Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Cerita Kevin, Mahasiswa Asal Jember Pertama Kerja di Tesla Jerman

Reporter

Editor

Devy Ernis

image-gnews
Kevin Nizam Nabila, mahasiswa asal Jember yang bekerja di Tesla, Jerman. Dok.Pribadi
Kevin Nizam Nabila, mahasiswa asal Jember yang bekerja di Tesla, Jerman. Dok.Pribadi
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Kevin Nizam Nabila merupakan mahasiswa asal Jember pertama yang bekerja di pabrik Gigafactory Tesla di Jerman. Sejak di duduk di bangku SMA, pria kelahiran 7 April 1997 ini mengaku sudah tertarik dengan dunia otomotif.

Lulus dari SMA 1 Sidoarjo, Kevin memutuskan tak langsung kuliah. Dia memilih untuk les bahasa Jerman guna melanjutkan S1 di sana. Kevin memilih Jerman karena merupakan salah satu negara produsen otomotif terbesar di dunia.

Pada 2015 setelah lulus SMA, dia pergi ke Jakarta dari rumahnya di Surabaya untuk belajar bahasa Jerman. Selama kurang lebih tujuh bulan, Kevin belajar di salah satu lembaga kursus bahasa hingga mendapat sertifikat.

Setelah mendapat sertifikat bahasa, Kevin mendaftar S1 di University of Applied Science Brandenburg, Jerman jurusan Wirtschaftsingenieurwesen Vertiefung im Elektrotechnik atau Teknik Elektro dan Manajemen.

Sebelum kuliah, Kevin mengambil kelas persiapan atau studienkolleg selama setahun di kampus tersebut di Kota Wismar. Di sana, dia tak hanya belajar bahasa melainkan juga belajar materi persiapan untuk masuk kuliah.

Magang di Mercedes-Benz 

Usai menjalani kelas persiapan, Kevin punya waktu luang sekitar dua bulan sebelum masa perkuliahan dimulai. Saat itu, Kevin mendaftar program magang di Mercedez-Benz melalui website resminya. Tak lama mendaftar, Kevin pun dinyatakan diterima. Selama satu bulan dia magang di Mercedes-Benz di kota Rastaat. “Di sana aku menangani dua jenis mobil Mercedes A-Class dan B-Class,” ujarnya kepada Tempo.

Selesai magang, Kevin menjalani perkuliahan pada September 2017. Di awal kuliah, Kevin mengaku sempat kesulitan memahami materi. Semua materi yang disampaikan oleh dosen menggunakan bahasa Jerman. Meski kesulitan, Kevin tak pernah menyerah. Usai kelas berakhir, dia kerap mendatangi dosennya untuk bertanya kembali mengenai materi yang disampaikan.

“Kadang kalau ada yang belum jelas, aku samperin dosen untuk bertanya. Mereka memaklumi karena di sana juga banyak mahasiswa asing dan senang jika ada mahasiswa yang bertanya,” ujarnya.

Seiring berjalannya waktu, Kevin sudah mulai terbiasa mengikuti perkuliahan. Kevin kerap berdiskusi dengan teman-temannya mengenai materi kuliah. Dia bergaul dengan mahasiswa asal Jerman agar keahlian bahasanya semakin terasah. Selama kuliah, Kevin juga aktif di organisasi. Bersama kawan-kawannya, Kevin mendirikan sebuah organisasi perkumpulan mahasiswa jurusan Wirtschaftsingenieurwesen se-Jerman.

Kuliah tanpa beasiswa, Kevin tak mau mengecewakan orang tuanya. Dia mengatakan sejumlah teman-temannya ada yang sampai keluar kuliah di tengah semester karena tak bisa mengikuti materi dengan baik. Kevin tak mau menyia-nyiakan waktunya. Dia kerap belajar dan mengulang lagi materi yang diberikan. Akhirnya Kevin lulus tepat waktu pada 2021.

