Belajar Bahasa Inggris ala Anak Gaul  

Reporter

Editor

Pedapa.com

Pedapa.comTEMPO Interaktif, Jakarta: Para blogger terkadang menyisipkan kata atau kalimat dengan bahasa Inggris, baik dalam tulisan yang di-posting di blognya maupun ketika memberi komentar di blog orang lain. Mungkin maksud hati supaya lebih gaya. Tapi tak jarang, kata atau kalimat bahasa Inggris yang ditulis itu keliru atau bahkan salah besar.

Hal ini sah-sah saja bagi pembaca yang tak begitu menguasai bahasa Inggris. Namun, bagi mereka yang lihai, bisa-bisa malah membingungkan. Malah bisa pula ditertawakan. Ristiana Manao termasuk mereka yang "gerah" jika menjumpai penggunaan bahasa Inggris yang keliru di dunia blog. "Di blog banyak saya lihat 'broken English' seperti itu. Maksudnya benar, tapi secara bahasa Inggris itu salah," kata Nana--panggilan akrab Ristiana.

Jika menjumpai hal itu, Nana, yang aktif ngeblog sejak 2004, langsung mengomentari dan melempar kritik. "Karena, kalau mau berbahasa Inggris, gunakanlah dengan baik dan benar," ujar wanita lajang berusia 34 tahun ini. Saking seringnya mengomentari penggunaan bahasa Inggris di blog, dia dijuluki "Bu Guru Nana".

Hal ini juga yang memunculkan ide membuat sebuah blog pelajaran bahasa Inggris. "Daripada saya cuma kasih komentar, kenapa tidak saya buat blog untuk belajar bahasa Inggris?" Maka, ia pun membuat Pedapa.com. (http://pedapa.com). Blog Pedapa, yang artinya "ranting pohon" (diambil dari bahasa kuno), sebenarnya diluncurkan pada 2006 dengan akun Blogspot. "Tapi sempat vakum satu tahun. Lalu pada Maret 2008 Saya buat lagi dengan alamat baru, Pedapa.com."

Blog yang diberi jargon "English is Fun" (bahasa Inggris itu menyenangkan) ini memang memberi pengajaran bahasa Inggris dengan cara berbeda agar menyenangkan. Dengan pengantar bahasa Indonesia, materi disajikan dengan gaya bahasa pergaulan anak muda sehari-hari. "Supaya lebih ngeblog dan mudah dimengerti," katanya.

Di Internet sebenarnya sudah banyak situs web untuk belajar bahasa Inggris, seperti yang dirilis BBC atau radio Australia. Tapi kebanyakan situs itu menggunakan pengantar bahasa Inggris. Ini, kata Nana, cocok untuk mahasiswa jurusan bahasa Inggris. Tapi bagi mereka yang ingin sekadar memahami bahasa Inggris sehari-hari, lebih mudah jika diberi pengantar bahasa Indonesia.

Nana cukup berpengalaman sebagai guru bahasa Inggris. Sejak kuliah di Jurusan Sastra Inggris Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga, ia sudah mengajar di beberapa lembaga pendidikan. Perempuan yang sudah 10 tahun menetap di Bali ini juga mengajar bahasa Inggris untuk anak-anak di lingkungan rumahnya. Tak mengherankan jika di blognya itu ia tekun melayani pertanyaan.

Sejak diluncurkan, Nana mendapat banyak sekali kiriman pertanyaan dari pembaca Pedapa.Com. Mereka bertanya via e-mail. Jika perlu dijelaskan panjang-lebar, ia menjawab lewat posting baru di blog Pedapa. "Kalau nggak, atau pertanyaannya sudah pernah saya posting, cukup dijawab lewat e-mail dan memberi link ke posting yang pernah dibuat," ujar Nana, yang kini Asisten Manajer HRD Hotel Westin Nusa Dua, Bali.

Salah satu topik yang di-posting-nya adalah tentang perbedaan kata "Dead", "Death", dan "Die". Ia menyajikannya dengan bahasa "gaul" dan santai tapi mudah dimengerti. Ia menuliskannya seperti ini:

Ketiga kata ini emang suka membingungkan para pengguna. Kapan sih benernya pake kata "die"? kapan "death"? kapan "dead"? Soalnya kalau diterjemahin ke bahasa Indonesia, rasanya artinya sama aja.

