Dosen UNS Teliti Lendir Bekicot untuk Alternatif Obat TB

Reporter

Editor

Devy Ernis

Tiga guru besar UNS, (dari kiri ke kanan) Yusup Subianto Sutanto, Sri Subanti, dan Zainal Arifin, akan dikukuhkan di Kampus UNS Solo, Selasa, 19 Juli 2022. TEMPO/SEPTHIA RYANTHIE

TEMPO.CO, Jakarta - Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS), Yusup Subagio Sutanto, membuat penelitian lendir bekicot untuk alternatif pengobatan Tuberkulosis (TB).  Dokter spesialis paru asal Kota Solo ini melakukan penelitian terhadap manfaat lendir bekicot yang dikombinasikan dengan kulit durian dan kitosan sebagai obat alternatif berbahan alami untuk membantu proses pengobatan bagi penderita penyakit TB.  

Yusup mengemukakan penelitian tersebut dilatarbelakangi adanya permasalahan terkait proses pengobatan bagi penderita TB. "TB dapat disembuhkan dengan pemberian obat antiTuberkulosis (OAT) yang tepat, namun, akhir-akhir ini banyak ditemukan galur MTB resisten terhadap dua atau lebih OAT yang dikenal sebagai galur Multi Drug Resistant Tuberculosis,” ungkapnya pada Senin, 18 Juli 2022.

Pemanfaatan lendir bekicot untuk pengobatan TB, di antaranya karena mengandung bahan kimia achatin isolat yang bermanfaat sebagai antibakteri dan antinyeri. Selain itu lendir bekicot juga mengandung heparan sulfat, dan calsium yang berperan dalam hemostasis, mekanisme alami dari tubuh untuk menghentikan kehilangan darah yang berlebihan.

"Dalam lendir bekicot juga ada chondroitin sulfat yang dapat berfungsi sebagai immunomodulasi untuk mengembalikan dan memperbaiki sistem imun," jabarnya.

Alternatif pengobatan tersebut juga memanfaatkan kulit durian dan kitosan. Kitosan bersifat polikationik yang mampu menurunkan kadar kolesterol. Hasil penelitian menunjukkan kitosan mampu bersifat multifungsi yaitu anti-hiperkolesterolemia, anti-hiperlipidemia, anti-inflamasi dan antmikrobial.

"Manfaat dari kandungan zat yang ada dalam lendir bekicot, kulit durian, dan kitosan bisa saling melengkapi dan menjadi alternatif pengobatan untuk TB," ujarnya. Yusup mengatakan, adanya penelitian itu bukan bertujuan menggantikan obat yang sudah ada, melainkan untuk alternatif pengobatan yang sifatnya membantu. 

Dirinya berharap dapat dilakukan penelitian lebih lanjut dan pengembangan terhadap riset yang telah dilakukan. Diperlukan penelitian berkelanjutan dan holistik terkait, yaitu riset terapan tentang pengembangan prototipe menjadi produk krenova terstandarisasi dan tersertifikasi yang dapat diaplikasikan di mitra pengguna atau masyarakat.

Penelitiannya ini membawanya sebagai guru besar di UNS. Selain dia, Sri Subanti dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) dan Zainal Arifin dari Fakultas Teknik (FT) juga bakal dikukuhkan sebagai guru besar. Pengukuhan guru besar UNS itu akan dilangsungkan di Auditorium GPH Haryo Mataram Kampus UNS besok, Selasa, 19 Juli 2022. 

 
 
 
SEPTHIA RYANTHIE





Pertemuan Forum Dekan Kedokteran, Ini Rekomendasi Soal Dokter Spesialis

1 hari lalu

Pertemuan Forum Dekan Kedokteran, Ini Rekomendasi Soal Dokter Spesialis

AHS dianggap sebagai salah satu solusi pemenuhan kebutuhan jumlah, distribusi, dan kualitas dokter dan dokter spesialis di Indonesia.


Mahasiswa UI Tewas Tertabrak Jadi Tersangka, Profesor di Unsoed: Aneh

3 hari lalu

Mahasiswa UI Tewas Tertabrak Jadi Tersangka, Profesor di Unsoed: Aneh

Profesor ini urun pendapat terhadap kasus mahasiswa UI yang tewas dalam sebuah kecelakaan lalu lintas namun dijadikan tersangka.


Forum Dekan Kedokteran Bertemu di Solo, Bahas Dokter Spesialis sampai Omnibus

4 hari lalu

Forum Dekan Kedokteran Bertemu di Solo, Bahas Dokter Spesialis sampai Omnibus

Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI) menggelar Pertemuan Forum Dekan AIPKI di Solo selama tiga hari mulai hari ini.


Mantan Sprinter Ini Dikukuhkan Jadi Guru Besar Ilmu Olahraga di Unja

11 hari lalu

Mantan Sprinter Ini Dikukuhkan Jadi Guru Besar Ilmu Olahraga di Unja

Sukendro, mantan atlet lari jarak pendek atau sprinter era 1990, dikukuhkan menjadi guru besar bidang olahraga di Universitas Jambi (Unja).


Berdiri Sejak 1959, Teknik Geodesi UGM Kukuhkan Guru Besar Pertama

13 hari lalu

Berdiri Sejak 1959, Teknik Geodesi UGM Kukuhkan Guru Besar Pertama

Dosen Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik UGM Trias Aditya Kurniawan Muhammad dikukuhkan sebagai Guru Besar pertama di jurusan tersebut.


Guru Besar Hukum Ungkap Bahaya UU PPSK bagi OJK

25 hari lalu

Guru Besar Hukum Ungkap Bahaya UU PPSK bagi OJK

Ratno Lukito menanggapi tentang Undang-Undang tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU PPSK).


UNS Ciptakan Panel Surya Berbasis Zat Warna, Mampu Serap Cahaya dalam Intensitas Rendah

32 hari lalu

UNS Ciptakan Panel Surya Berbasis Zat Warna, Mampu Serap Cahaya dalam Intensitas Rendah

UNS Surakarta berhasil membuat panel surya berbasis zat warna. Simak prosesnya pembuatannya di sini.


Petinggi UNS Tuding Adanya Kejanggalan dalam Pemilihan Rektor

35 hari lalu

Petinggi UNS Tuding Adanya Kejanggalan dalam Pemilihan Rektor

Salah seorang petinggi di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo buka suara terkait penyelenggaraan Pemilihan Rektor UNS.


Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Hujan Petir Yogya-Surabaya, Aplikasi Mahasiswa UGM

35 hari lalu

Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Hujan Petir Yogya-Surabaya, Aplikasi Mahasiswa UGM

Topik tentang Yogyakarta dan Surabaya diperkirakan dilanda hujan disertai petir Senin menjadi berita terpopuler Top 3 Tekno Berita Hari Ini.


Ravie, Mahasiswa UNS yang Sukses Bisnis Skincare dan Jadi Content Creator

36 hari lalu

Ravie, Mahasiswa UNS yang Sukses Bisnis Skincare dan Jadi Content Creator

Muhammad Ravie Dwi Agustian, alumnus D3 Usaha Perjalanan Wisata Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta sukses menjalankan bisnis skincare.