Kelebihan dan Kekurangan Panel Surya di Rumah Sebagai Sumber Listrik

Reporter

Editor

Dwi Arjanto

Panel pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Pantai Kondangmerak, Desa Sumberbening, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, Jumat, 21 Januari 2021. (TEMPO/Abdi Purmono)

TEMPO.CO, Jakarta -Matahari adalah sumber energi yang kuat, manfaatkan daya ini dengan memasang panel surya agar dapat membuat perbedaan yang signifikan.

Energi surya kini terbukti sangat bermanfaat, tidak hanya untuk lingkungan tetapi juga untuk ekonomi.

Meski banyak dikritik karena mahal atau tidak efisien namun energi surya telah menjadi sumber energi utama bagi lebih banyak keluarga atas adanya hibah panel surya yang tersedia, serta harga yang semakin kompetitif di pasaran.

Melansir dari lanan GreenMatch.co.uk kelebihan dan kekurangan panel surya yang perlu Anda ketahui sebelum menggunakannya:

Kelebihan Panel Surya

1. Sumber Energi Terbarukan
Di antara semua manfaat panel surya, yang terpenting adalah karena energi matahari merupakan sumber energi yang benar-benar terbarukan. Itu dapat dimanfaatkan di semua wilayah di dunia dan tersedia setiap hari.

Kita tidak bisa kehabisan energi matahari, tidak seperti beberapa sumber energi lainnya. Energi matahari akan dapat diakses selama kita memiliki matahari, oleh karena itu sinar matahari akan tersedia bagi kita setidaknya selama 5 miliar tahun ketika menurut para ilmuwan matahari akan mati.

2. Mengurangi Tagihan Listrik
Tagihan listrik Anda akan turun. Berapa banyak Anda menghemat tagihan  akan tergantung pada ukuran panel surya dan penggunaan listrik atau panas.

Selain itu, Anda tidak hanya akan menghemat tagihan listrik, tetapi juga kemungkinan untuk menerima pembayaran atas kelebihan energi yang Anda salurkan kembali ke jaringan jika terhubung dalam suatu kawasan. 

3. Aplikasi Beragam
Energi matahari dapat digunakan untuk berbagai tujuan. Anda dapat menghasilkan listrik ( fotovoltaik ) atau panas (panas matahari ). Energi matahari dapat digunakan untuk menghasilkan listrik di daerah yang tidak memiliki akses ke jaringan energi, untuk menyuling air di daerah dengan pasokan air bersih yang terbatas dan untuk menggerakkan satelit di luar angkasa.

4. Biaya Perawatan Rendah
Sistem energi surya umumnya tidak membutuhkan banyak perawatan. Anda hanya perlu menjaganya tetap bersih, jadi membersihkannya beberapa kali dalam setahun sudah cukup. Jika ragu, kamu selalu dapat menghubungi perusahaan pembersih khusus, yang menawarkan layanan ini.

Beberapa produsen panel surya paling menawarkan  garansi 20-25 tahun. Juga, karena tidak ada bagian yang bergerak, tidak ada keausan. Inverter biasanya satu-satunya bagian yang perlu diganti setelah 5-10 tahun karena terus bekerja mengubah energi matahari menjadi listrik dan panas.

Selain inverter, kabel juga perlu perawatan untuk memastikan sistem tenaga surya bekerja dengan efisiensi maksimum. Jadi, setelah menutupi biaya awal tata surya, Anda dapat mengharapkan sedikit pengeluaran untuk pemeliharaan dan perbaikan.

5. Pengembangan Teknologi
Teknologi dalam industri tenaga surya terus berkembang dan peningkatannya akan meningkat di masa depan. Inovasi dalam fisika kuantum dan nanoteknologi berpotensi dapat meningkatkan efektivitas panel surya dan menggandakan, atau bahkan tiga kali lipat, input listrik dari sistem tenaga surya.

Kekurangan Panel Surya

1. Biaya
Biaya awal untuk membeli tata surya cukup tinggi. Ini termasuk pembayaran panel surya, inverter, baterai, kabel, dan untuk pemasangan. Namun demikian, teknologi tenaga surya terus berkembang, jadi dapat diasumsikan bahwa harga akan turun di masa mendatang.

2. Tergantung Cuaca
Meskipun energi matahari masih dapat dikumpulkan selama hari mendung dan hujan, efisiensi tata surya menurun. Panel surya bergantung pada sinar matahari untuk mengumpulkan energi matahari secara efektif.

Oleh karena itu, beberapa hari hujan yang mendung dapat memberikan efek yang nyata pada sistem energi. Anda juga harus memperhitungkan bahwa energi matahari tidak dapat dikumpulkan pada malam hari.

Di sisi lain, jika Anda juga memerlukan solusi pemanas air  untuk bekerja di malam hari atau selama musim dingin, panel termodinamika adalah alternatif untuk dipertimbangkan.

3. Penyimpanan Energi Surya Mahal
Energi matahari harus segera digunakan, atau dapat disimpan dalam baterai besar. Baterai ini, yang digunakan dalam sistem tata surya off-the-grid, dapat diisi daya pada siang hari sehingga energinya digunakan pada malam hari.

