Donasi Rp 600 Ribu Bisa Tulis Pesan di Atas Bom Ukraina untuk Pasukan Rusia

Tentara Ukraina memasukkan peluru ke dalam mortir saat serangan Rusia di Ukraina berlanjut, di lokasi yang tidak diketahui di wilayah Kharkiv, Ukraina 9 Mei 2022. REUTERS/Serhii Nuzhnenko

TEMPO.CO, Jakarta - Warga sipil Ukraina muncul dengan satu cara pengumpulan donasi yang paling kreatif (dan mungkin sedikit menyedihkan) untuk membantu pasukan militer negaranya bertahan melawan invasi Rusia. Untuk setiap donasi yang diterima, tentara Ukraina bersedia diminta menuliskan pesan pada bom atau peluru artileri dan kemudian 'mengirimnya' ke pasukan Rusia. 

Donasi sebesar empat kali lipatnya akan mendapatkan gantungan kunci terbuat dari material bekas pesawat tempur atau helikopter serang Rusia yang berhasil ditembak jatuh.

Ketika bantuan militer di masa perang biasanya mengambil bentuk dukungan antarnegara, media sosial telah memungkinkan setiap orang perorangan di dunia untuk berdonasi langsung ke militer Ukraina. Belakangan ini, Bank Nasional Ukraina bahkan telah membuatkan rekening untuk Angkatan Bersenjata Ukraina untuk menerima dukungan dana via Google Pay.

Sama inovatifnya, beberapa cara lain pun bermunculan. Sebuah akun Telegram di Ukraina berkoordinasi dengan prajurit artileri di militer Ukraina menerima donasi, dan sebagai balasannya mengizinkan setiap orang di dunia untuk 'mengirim' pesan ke pasukan Rusia. Untuk setiap donasi US$40 atau setara Rp 601 ribu, donatur dapat memiliki pesannya tertulis di bom atau peluru yang kemudian digunakan untuk menyerang pasukan Rusia.

Menulis pesan untuk musuh dengan cara ini sebenarnya tidak baru. Tapi, menggunakannya untuk pengumpulan dana, itu baru. Anggaran pertahanan Ukraina pada 2021 sebesar $5,9 miliar, jauh di bawah Rusia yang sebesar $65,9 miliar dan Amerika Serikat yang $705,4 miliar. Ekonomi Kyiv juga menuju depresi, dan Forum Ekonomi Dunia memperkirakannya merosot 45 persen sebagai akibat langsung dari invasi Rusia. Itu sebabnya Ukraina amat sangat membutuhan uang untuk bertahan berperang. 

Sebuah kanal Telegram berbasis di Ukraina mengelola sistem donasi untuk membantu di tengah situasi tersebut. Donasi yang sudah dikirim, beserta bukti transfer dan dokumen lainnya, akan dibalas dengan sebuah foto peluru atau bom dengan ruang untuk pesan sekitar 26 inci panjangnya dan lebar 6 inci. Donatur bebas melakukan apa yang diinginkannya dengan foto itu. 

Tidak ada banyak pula batasan atas konten pesan yang ingin dibuat. Akun Telegram itu mengatakan, "Anda dapat meminta dituliskan pesan apapun: mendoakan kebahagiaan untuk seseorang yang berulang tahun atau kematian yang penuh penderitaan, melamar kekasih, nama, username instagram ataupun telegram." 

Jika bersedia mendonasikan sampai $1.000 atau Rp 15 juta, Drones for Ukraine akan mengirim cinderamata sebuah gantungan kunci terbuat dari bagian rangka jet tempur bomber Su-34 Rusia. Pesawat yang dikenal sebagai “Fullback” bagi NATO ini merupakan pesawat two-seat yang didesain untuk menyerang target di darat.

Gantungan kunci akan dibuat dari 'Red 31', pesawat tempur Su-34 yang ditembak jatuh dekat Borodyanka, Ukraina, pada Maret lalu. Rusia telah kehilangan sedikitnya sepuluh pesawat tempurnya dari jenis Su-34 dari total 125 yang dikerahkannya.

Personel tentara Angkatan Darat Ukraina mengambil mesin dari tank Rusia yang hancur, di Yahidne, Chernihiv, Ukraina, 27 April 2022. Mereka tampak mengambil bagian penggerak roda hingga mesin tank Rusia yang masih utuh. REUTERS/Zohra Bensemra

Bisa juga dipesan gantungan kunci dari bagian helikopter serang Kamov Ka-52 'Alligator'. Tapi, pada pertengahan Juni lalu tim pengelola donasi mengumumkan kehabisan stok gantungan kunci yang ini. Meski begitu, Rusia telah kehilangn sedikitnya 16 Ka-52 sepanjang invasinya ke Ukraina. 

