Warga Palmerah Buat 600 Biopori di Jalan

Reporter

Editor


TEMPO Interaktif, Jakarta:

Warga RW 05 Kelurahan Palmerah, Jakarta Barat gotong royong membangun 600 lubang biopori. “Setiap lobang dalamnya 1,5 meter,” kata Mujiono, Ketua RW 05. Pada bagian atas, mereka memasang pipa peralon. Lubang itu sendiri berada di sisi kanan jalan lingkungan yang lebarnya 1,5 meter.


Selasa siang, Ketua Tim Penggerak PKK tingkat Pusat Evi Mardiyanto mengunjungi RW 05. Dia didampingi Ketua PKK Jakarta, Tatty Fauzi Bowo. Kedua istri pejabat ini mengitari jalan lingkungan sepanjang 600 meter di mana pada bagian kanannya terdapat lobang biopori.


Pembangunan lobang biopori sejak tahun lalu itu sendiri makin menggenapi keberhasilan RW 05 menjaga lingkungan. Sejak empat tahun lalu wilayah ini terkenal sebagai percontohan. “Pernah jadi juara satu tingkat nasional dalam kebersihan dan penghijauan,” kata Lurah Palmerah, Hasan Inang.


Memang ribuan pot tanaman memenuhi wilayah ini. Warga menjejerkan pot-pot tersebut di pinggir dan menggantung di atas jalan. Alhasil pada siang hari tidak terasa panas. Di rumah Sastro Priadi, tokoh masyarakat yang tinggal di RT 02, terdapat 300 jenis tanaman obat. Pria berusia 60 ini memang jadi salah satu pelopor penghijauan di kampungnya.


UNTUNG WIDYANTO






Perpu Cipta Kerja Dinilai Langgengkan Pasal yang Mengancam Lingkungan Hidup

29 hari lalu

Perpu Cipta Kerja Dinilai Langgengkan Pasal yang Mengancam Lingkungan Hidup

Satya Bumi juga menyoroti Perpu Cipta Kerja yang masih mempertahankan aturan yang memangkas hak masyarakat adat dalam penyusunan Amdal.


Aktivis Melihat Potensi Tersembunyi Kerusakan Lingkungan dari RKUHP

4 Desember 2022

Aktivis Melihat Potensi Tersembunyi Kerusakan Lingkungan dari RKUHP

RKUHP dinilai oleh pegiat lingkungan memiliki potensi tersembunyi menyebabkan kerusakan pada kelestarian alam.


Dana Lingkungan Hidup untuk Apa

25 November 2022

Dana Lingkungan Hidup untuk Apa

Pengelolaan dana lingkungan hidup akan mencakup bidanvkehutanan, energi dan sumber daya mineral, perdagangan karbon, dan sebagainya.


Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Bentuk Forum Kualitas Udara

15 November 2022

Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Bentuk Forum Kualitas Udara

Forum Kualitas Udara Jakarta ini dibentuk setelah melalui diskusi tentang pemantauan kualitas udara Jakarta sekarang dan akan datang.


Pengadilan Tinggi DKI Putuskan Jokowi dan 3 Menteri Lalai Penuhi Udara Bersih di Jakarta

21 Oktober 2022

Pengadilan Tinggi DKI Putuskan Jokowi dan 3 Menteri Lalai Penuhi Udara Bersih di Jakarta

Pengadilan Tinggi DKI menolak banding yang diajukan Jokowi dan 3 menterinya soal kewajiban pemenuhan udara bersih di Jakarta.


Dinas LH DKI Beberkan Perbaikan Indeks Kualitas Lingkungan di Jakarta Sejak 2017

12 Oktober 2022

Dinas LH DKI Beberkan Perbaikan Indeks Kualitas Lingkungan di Jakarta Sejak 2017

Dinas Lingkungan Hidup DKI memaparkan perbaikan indeks lingkungan yang telah berjalan di Jakarta sejak 2017 lalu.


Anies Baswedan Beri Penghargaan Masyarakat yang Berperan Kelola Lingkungan

12 Oktober 2022

Anies Baswedan Beri Penghargaan Masyarakat yang Berperan Kelola Lingkungan

Anies Baswedan memberikan apresiasi bagi masyarakat yang berperan mengelola lingkungan dalam Apresiasi Masyarakat Peduli Lingkungan 2022.


Protes Penebangan Pohon Peneduh Jalan, Warga Mega Cinere Depok Somasi Pengurus Lingkungan

18 September 2022

Protes Penebangan Pohon Peneduh Jalan, Warga Mega Cinere Depok Somasi Pengurus Lingkungan

Penebangan pohon itu tidak sesuai dengan Perda Kota Depok No. 3 tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Perlindungan Lingkungan Hidup


DPRD Kabupaten Bogor Sahkan Perda Penanggulangan Penyakit Menular

16 September 2022

DPRD Kabupaten Bogor Sahkan Perda Penanggulangan Penyakit Menular

Perda tentang penyakit menular diperlukan untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di Kabupaten Bogor.


Nyaris Punah Burung Mandar Talaud Ditemukan Kembali pada 1996

7 September 2022

Nyaris Punah Burung Mandar Talaud Ditemukan Kembali pada 1996

Burung Mandar Talaud sempat dikabarkan punah akibat alih fungsi hutan di Sulawesi, tetapi spesies ini ditemukan kembali pada 6 September 1996.