Mahasiswa Indonesia Pertama Kerja di Tesla

Usai lulus, Kevin mencoba mendaftar ke Tesla dengan mengirimkan CV serta esai. Dalam esainya, Kevin bercerita sejauh mana pengalamannya berhubungan dengan posisi yang dilamar. Saat itu, pabrik Tesla belum mendapat izin dari Pemerintah Jerman. Pabrik itu baru mendapat izin pada Maret 2022. Sambil menunggu panggilan kerja, Kevin berniat untuk melanjutkan S2 di kampus yang sama.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Di saat bersamaan ketika perkuliahan dimulai, Kevin mendapat panggilan dari Tesla pada September 2021. Dia pun mengikuti serangkaian tes. “Wawancara pertama by phone. Beruntung saya terpilih lagi mengikuti interview,” ujarnya.

Wawancara kedua dilakukan secara tatap muka. Kevin juga di tes mengenai tentang dasar-dasar elektro dan produksi mobil. Kevin meyakini dia dapat melewati serangkaian tes dengan baik. Apalagi, sebelumnya dia sudah pernah magang di Mercedes.

Tak lama, Kevin pun mendapat kabar bahwa dirinya lolos seleksi. Namun, dia masih harus menunggu kontrak kerja. “Sempet lama banget menunggu kontrak sekitar tujuh bulan. Sebelum puasa awal April 2022 Alhamdulillah kontrak datang dan mulai kerja sejak 16 Mei 2022 lalu,” ujarnya. Kevin mengatakan dia dikontrak dengan status sebagai karyawan tetap.

Posisi Kevin sendiri di Tesla sebagai junior production engineer yang memiliki tanggung jawab dalam manufaktur serta mengoprasikan robot produksi. Dia juga menjaga kualitas produksi Mobil Tesla model Y. “Bangga bisa menjadi pegawai Tesla apalagi baru Kevin orang Indonesia pertama di sini,” ujarnya.

Atur Waktu, Bentrok dengan Kuliah

Jam kerja Kevin dibagi menjadi dua shift, pagi dari pukul 7.00 -15.00 dan sore pukul 15.00-23.00. Jam kerjanya otomatis bentrok dengan jadwal kuliah. Apalagi, perkuliahan di sana sudah dilakukan secara tatap muka. Jika masuk shift pagi, Kevin terpaksa bolos kuliah. “Kalau dapat shift sore, masih bisa ikut kuliah. Tapi, kalau shift pagi otomatis bentrok dengan jadwal kuliah,” ujarnya.

Kevin paham pekerjaannya akan mempengaruhi kuliahnya. Kevin harus pintar-pintar membagi waktu. Setelah pulang kerja, dia selalu membaca materi kuliah agar tak ketinggalan pelajaran. “Di sana absensi enggak wajib. Yang penting kita sering-sering buka modul dan mengerjakan tugas dan ikut ujian. Baca e-mail dari dosen ke grup kelas itu enggak boleh dilewatin,” ujarnya.

Berharap Bisa Berkontribusi Bagi Indonesia

Ke depan, dia berharap bisa berkontribusi bagi Indonesia setelah menjadi ahli di Tesla. Kevin ingin mencoba mengambil program lanjutan dari perusahaan untuk menjadi tenaga ahli di bidang baterai mobil listrik.

Kevin mengatakan dibutuhkan kolaborasi perusahaan luar negeri dan tenaga ahli untuk mengembangkan industri di Indonesia, selain menambahkan anggaran untuk riset di bidang teknologi. Dia pun berpesan agar para mahasiswa tak pantang menyerah mengejar cita-cita . “Imbangi usaha kamu dengan pendekatan diri ke Tuhan,” katanya.

Baca juga: Kisah Nisa, Anak Satpam yang Raih S2 di UK Setelah 7x Gagal Dapat Beasiswa

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Elon Musk Bantu Kampanye Donald Trump di Pilpres AS, Siap Kucurkan Rp 727 Miliar Per Bulan

22 menit lalu

CEO Tesla Inc. sekaligus SpaceX Elon Musk menjawab pertanyaan wartawan usai peluncuran layanan internet berbasis satelit Starlink di Puskesmas Pembantu Sumerta Klod Denpasar, Bali, Minggu, 19 Mei 2024.  ANTARA/Muhammad Adimaja
Elon Musk Bantu Kampanye Donald Trump di Pilpres AS, Siap Kucurkan Rp 727 Miliar Per Bulan

Kucuran dana disalurkan Elon kepada organisasi America PAC atau massa pendukung Trump untuk kegiatan kampanye Pilpres AS 2024.