Ini adalah solusi yang bagus untuk menggunakan energi matahari sepanjang hari, tetapi juga cukup mahal. Dalam kebanyakan kasus, akan lebih cerdas jika hanya menggunakan energi matahari di siang hari dan mengambil energi dari jaringan pada malam hari (kamu hanya dapat melakukan ini jika sistem Anda terhubung ke jaringan).

4. Menggunakan Banyak Ruang
Semakin banyak listrik yang ingin kamu hasilkan, semakin banyak panel surya yang Anda butuhkan, karena ingin mengumpulkan sinar matahari sebanyak mungkin.

Panel surya PV membutuhkan banyak ruang dan beberapa atap tidak cukup besar untuk memuat jumlah panel surya yang Anda inginkan. Alternatifnya adalah memasang beberapa panel di halamanmu tetapi mereka harus memiliki akses ke sinar matahari.

5. Terkait dengan Polusi
Meskipun polusi yang terkait dengan sistem energi matahari jauh lebih sedikit dibandingkan dengan sumber energi lain, energi matahari dapat dikaitkan dengan polusi.

Transportasi dan pemasangan tata surya telah dikaitkan dengan emisi gas rumah kaca. Ada juga beberapa bahan beracun dan produk berbahaya yang digunakan selama proses pembuatan sistem fotovoltaik surya, yang secara tidak langsung dapat mempengaruhi lingkungan.

Namun demikian, polusi energi matahari jauh lebih sedikit dibandingkan dengan sumber energi alternatif lainnya. Lebih dari itu, panel surya misalnya, cukup dibersihkan saja.

IDRIS BOUFAKAR
Baca juga : Apa Sebab Masjid Istiqlal Raih Rumah Ibadah Ramah Lingkungan Pertama di Dunia






Jalin Kemitraan dengan PLN, Mercedes-Benz Bakal Bangun SPKLU

1 hari lalu

Jalin Kemitraan dengan PLN, Mercedes-Benz Bakal Bangun SPKLU

PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia (MBDI) resmi meluncurkan sedan listrik di Indonesia, sekaligus berenanca membangun SPKLU.


PLN Sudah Gunakan Kendaraan Dinas Listrik di Kepri

3 hari lalu

PLN Sudah Gunakan Kendaraan Dinas Listrik di Kepri

PLN Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Kota Tanjungpinang telah menggunakan kendaraan dinas listrik.


Charge Kendaraan Listrik di atas Jam 10 Malam Dapat Diskon 30 Persen

3 hari lalu

Charge Kendaraan Listrik di atas Jam 10 Malam Dapat Diskon 30 Persen

PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya melaporkan bakal memberikan diskon kepada pengguna kendaraan listrik yang melakukan charge di SPKLU.


Menteri ESDM Ungkap Langkah Percepat Penggunaan Kendaraan Listrik

4 hari lalu

Menteri ESDM Ungkap Langkah Percepat Penggunaan Kendaraan Listrik

Kementerian ESDM tengah berfokus pembenahan sisi hulu industri kendaraan listrik, seperti manufaktur dan infrastruktur.


Angin Puting Beliung Rusak 18 Bangunan di Bogor, Sempat Putuskan Akses Jalan

4 hari lalu

Angin Puting Beliung Rusak 18 Bangunan di Bogor, Sempat Putuskan Akses Jalan

BPBD Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mencatat sebanyak 18 bangunan rusak akibat peristiwa angin puting beliung di Kecamatan Ciampea, Bogor.


Erupsi Gunung Semeru, PLN: 121 Gardu Listrik Terkena Dampak

4 hari lalu

Erupsi Gunung Semeru, PLN: 121 Gardu Listrik Terkena Dampak

PLN fokus mengamankan jaringan listrik di beberapa wilayah seperti Sumber Mujur, Pronojiwo, dan Tempursari.


Gencarkan Penggunaan Kendaraan Listrik, Menteri ESDM Fokuskan Pembenahan Sektor Hulu

4 hari lalu

Gencarkan Penggunaan Kendaraan Listrik, Menteri ESDM Fokuskan Pembenahan Sektor Hulu

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus melakukan sosialisasi penggunaan kendaraan listrik.


PLN Siapkan Pasokan Listrik Untuk Hilirisasi Industri

6 hari lalu

PLN Siapkan Pasokan Listrik Untuk Hilirisasi Industri

Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk membangun ekosistem kendaraan listrik


PLN Buka Kemitraan Bangun SPKLU untuk Mengecas Kendaraan Listrik, Tertarik?

7 hari lalu

PLN Buka Kemitraan Bangun SPKLU untuk Mengecas Kendaraan Listrik, Tertarik?

Masyarakat mungkin tahunya SPBU dan masih sedikit yang tahu tentang SPKLU. Apa itu SPKLU, untuk mengecas kendaraan listrik?


Dorong Perekonomian Nasional, PLN Bangun Ekosistem Lokal pada Industri Ketenagalistrikan

9 hari lalu

Dorong Perekonomian Nasional, PLN Bangun Ekosistem Lokal pada Industri Ketenagalistrikan

Dari tahun ke tahun, PT PLN (Persero) berhasil meningkatkan penggunaan produk lokal (Tingkat Komponen Dalam Negeri/TKDN) di setiap proyek pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan.