Satelit NASA Jatuh Saat Diluncurkan  

Reporter

Editor


TEMPO Interaktif, Los Angeles: Sebuah satelit milik lembaga antariksa Amerika Serikat, NASA, yang akan memantau pemanasan global, jatuh saat diluncurkan pada Selasa (24/2).

Para pejabat NASA mengkambinghitamkan peralatan yang gagal berfungsi sebagai penyebab jatuhnya satelit seharga US$ 280 juta (Rp 3,3 triliun).

Satelit Pemantau Karbon di Orbit itu diluncurkan dengan roket Taurus XL dari Pangkalan Udara Vandenberg, California. Saat awal peluncuran, roket Taurus masih mulus.

Tiga menit setelah tinggal landas, mestinya pelindung roket tingkat atas--yang berisi satelit di dalamnya--akan melepaskan diri. Tapi pelindung itu tetap menempel sehingga roket tidak sanggup membawa ke antariksa dan satelitnya jatuh ke lautan dekat Antartika.

Satelit seberat 447 kilogram mestinya akan mengorbit pada ketinggian sekitar 640 kilometer. Satelit itu dibuat dan dirancang selama sembilan tahun dengan masa tugas, mestinya dua tahun.

NASA meluncurkan satelit pemantau pemanasan global hanya berselang sebulan setelah Jepang menempatkan satelit serupa di antariksa. Karena ini gagal diluncurkan, masa lembaga antariksa itu gagal memiliki satelit yang hanya bertugas memantau pemanasan global.

Perusahaan pemilik roket Taurus XL, Orbital Sciences, menyatakan bahwa rekor penerbangan mereka "hampir sempurna". Orbital Sciences terakhir gagal meluncurkan roket pada 2001 saat membawa satelit NASA dan muatan abu jenazah.


AP/NURKHOIRI






Satelit Merah Putih PT Telkom Siap Diluncurkan 4 Agustus 2018

26 Juli 2018

Satelit Merah Putih PT Telkom Siap Diluncurkan 4 Agustus 2018

Saat ini, Satelit Merah Putih PT Telkom sudah berada di lokasi peluncuran di SpaceX, Florida, Amerika Serikat.


Rusia, Jepang, dan Cina Luncurkan Satelit Nyaris Berbarengan

7 Februari 2018

Rusia, Jepang, dan Cina Luncurkan Satelit Nyaris Berbarengan

Rusia, Jepang, dan Cina telah menyelesaikan serangkaian peluncuran satelit pada 1 hingga 3 Februari 2018.


Anomali Satelit Telkom 1, Seluruh Jaringan BRI Sudah Pulih

10 September 2017

Anomali Satelit Telkom 1, Seluruh Jaringan BRI Sudah Pulih

Sejumlah kantor dan ATM BRI sempat tak beroperasi akibat gangguan satelit Telkom 1.


Percepat Peluncuran Satelit Baru, Telkom Berkunjung ke California

6 September 2017

Percepat Peluncuran Satelit Baru, Telkom Berkunjung ke California

Satelit Telkom-4 ditempatkan di ruang bekas Telkom-1.


Telkom Percepat Peluncuran Satelit Telkom 4

6 September 2017

Telkom Percepat Peluncuran Satelit Telkom 4

Satelit Telkom 4 milik PT Telekomunikasi Indonesia dijadwalkan meluncur pada Agustus 2018.


Telkom: 66 Persen Layanan ATM Sudah Pulih

5 September 2017

Telkom: 66 Persen Layanan ATM Sudah Pulih

PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. atau PT Telkom menyatakan sebanyak 66 persen ATM bank sudah berfungsi normal kembali.


Kabar Satelit Telkom 1 Hancur, Rudiantara: Jangan Berspekulasi  

5 September 2017

Kabar Satelit Telkom 1 Hancur, Rudiantara: Jangan Berspekulasi  

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan kepada publik untuk tidak berspekulasi terlebih dahulu tentang penyebab terganggunya Satelit Telkom 1.


Anomali Satelit Telkom 1, Sejumlah ATM BNI di Bekasi Sudah Pulih  

4 September 2017

Anomali Satelit Telkom 1, Sejumlah ATM BNI di Bekasi Sudah Pulih  

ATM BNI di sejumlah pusat perbelanjaan, pasar retail, dan lokasi lain di Kota Bekasi sudah dapat kembali dimanfaatkan nasabah.


BI Berharap Pemulihan Gangguan Satelit Rampung 10 September

1 September 2017

BI Berharap Pemulihan Gangguan Satelit Rampung 10 September

Gangguan satelit Telkom 1 diharapkan selesai pada 10 September 2017.


Alasan Telkom Belum Hitung Kerugian Akibat Gangguan Satelit

30 Agustus 2017

Alasan Telkom Belum Hitung Kerugian Akibat Gangguan Satelit

PT Telkom Indonesia masih menghitung kerugian yang disebabkan oleh gangguan yang menimpa satelit Telkom 1.