Paduan Suara UNS Raih 7 Penghargaan di Jepang

Reporter

Editor

Devy Ernis

Tim Paduan Suara Universitas Sebelas Maret (UNS) Voca Erudita tampil di KBRI Tokyo, Selasa (2/8) setelah menyabet tujuh penghargaan di kompetisi kur internasional Tokyo. (ANTARA/ Juwita Trisna Rahayu

TEMPO.CO, Jakarta - Paduan suara Universitas Sebelas Maret Solo (UNS) Voca Erudita menyabet tujuh penghargaan dalam Tokyo International Choir Competition yang diselenggarakan di Tokyo, Jepang pada 29-31 Juli 2022. Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang dan Federasi Mikronesia Heri Akhmadi menyampaikan selamat kepada tim atas kemenangan tersebut.

“Saya berterima kasih atas kerja keras para pelatih dan pimpinan universitas juga adik-adik semua dalam menjalani kegiatan ini,” kata Heri pada Selasa, 2 Agustus 2022.

Bersaing dengan 54 peserta paduan suara dari lima negara, Erudita UNS memenangi tiga kategori, di antaranya kategori campuran, kontemporer dan folklor. Selain itu, tim tersebut juga menyabet empat penghargaan, yaitu Best Interpretation of Contemporary Song Category Under the Sea, Best Interpretation of Baroque Choral Works “Die Himmel Erazahlen Die Ehre Gottes” dan Grand Champion for 4th Tokyo International Choir Competition.

Dubes Heri berharap ke depannya Voca Erudita UNS dapat berkolaborasi dan tampil di beberapa universitas di Jepang. Melalui kesenian, lanjut dia, budaya Indonesia diharapkan lebih dikenal lagi di Jepang. Heri mengatakan salah satu universitas, yakni Universitas Pendidikan Indonesia telah memulai kerja sama dengan Gifu University dalam mengajarkan musik angklung untuk penyandang tunarungu.

Angklung-angklung tersebut dipasang lampu-lampu khusus sehingga para penyandang tuna rungu bisa turut menikmati bahkan memainkan musik tersebut. “Mereka mengembangkan metode teknik mengajar kesenian untuk berkebutuhan khusus. Saya yakin dari sini (paduan suara UNS) juga bisa mengembangkan kreasi lainnya,” katanya.

Dosen UNS pendamping tim paduan suara Voca Erudita Pringgo Widyo Laksono menuturkan tantangan yang dihadapi saat mengikuti kompetisi internasional di tengah pandemi. “Karena ini masa pandemi, kami memiliki kendala karena adanya peraturan misalnya untuk karantina dan vaksin harus lengkap. Selain itu, kami memerlukan biaya keberangkatan cukup besar karena kami membawa 37 penyanyi, dua konduktor dan satu dosen pendamping,” katanya.

Selain itu, lanjut dia, tim juga harus menyesuaikan kondisi dan peraturan di Jepang. Sebelum bertolak ke Negeri Sakura itu, dia menjelaskan, tim telah berlatih paduan suara selama lima bulan dengan mendatangkan pelatih dan ahli serta studi banding di dalam negeri.

“Kami berharap untuk ke depannya bisa sustain perkembangan diri kami sendiri, bisa melaksanakan regenerasi, menjaga kualitas dan performa sehingga bisa terus berkompetisi di grand champion berikutnya,” katanya.

Baca juga: Mapala UI Lakukan Pendakian Netral Karbon Selama 21 Hari, Ini Detail Perjalanannya






Juara Umum, ITB Borong 14 Penghargaan Olimpiade Nasional MIPA 2022

7 jam lalu

Juara Umum, ITB Borong 14 Penghargaan Olimpiade Nasional MIPA 2022

Mahasiswa ITB berhasil membawa pulang 14 penghargaan Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (ONMIPA) 2022.


Kawasan Jajanan Kya-kya, Surabaya, Sudah Dikenal Sejak Masa SriwiJaya

8 jam lalu

Kawasan Jajanan Kya-kya, Surabaya, Sudah Dikenal Sejak Masa SriwiJaya

Kya-Kya didirikan pada 31 Mei 2003, di hari ulang tahun Surabaya. Masyarakat menyukainya, namun hanya bertahan lima tahun. Kini Kya-kya dibuka lagi.


Mahasiswa Telkom University Rancang Toilet Cerdas untuk Pantau Kesehatan

1 hari lalu

Mahasiswa Telkom University Rancang Toilet Cerdas untuk Pantau Kesehatan

Tim mahasiswa Telkom University menawarkan kebaruan dari pengembangan aplikasi dan penggunaan toilet.


Jepang Akan Legalkan Ganja untuk Medis

1 hari lalu

Jepang Akan Legalkan Ganja untuk Medis

Pemerintah Jepang kemungkinan akan melegalkan ganja untuk kepentingan pengibatan.


Fadel Muhammad Dukung Mahasiswa Jadi Entrepreneur

1 hari lalu

Fadel Muhammad Dukung Mahasiswa Jadi Entrepreneur

Wakil Ketua MPR RI, Prof. Dr. Ir. Fadel Muhammad mengingatkan mahasiswa tidak beramai-ramai ingin menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN)


Tim Telkom University Kembangkan Aplikasi Diagnosis Dini Autisme

2 hari lalu

Tim Telkom University Kembangkan Aplikasi Diagnosis Dini Autisme

Pembuatan aplikasi itu melibatkan anggota tim dari mahasiswa Telkom University.


Tito Karnavian Temui Mendagri Jepang, Bahas Penguatan Kerja Sama Bilateral

2 hari lalu

Tito Karnavian Temui Mendagri Jepang, Bahas Penguatan Kerja Sama Bilateral

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengunjungi Menteri Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang, Minoru Terada di Tokyo.


Polda Aceh Terus Periksa Kasus Beasiswa, Penerima Beasiswa di Aceh Timur Akui Ada Pemotongan oleh Korlap

2 hari lalu

Polda Aceh Terus Periksa Kasus Beasiswa, Penerima Beasiswa di Aceh Timur Akui Ada Pemotongan oleh Korlap

Kasus mahasiswaAceh yang terindikasi terima beasiswa meski tak sesuai syarat masih diperiksa Polda Aceh. Di Aceh Timur ada peomtongan oleh korlap.


Indonesia - Jepang Sepakati Kontrak Dagang Cangkang Kernel Kelapa Sawit Senilai USD 138,2 Dolar

2 hari lalu

Indonesia - Jepang Sepakati Kontrak Dagang Cangkang Kernel Kelapa Sawit Senilai USD 138,2 Dolar

Indonesia merupakan salah satu negara penghasil komoditas cangkang kernel kelapa sawit.


Telkom University Terima 8.036 Mahasiswa Baru dari 100 Ribu Lebih Pendaftar

2 hari lalu

Telkom University Terima 8.036 Mahasiswa Baru dari 100 Ribu Lebih Pendaftar

Kini total mahasiswa Telkom University berjumlah 32 ribu orang.