk kategori tidak sehat. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

TEMPO.CO, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan sejumlah faktor penyebab kualitas udara Jakarta buruk beberapa hari terakhir. Bahkan terburuk di antara kota-kota besar di dunia.

BMKG mencatat konsentrasi partikel debu halus (PM2.5) di Jakarta pada Jumat, 17 Juni 2022, misalnya, sempat berada di level 148 mikrogram per meter kubik. Ini tergolong kualitas udara tidak sehat.

Sebagai catatan, data jaringan pemantau kualitas udara real-time IQAir menyebut angkanya sampai 169 pada Jumat menjelang tengah malam. Sedangkan 148 dicatat terjadi pada pukul 19.00 WIB.

"Tingginya konsentrasi PM2.5 dibandingkan hari-hari sebelumnya dapat terlihat secara kasat mata saat kondisi udara di Jakarta cukup pekat atau gelap," kata Pelaksana tugas Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Urip Haryoko dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Sabtu 18 Juni 2022.

PM2.5 merupakan salah satu polutan yang semakin besar perannya terhadap peningkatan polusi udara. Dengan ukurannya yang sangat kecil, tidak lebih dari 2,5 mikrometer, PM2.5 dapat dengan mudah masuk ke dalam sistem pernapasan, dan dapat menyebabkan gangguan infeksi saluran pernapasan dan gangguan pada paru-paru.

Bahkan dapat menembus jaringan peredaran darah dan terbawa seluruh tubuh. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya gangguan kardiovaskular seperti penyakit jantung koroner.

Berdasarkan analisis BMKG, konsentrasi PM2.5 di Jakarta dipengaruhi oleh berbagai sumber berikut ini,

1. Emisi baik yang berasal dari sumber lokal, seperti transportasi dan residensial, maupun dari sumber regional dari kawasan industri dekat dengan Jakarta. Emisi ini dalam kondisi tertentu yang dipengaruhi oleh parameter meteorologi dapat terakumulasi dan menyebabkan terjadinya peningkatan konsentrasi yang terukur pada alat monitoring pengukuran konsentrasi PM2.5.

2. Pola angin yang bergerak dari satu lokasi ke lokasi yang lain. Angin yang membawa PM2.5 dari sumber emisi dapat bergerak menuju lokasi lain sehingga menyebabkan terjadinya potensi peningkatan konsentrasi PM2.5. "Pola angin lapisan permukaan memperlihatkan pergerakan massa udara dari arah timur dan timur laut yang menuju Jakarta, dan memberikan dampak terhadap akumulasi konsentrasi PM2.5 di wilayah ini," kata Urip.

3. Faktor lainnya yang mempengaruhi peningkatan PM2.5 yakni tingginya kelembapan udara relatif menyebabkan peningkatan proses adsorpsi (perubahan wujud dari gas menjadi partikel). Proses ini menyebabkan terjadinya peningkatan konsentrasi PM2.5 yang difasilitasi oleh kadar air di udara.

4. Selain itu, kelembapan udara relatif yang tinggi dapat menyebabkan munculnya lapisan inversi yang dekat dengan permukaan. Lapisan inversi merupakan lapisan di udara yang ditandai dengan peningkatan suhu udara yang seiring dengan peningkatan ketinggian. "Dampak dari keberadaan lapisan inversi menyebabkan PM2.5 yang ada di permukaan menjadi tertahan, tidak dapat bergerak ke lapisan udara lain, dan mengakibatkan akumulasi konsentrasinya yang terukur di alat monitoring," kata dia.

Baca juga:
Ini Sebab Kualitas Udara Bisa Lebih Buruk meski Kawasan Lebih Hijau






317 Gempa Susulan Cianjur hingga Selasa Pagi, BMKG: Jangan Kaitkan Gempa Besar

1 jam lalu

317 Gempa Susulan Cianjur hingga Selasa Pagi, BMKG: Jangan Kaitkan Gempa Besar

Sebelumnya, pada hari Senin, 28 November 2022, pukul 05.00 tercatat gempa susulan sebanyak 296 kali.


Cuaca Jakarta Diprediksi Hujan Petir dan Angin Kencang pada Sore Ini

2 jam lalu

Cuaca Jakarta Diprediksi Hujan Petir dan Angin Kencang pada Sore Ini

BMKG memprakirakan, hujan akan membasahi seluruh wilayah Jakarta pada malam ini. Hujan petir dan angin kencang landa Jakarta Barat dan Selatan.


Ini Alasan Pulau Kalimantan Jarang Terjadi Gempa

3 jam lalu

Ini Alasan Pulau Kalimantan Jarang Terjadi Gempa

Selain tidak berdekatan dengan tubrukan lempengan, Pulau Kalimantan jarang terjadi gempa karena tidak ada gunung aktif.


Prakiraan Cuaca BMKG: Hujan, Siaga Bencana Hidrometeorologi Jawa Tengah

4 jam lalu

Prakiraan Cuaca BMKG: Hujan, Siaga Bencana Hidrometeorologi Jawa Tengah

Ibu kota provinsi yang diperkirakan hujan disertai petir adalah Jambi, Pangkal Pinang, Mataram dan Kupang.


Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Retakan Puncak Gunung Gede, Tim SAR Gempa Cianjur

12 jam lalu

Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Retakan Puncak Gunung Gede, Tim SAR Gempa Cianjur

Topik tentang Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango melaporkan retakan Gunung Gede menjadi berita terpopuler Top 3 Tekno Berita Hari Ini.


BPBD Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat Disertai Kilat di DKI Jakarta

15 jam lalu

BPBD Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat Disertai Kilat di DKI Jakarta

BMKG memperkirakan seluruh wilayah di DKI Jakarta hujan ringan hingga hujan lebat disertai petir.


BMKG Ungkap Cuaca Buruk saat Helikopter Polairud Jatuh di Perairan Belitung Timur

19 jam lalu

BMKG Ungkap Cuaca Buruk saat Helikopter Polairud Jatuh di Perairan Belitung Timur

BMKG Pangkalpinang mengatakan awan Cumulonimbus (CB) muncul sangat banyak saat jatuhnya helikopter Polairud


Pemkab Siapkan Lahan 2 Hektar untuk Lahan Hunian Sementara Korban Gempa Cianjur

21 jam lalu

Pemkab Siapkan Lahan 2 Hektar untuk Lahan Hunian Sementara Korban Gempa Cianjur

Pemkab akan berupaya mencari lahan lagi, termasuk mencari lahan milik Pemprov Jabar untuk hunian sementara korban gempa Cianjur.


Top 3 Tekno Berita Kemarin: Gempa Terkini, Moon Lander Hakuto-R

1 hari lalu

Top 3 Tekno Berita Kemarin: Gempa Terkini, Moon Lander Hakuto-R

Top 3 Tekno Berita Kemarin, Minggu 27 November 2022, dipuncaki artikel Info Gempa Terkini BMKG: 277 Susulan di Cianjur, Bergoyang di Sukabumi.


296 Gempa Susulan di Cianjur hingga Senin Pagi, Korban Jiwa 321

1 hari lalu

296 Gempa Susulan di Cianjur hingga Senin Pagi, Korban Jiwa 321

Sebelumnya, pada hari Minggu pukul 06.00, akumulasi gempa susulan sebanyak 276 kali.