Mikroplastik dari Masker di Muara Sungai Menuju Teluk Jakarta Meningkat Tajam

Seorang warga memisahkan sampah plastik dari tumpukan sampah di aliran Sungai Ciliwung, Jakarta, 20 Mei 2018. TEMPO/Muhammad Hidayat

TEMPO.CO, Jakarta - Para peneliti mengungkap mikroplastik yang terindikasi dari sampah alat pelindung diri (APD) yang berasal dari muara sungai menuju Teluk Jakarta semasa pandemi Covid-19 mengalami peningkatan yang signifikan, terutama pada saat curah hujan tinggi.

Kesimpulan itu merupakan hasil riset kolaborasi peneliti Pusat Riset Oseanografi Badan Riset dan Innovasi Nasional (BRIN) yang dikoordinasi oleh M. Reza Cordova, dengan Universitas Terbuka, Universitas Sumatera Utara, IPB University dan University of Portsmouth (United Kingdom).

Hasil penelitian ini telah diterbitkan dalam jurnal Marine Pollution Bulletin berjudul “Seasonal heterogeneity and a link to precipitation in the release of microplastic during Covid-19 outbreak from the Greater Jakarta area to Jakarta Bay, Indonesia”.

"Secara proporsi terdapat peningkatan mikroplastik bentuk benang yang terindikasi memiliki bentuk asal dan jenis komposisi kimia yang sama dengan masker medis, dari sebelumnya hanya sekitar 3 persen sesaat setelah ditemukannya kasus Covid-19 pertama di Indonesia,” kata Reza yang dikutip dari rilis BRIN. Proporsi mikroplastik tersebut meningkat 10 kali lipat pada Desember 2020.

Riset monitoring mikroplastik di muara sungai ini mencatat kelimpahannya yang lebih tinggi di wilayah pesisir timur Teluk Jakarta dibandingan pesisir bagian barat. Dari Sembilan muara sungai yang diteliti di kawasan Jabodetabek, mikroplastik ditemukan pada semua muara sungai yang diteliti.

“Kelimpahan mikroplastik yang ditemukan ada pada kisaran 4,29 hingga 23,49 partikel mikroplastik per 1000 liter air sungai dengan rata-rata 9.02 partikel per 1000 liter air sungai yang bergerak menuju perairan Teluk Jakarta,” jelas Reza.

Penambahan mikroplastik paling tinggi ditemukan pada musim hujan yakni rata-rata 9.02 partikel per 1000 liter air sungai, sedangkan paling rendah ditemukan pada musim kemarau yakni 8.01 partikel per 1000 liter air sungai.

Reza bersama tim berharap peningkatan konsentrasi mikroplastik di lingkungan mendorong perbaikan pengelolaan sampah sekali pakai. “Implementasi dari aturan yang ketat, pemberian sosialisasi dan pemahaman publik, diperlukan untuk mempromosikan metode pembuangan yang benar dan perubahan sistemik dalam pengelolaan sampah plastik, khususnya plastik sekali pakai,” jelas Reza.

Mengingat kondisi pandemi Covid-19 yang berkepanjangan dan hari ini masih terjadi, diharapkan hasil riset ini dapat mengajak masyarakat turut berperan dalam menjaga kesehatan lingkungan. Secara lebih spesifik, terutama terkait pembuangan sampah APD, adalah sampah masker yang biasa dipakai sehari hari oleh masyarakat selama masa pandemi.

Baca:
Daftar Sungai Terpolusi Sampah Plastik di Dunia, Brantas Nomor 6






Tiga Ilmuwan Kuantum Raih Penghargaan Nobel Fisika 2022

2 jam lalu

Tiga Ilmuwan Kuantum Raih Penghargaan Nobel Fisika 2022

Tiga fisikawan peraih Penghargaan Nobel Fisika 2022 berfokus pada penelitian mengenai quantum entanglement


I-Project, Program SMAK 1 Penabur Jakarta untuk Genjot Siswa Hasilkan Inovasi

6 jam lalu

I-Project, Program SMAK 1 Penabur Jakarta untuk Genjot Siswa Hasilkan Inovasi

SMAK 1 Penabur Jakarta mendorong para siswanya untuk melakukan inovasi sesuai passion melalui program I-Project.


Inilah yang Harus Dilakukan saat Terkena Gas Air Mata

11 jam lalu

Inilah yang Harus Dilakukan saat Terkena Gas Air Mata

Gas air mata banyak menyebabkan iritasi. Berikut hal-hal yang dapat dilakukan bila terkena gas air mata.


Peneliti Ungkap Efek Jangka Panjang Gas Air Mata, Cacat hingga Kematian

1 hari lalu

Peneliti Ungkap Efek Jangka Panjang Gas Air Mata, Cacat hingga Kematian

Efek gas air mata mulai dari jangka pendek hingga jangka panjang, termasuk risiko kematian.


3.000 Mangrove Ditanam di Pantai Indah Kapuk, Wali Kota: 13 Sungai Bermuara di Teluk Jakarta

3 hari lalu

3.000 Mangrove Ditanam di Pantai Indah Kapuk, Wali Kota: 13 Sungai Bermuara di Teluk Jakarta

Sebanyak 3.000 mangrove ditanam di Pantai Indah Kapuk, Jakarta.


Mahasiswa Telkom University Rancang Toilet Cerdas untuk Pantau Kesehatan

6 hari lalu

Mahasiswa Telkom University Rancang Toilet Cerdas untuk Pantau Kesehatan

Tim mahasiswa Telkom University menawarkan kebaruan dari pengembangan aplikasi dan penggunaan toilet.


Malaysia Cabut Wajib Masker di Pesawat

6 hari lalu

Malaysia Cabut Wajib Masker di Pesawat

Kementerian Kesehatan Malaysia mengeluarkan kebijakan baru tidak lagi mewajibkan penumpang menggunakan masker dalam pesawat terbang.


BRIN Kukuhkan Empat Profesor Riset

7 hari lalu

BRIN Kukuhkan Empat Profesor Riset

Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko, mengharapkan semangat keempat periset dapat menular kepada rekan-rekannya.


Daftar 4 Lokasi SIM Keliling di Jakarta Hari Ini

7 hari lalu

Daftar 4 Lokasi SIM Keliling di Jakarta Hari Ini

Polda Metro Jaya membuka layanan perpanjangan masa berlaku Surat Izin Mengemudi atau SIM Keliling di lima titik Jakarta, Rabu, 28 September 2022.


7 Penelitian Konyol yang Meraih Penghargaan Ig Nobel 2022

12 hari lalu

7 Penelitian Konyol yang Meraih Penghargaan Ig Nobel 2022

Ig Nobel merupakan parodi Nobel yang mengkhususkan pada penelitian yang awalnya membuat masyarakat tertawa, namun akhirnya berpikir dan kritis.