Invasi Rusia telah mendorong batas-batas aplikasi media sosial, memberi jalan nonkombatan dari seluruh dunia berpartisipasi dalam cara-cara yang aneh, yang tidak terpikirkan sebelumnya. Membeli relik dari perang yang masih berlangsung untuk mendanai satu atau kubu yang lain, misalnya. Ini adalah juga sebuah taktik untuk bisa bertahan. 

Pengelola dana mengatakan donasi akan  digunakan untuk membeli drone untuk pasukan Ukraina. 

POPULAR MECHANICS

Baca juga:
Cyberwar, Serangan DDOS Meroket Sejak Perang Ukraina dan Rusia






Tingkat Kepuasan Publik Rusia terhadap Putin Capai 81,3 Persen

13 jam lalu

Tingkat Kepuasan Publik Rusia terhadap Putin Capai 81,3 Persen

Tingkat kepercayaan warga Rusia terhadap Presiden Vladimir Putin mencapai 81,3 persen, meningkat 0,5 persen dari pekan lalu.


Gambar Satelit Memperlihatkan Pangkalan Udara Rusia di Krimea Remuk

20 jam lalu

Gambar Satelit Memperlihatkan Pangkalan Udara Rusia di Krimea Remuk

Pangkalan udara Rusia di Semenanjung Krimea benar-benar rusak akibat ledakan pada 9 Agustus 2022.


Larang Pejabat Bocorkan Strategi Lawan Rusia, Zelensky: Jika Ingin Ukraina Menang, Jangan Banyak Bicara!

21 jam lalu

Larang Pejabat Bocorkan Strategi Lawan Rusia, Zelensky: Jika Ingin Ukraina Menang, Jangan Banyak Bicara!

Peringatan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky terkait pernyataan yang dibuat oleh pejabat "anonim" setelah ledakan terbaru di pangkalan udara Krimea


Moskow Kecewa pada Swiss Dianggap Tak Lagi Netral

23 jam lalu

Moskow Kecewa pada Swiss Dianggap Tak Lagi Netral

Swiss dianggap tak lagi netral saat meminta izin pada Moskow untuk mewakili kepentingan diplomatik Ukraina di wilayah Rusia.


Dubes Ukraina Berharap Indonesia Bantu Minoritas Muslim Tatar

23 jam lalu

Dubes Ukraina Berharap Indonesia Bantu Minoritas Muslim Tatar

Duta Besar Ukraina untuk Indonesia Vasyl Hamianin berharap Indonesia dapat memberikan bantuan bagi bangsa Ukraina, khususnya minoritas Muslim Tatar


Kisah Mantan Pasukan Grup Wagner, Tentara Bayaran Rusia yang Identik dengan Kekejaman

1 hari lalu

Kisah Mantan Pasukan Grup Wagner, Tentara Bayaran Rusia yang Identik dengan Kekejaman

Mantan tentara bayaran Rusia, Grup Wagner, buka suara soal pengalamannya terlibat dalam kelompok tersebut.


Top 3 Dunia: Media Asing Soroti Sambo, Coca Cola Rugi Keluar dari Rusia

1 hari lalu

Top 3 Dunia: Media Asing Soroti Sambo, Coca Cola Rugi Keluar dari Rusia

Berita Top 3 Dunia pada Kamis 11 Agustus 2022 diawali oleh sorotan media asing ihwal penetapan Ferdy Sambo sebagai tersangka


Deretan Artis Korea Selatan Donasi untuk Bantu Korban Banjir di Seoul

1 hari lalu

Deretan Artis Korea Selatan Donasi untuk Bantu Korban Banjir di Seoul

Sejumlah artis Korea Selatan, termasuk aktor dan penyanyi memberikan donasi untuk membantu para korban yang terkena dampak banjir di Seoul.


Rusia Sebut Israel Munafik, Serang Rakyat Palestina Tapi Bela Ukraina

1 hari lalu

Rusia Sebut Israel Munafik, Serang Rakyat Palestina Tapi Bela Ukraina

Kedutaan Besar Rusia di Mesir mengecam serangan Israel ke Palestina.


Kemlu: Kehadiran Zelensky dan Putin di KTT G20 Peluang Damai Konflik Ukraina

1 hari lalu

Kemlu: Kehadiran Zelensky dan Putin di KTT G20 Peluang Damai Konflik Ukraina

Kantor Kepresidenan Ukraina menyatakan Zelensky akan menghadiri KTT G20 di Bali jika Presiden Rusia Vladimir Putin turut hadir