Sepanjang 2022 Wilayah Pantura Alami Banjir Rob, Apa Penyebabnya?

Reporter

Sejumlah karyawan menyewa perahu bermotor untuk menerobos banjir limpasan air laut ke daratan atau rob di kawasan industri Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Jawa Tengah, Jumat 27 Mei 2022. Karyawan sejumlah pabrik setempat mulai membersihkan sisa-sisa banjir rob di dalam pabrik yang berangsur surut, meskipun air rob masih merendam sejumlah titik akses keluar - masuk kawasan industri pelabuhan dengan ketinggian bervariasi hingga sekitar 70 sentimeter. ANTARA FOTO/Aji Styawan

TEMPO.CO, Jakarta - Belakangan ini, sejumlah daerah di Indonesia mengalami banjir rob (genangan air laut) yang berlangsung sejak Mei 2022 lalu. Beberapa daerah yang sempat dilanda banjir rob ini antara lain Kendal, Semarang, Demak, Brebes, dsn Pemalang.

Banjir rob yang dialami di sebagian wilayah pantai utara (pantura) ini pun menenggelamkan desa-desa di daerah pantura tersebut sehingga berdampak pada aktivitas penduduk yang terganggu. Lantas, apa sebenarnya banjir rob itu dan penyebabnya?

Penyebab Banjir Rob

Melansir Jurnal Warta Penelitian Perhubungan edisi 2014, banjir rob adalah banjir yang disebabkan naiknya permukaan air laut yang melebihi tinggi elevansinya terhadap suatu daerah. Hal ini membuat ketika air laut mengalami pasang terjadi genangan, baik di aliran sungai maupun daerah datan rendah. Umumnya, daerah yang rawan mengalami banjir rob ini adalah daerah yang memiliki ketinggian tanah yang tidak berbeda jauh atau lebih rendah dari permukaan laut.

Banjir rob ini dapat berlangsung tidak hanya saat musim hujan tiba, tetapi juga saat musim kemarau (tidak turun hujan) karena terjadi rob atau pasang surut air laut. Air laut yang pasang ini menggenang di sungai atau saluran yang bermuara ke pantai. Dimensi saluran atau sungai yang tidak memadai untuk menampung air, baik air hujan, air buangan, dan air pasang laut saluran ini membludak dan air menggenangi daratan, termasuk ke kawasan penduduk.

Faktor lain yang mendorong terjadinya banjir rob adalah suhu global akibat perubahan iklim. Kenaikan gas-gas rumah kaca dan bahan perusak ozon menyebabkan suhu global meningkat. Kelonjakan suhu itu berdampak atas es di kutub yang mencair sehingga berkontribusi atas peningkatan volume air laut di seluruh dunia.

Dilansir repository.ugm.ac.id, fenomena banjir rob telah memberikan kerugian bagi wilayah permukiman pesisir. Salah satunya pemukiman pesiisr mengalami perubahan fisik lingkungan dan memberikan tekanan terhadap masyarakat, bangunan, dan infrastuktur di wilayah tersebut. Sarana dan prasarana lingkungan (air bersih, persampahan, drainase, dan sanitasi) juga menglami kerusakan. Situasi ini berdampak atas penurunan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat sekitar pesisir.

NAOMY A. NUGRAHENI 

Baca: Banjir Rob Rendam Kampung Nelayan Tambaklorok Semarang, Pompa Tak Mampu Atasi

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






Cegah Banjir di Musim Hujan, PUPR Perbaiki Infrastruktur untuk Mitigasi Bencana

21 jam lalu

Cegah Banjir di Musim Hujan, PUPR Perbaiki Infrastruktur untuk Mitigasi Bencana

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah memperbaiki sejumlah infrastruktur pengendali banjir untuk mitigasi bencana alam.


DKI Gerebek Lumpur Secara Maraton Hingga Akhir Tahun untuk Mencegah Banjir

1 hari lalu

DKI Gerebek Lumpur Secara Maraton Hingga Akhir Tahun untuk Mencegah Banjir

DKI melakukan gerebek lumpur di sejumlah kali di Jakarta. Di Long Storage Agro Wisata Cilangkap akan dilaksanakan hingga akhir tahun.


Jakarta Pasti Terdampak Perubahan Iklim Dunia: Air Laut Naik Hingga Ancaman Tenggelam

2 hari lalu

Jakarta Pasti Terdampak Perubahan Iklim Dunia: Air Laut Naik Hingga Ancaman Tenggelam

Sekda DKI Marullah Matali mengatakan perubahan iklim dunia mau tidak mau pasti akan berdampak pada Kota Jakarta.


Anies Baswedan Andalkan Sumur Resapan, Sekda DKI Bilang Tak Signifikan Kurangi Banjir di Jakarta

2 hari lalu

Anies Baswedan Andalkan Sumur Resapan, Sekda DKI Bilang Tak Signifikan Kurangi Banjir di Jakarta

Sekda DKI Marullah Matali mengatakan sumur resapan tak signifikan mengurangi titik banjir di Jakarta. Padahal jadi andalan Anies Baswedan.


Pemkot Jakarta Timur Bangun 200 Sumur Resapan untuk Cegah Banjir

2 hari lalu

Pemkot Jakarta Timur Bangun 200 Sumur Resapan untuk Cegah Banjir

Pemerintah Kota Jakarta Timur menargetkan membangun sebanyak 2 ribu sumur resapan di 10 kecamatan di daerah tersebut pada 2022.


Muhadjir: Tak Ada WNI Jadi Korban Banjir Pakistan, Termasuk Ribuan Pelajar

3 hari lalu

Muhadjir: Tak Ada WNI Jadi Korban Banjir Pakistan, Termasuk Ribuan Pelajar

Menko PMK Muhadjir Effendy yang ditugaskan Jokowi ke Pakistan mengatakan, tidak ada WNI yang menjadi korban banjir di negara itu.


Dua Alat Berat Diturunkan untuk Bersihkan Sisa Material Banjir di Garut

6 hari lalu

Dua Alat Berat Diturunkan untuk Bersihkan Sisa Material Banjir di Garut

Pemprov Jawa Barat menurunkan dua alat berat untuk mempercepat proses membersihkan material sisa banjir di Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut


Kementan: Asuransi Pertanian Solusi untuk Antisipasi Bencana Banjir

6 hari lalu

Kementan: Asuransi Pertanian Solusi untuk Antisipasi Bencana Banjir

Asuransi membuat petani tidak merugi. Lahan yang diasuransi akan mendapatkan klaim saat terjadi gagal panen.


Cegah Genangan, Pemkot Surabaya Bangun 55 Titik Sodetan

7 hari lalu

Cegah Genangan, Pemkot Surabaya Bangun 55 Titik Sodetan

Sodetan atau crossing di berbagai lokasi ditargetkan rampung pada November mendatang.


Batik Lasem, Batik Khas Rembang Hasil Perpaduan Kultur

7 hari lalu

Batik Lasem, Batik Khas Rembang Hasil Perpaduan Kultur

Tasini menjelaskan perbedaan batik Lasem dengan batik dari daerah lain, adalah warna merah yang biasa tampak mendominasi budaya Tiongkok.