KJRI Frankfurt Akan Fasilitasi Pemulangan Jenazah WNI Korban Pembunuhan di Jerman

14 jam lalu

Ilustrasi peti jenazah. deathandtaxesmag.com
KJRI Frankfurt Akan Fasilitasi Pemulangan Jenazah WNI Korban Pembunuhan di Jerman

Seorang WNI berusia 34 tahun diduga merupakan korban pembunuhan setelah ditemukan tewas di kediamannya di Jerman.


Tesla Menunda Peluncuran Robotaxi

1 hari lalu

Logo Tesla. REUTERS
Tesla Menunda Peluncuran Robotaxi

Setelah adanya informasi penundaan ini, Tesla mengonfirmasi jadwal tersebut dijalankan pada Oktober 2024


WNI di Jerman Tewas dengan 30 Luka Tusukan, Diduga Dibunuh Sang Suami

1 hari lalu

Ilustrasi pembunuhan dengan senjata tajam. news18.com
WNI di Jerman Tewas dengan 30 Luka Tusukan, Diduga Dibunuh Sang Suami

KJRI Frankfurt mengatakan akan memfasilitasi pemulangan jenazah YCH, seorang WNI yang ditemukan tewas di Jerman.


Pemerintah Jerman Dituding Blokir Upaya Medis bagi Anak-anak Gaza

3 hari lalu

Seorang anak Palestina digendong ibunya saat dirawat di koridor rumah sakit Nasser, di Khan Younis, di Jalur Gaza selatan, 8 Juli 2024. REUTERS/Mohammed Salem
Pemerintah Jerman Dituding Blokir Upaya Medis bagi Anak-anak Gaza

Organisasi bantuan Jerman menuduh pemerintah memblokir bantuan medis yang sangat dibutuhkan bagi anak-anak yang terluka parah di Gaza


Amerika Serikat akan Simpan Rudal Jarak Jauhnya di Jerman

5 hari lalu

Bendera Swedia dan Nato. TT News Agency/Fredrik Sandberg/via REUTERS
Amerika Serikat akan Simpan Rudal Jarak Jauhnya di Jerman

Sumber menyebut untuk menangkal ancaman Rusia, Amerika Serikat akan menempatkan rudal jarak jauhnya di Jerman.


Menengok Sejarah Pembuatan Bir di Dortmund Jerman

6 hari lalu

Brewery-Museum Dortmund (dortmund.de)
Menengok Sejarah Pembuatan Bir di Dortmund Jerman

Sebagai jantung budaya wilayah Ruhr, Dortmund terkenal dengan batu bara, baja, dan tentu saja bir.


Survei: Tingkat Kepuasan Warga Jerman ke Pemerintah Anjlok

7 hari lalu

Pengunjung mendatangi kios permen dalam malam pembukaan Pasar Natal tahunan di Gendarmenmarkt, Berlin, Jerman, 23 November 2015. Dalam Pasar Natal terdapat banyak stan penjual minuman, makanan, mainan, kerajinan tangan, dan juga pernak-pernik Natal. Sean Gallup/Getty Images
Survei: Tingkat Kepuasan Warga Jerman ke Pemerintah Anjlok

Survei terbaru mengungkap responden yang merupakan warga Jerman, tidak puas dengan pemerintahan mereka saat ini.


Pameran UMI Jerman Digelar di Perpustakaan Nasional hingga 8 Agustus

7 hari lalu

Pameran UMI (Goethe-Institut Indonesien)
Pameran UMI Jerman Digelar di Perpustakaan Nasional hingga 8 Agustus

Pameran ini menyajikan informasi tentang penelitian mutakhir di Jerman.


Mengenal Manuel Neuer, Kiper Bayern Munchen yang Enggan Melanjutkan Karier di Arab

9 hari lalu

Kiper Jerman Manuel Neuer menepis tendangan pemain Hungaria dalam pertandingan Grup A Euro 2024 di Stuttgart Arena, Stuttgart, 19 Juni 2024. REUTERS/Leonhard Simon
Mengenal Manuel Neuer, Kiper Bayern Munchen yang Enggan Melanjutkan Karier di Arab

Manuel Neuer bicara soal kabar perpindahannya ke MLS atau Timur Tengah. Neuer tidak berminat melanjutkan kariernya di Qatar atau Arab Saudi