Yuk kita mulai dari "die". "Die" ini kata kerja atau verb. pake contoh ya. "Her father died from cancer".

Jelas kan yah. Sekarang "dead". Kalo "die" itu kata kerja, "dead" itu kata sifat atau adjective.
Contoh, "The fire is dead" (perhatikan penggunaan to be "is"). "Beware of dead water" ("dead" di sini kata sifat yang menjelaskan water).

Nah! sekarang "death". "Death" itu kata benda atau noun. Contoh. "His death came as a terrible shock" (kematiannya mengejutkan).

Nah, jelas, kan? Jangan-jangan, Anda juga sering keliru.

DIMAS






Strategi Lintasarta Dukung Dunia Bisnis

22 Februari 2021

Strategi Lintasarta Dukung Dunia Bisnis

Di 2021, Lintasarta tetap berkomitmen memberikan layanan terbaik untuk berbagai sektor industri.


Sempat Diretas, Ditjen Pajak Targetkan Situsnya Pulih Hari Ini

11 Juni 2018

Sempat Diretas, Ditjen Pajak Targetkan Situsnya Pulih Hari Ini

Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan menargetkan pemulihan situsnya yang sempat diretas rampung pada hari ini.


Kominfo Blokir 34 Situs Berunsur Radikalisme Selama April 2018

31 Mei 2018

Kominfo Blokir 34 Situs Berunsur Radikalisme Selama April 2018

Kominfo berupaya meminimalkan aksi teror dengan memblokir konten radikalisme.


Pangsa Pasar Besar, Situs Perbandingan Harga Priceprice.com Diluncurkan

24 Januari 2018

Pangsa Pasar Besar, Situs Perbandingan Harga Priceprice.com Diluncurkan

Situs perbandingan harga Priceprice.com diluncurkan di Indonesia. Priceprice.com untuk memudahkan pengguna membandingkan harga barang.


Situs Om Senang Mirip Nikahsirri.com Hebohkan Belgia

27 September 2017

Situs Om Senang Mirip Nikahsirri.com Hebohkan Belgia

Pihak berwenang Belgia akan mengambil sikap tegas terhadap peredaran situs yang diduga menawarkan pelacuran terselubung.


Google Chrome Bakal Memungkinkan Pengguna Membisukan Situs Web

27 Agustus 2017

Google Chrome Bakal Memungkinkan Pengguna Membisukan Situs Web

Google menguji opsi baru yang memungkinkan pengguna membisukan situs web secara permanen di dalam browser Chrome.


Ingin Sukses Cari Uang Lewat YouTube? Ada Kiatnya...

10 Agustus 2017

Ingin Sukses Cari Uang Lewat YouTube? Ada Kiatnya...

Salah satu cara yang dipilih generasi Millennial untuk mengekspresikan diri adalah mengunggah materi ke YouTube, tapi kenapa tak semua sukses?


Bagaimana Menyusun Kata Sandi yang Anti Pembobolan?

10 Agustus 2017

Bagaimana Menyusun Kata Sandi yang Anti Pembobolan?

Bill Burr, pernah merilis sebuah buku (pedoman) di tahun 2003 lalu berisi kata sandi yang tidak dapat diretas, masih manjurkah?


Google, Facebook, Spotify Akan Ikut Aksi Dukung Net Neutrality

12 Juli 2017

Google, Facebook, Spotify Akan Ikut Aksi Dukung Net Neutrality

Perusahaan-perusahaan, seperti Google, Facebook, Spotify, Jumat lalu mengumumkan akan berpartisipasi dalam aksi 12 Juli untuk mendukung net neutrality


Ingin Vlog Anda Sekondang Kaesang? Hindari Lima Hal Berikut Ini

7 Juli 2017

Ingin Vlog Anda Sekondang Kaesang? Hindari Lima Hal Berikut Ini

Vlogging menjadi fenomena tersendiri saat ini. Banyak netizen, dari yang belum tekrenal sampai yang kondang macam Kaesang, meramaikan dunia vlog.