Tiga Kekhawatiran Tertinggi Eksekutif Asia: Pencurian Data, APT, Ransomware

Reporter

Editor

Erwin Prima

Ilustrasi hacker. (e-propethic.com)

TEMPO.CO, Jakarta - Studi terbaru Kaspersky mengungkapkan kekhawatiran tertinggi dari para eksekutif bisnis di Asia Tenggara (SEA) tentang risiko canggih di dunia maya, yaitu pencurian data, serangan Advanced Persistent Threat (APT) dan infeksi ransomware.

Studi berjudul “How business executives perceive ransomware threat” itu mensurvei total 900 manajemen senior non-IT (seperti tingkat CEO, VP, dan Direktur) dan pemilik bisnis atau mitra di perusahaan dengan 50-1.000 karyawan. Dilakukan April lalu, penelitian dilakukan secara global dengan 100 eksekutif dari Asia Tenggara.

“Bagus untuk melihat bahwa para eksekutif bisnis di Asia Tenggara yakin dengan postur keamanan mereka untuk mempertahankan organisasinya dari serangan online yang merusak seperti ransomware. Namun, kita harus berhati-hati agar tidak membiarkan rasa percaya diri menumbuhkan rasa puas diri karena kenyataannya serangan ransomware bukanlah sesuatu yang terlalu kecil untuk dikhawatirkan oleh perusahaan,” komentar Yeo Siang Tiong, General Manager untuk Asia Tenggara di Kaspersky, dalam keterangannya, 3 Agustus 2022.

Ketika diminta untuk menilai kemungkinan berbagai jenis insiden keamanan siber, pencurian data, juga dikenal sebagai pelanggaran data, adalah ancaman yang paling dikhawatirkan oleh responden dari Asia Tenggara (77 persen). 

Ini tidak mengejutkan karena berita tentang pelanggaran data di seluruh wilayah dilaporkan hampir terjadi secara rutin dengan viktimologi yang luas mulai dari perusahaan e-commerce, penyedia layanan digital, jaringan hotel, perusahaan asuransi dan kesehatan, dan bahkan lembaga pemerintah.

Pencurian data – transfer ilegal atau penyimpanan informasi pribadi, rahasia, atau keuangan – diikuti oleh serangan APT (75 persen), dan serangan ransomware (73 persen).

Serangan APT menggunakan teknik peretasan yang berkelanjutan, rahasia, dan canggih untuk mendapatkan akses ke sistem dan tetap berada di dalam kurun waktu yang lama, dengan potensi kerusakan cukup signifikan. Karena tingkat upaya yang diperlukan untuk melakukan serangan semacam itu, APT biasanya membidik target bernilai tinggi, seperti negara, bangsa dan perusahaan besar, dengan tujuan akhir mencuri informasi dalam jangka waktu yang lama.

Ransomware, seperti namanya, adalah perangkat lunak berbahaya yang dirancang untuk memblokir akses ke sistem komputer atau mengenkripsi datanya hingga sejumlah uang (tebusan) dibayarkan. Serangan-serangan ini telah dilakukan terhadap individu atau perusahaan.

Antisipasi untuk tiga tipe serangan yang merusak ini memiliki persentase lebih tinggi di antara para pemimpin bisnis yang berbasis di Asia Tenggara dibandingkan dengan rata-rata global dengan margin kurang lebih dua digit.

Namun, penelitian yang sama mengungkapkan bahwa meskipun mayoritas responden mengantisipasi serangan ransomware, hampir 7 dari setiap 10 (65 persen) dari mereka percaya bahwa “kemungkinan organisasi saya terkena serangan ransomware terlalu kecil, sehingga tidak perlu dikhawatirkan”.

Mayoritas (81 persen) eksekutif non-TI yang disurvei di Asia Tenggara juga yakin bahwa langkah-langkah keamanan yang mereka miliki cukup untuk melindungi mereka dari upaya ransomware.

Baca:
Studi: Organisasi di Indonesia Masih Tertinggal dalam Ketangkasan Digital






Apple Digugat atas Pengumpulan Data iPhone di New York

8 hari lalu

Apple Digugat atas Pengumpulan Data iPhone di New York

Apple bersikeras bahwa semua pengembang meminta izin untuk mengumpulkan data analitik.


Studi: Lebih Cepat, Separuh Gletser Dunia Akan Lenyap pada 2100

21 hari lalu

Studi: Lebih Cepat, Separuh Gletser Dunia Akan Lenyap pada 2100

Pencairan es gletser menyumbang lebih dari sepertiga kenaikan permukaan laut.


Mengenal IP Address dan Fungsinya dalam Jaringan Internet

22 hari lalu

Mengenal IP Address dan Fungsinya dalam Jaringan Internet

IP Address adalah identitas komputer berupa deretan bilangan biner 32 bit hingga 128 bit.


Ilmuwan Ungkap Rahasia Katak Kaca Menjadi Transparan di Malam Hari

33 hari lalu

Ilmuwan Ungkap Rahasia Katak Kaca Menjadi Transparan di Malam Hari

Katak kaca mampu menyembunyikan hampir 90 persen sel darah merah mereka di hati mereka saat mereka sedang tidur.


184 Malware Group Terdeteksi di Indonesia pada Kuartal IV, Mayoritas Generik

35 hari lalu

184 Malware Group Terdeteksi di Indonesia pada Kuartal IV, Mayoritas Generik

Peringkat 10 besar malware group mendominasi 82,20 persen dari keseluruhan.


ByteDance Pecat Karyawan yang Mengakses Data Jurnalis

36 hari lalu

ByteDance Pecat Karyawan yang Mengakses Data Jurnalis

Bytedance mengakui ada beberapa karyawannya yang secara tidak benar mengakses data pengguna TikTok, yakni dua jurnalis


5 Ancaman Teratas Dunia Maya Sektor UMKM pada 2023

41 hari lalu

5 Ancaman Teratas Dunia Maya Sektor UMKM pada 2023

Pakar Kaspersky menganalisis titik-titik rentan yang mungkin dimiliki UMKM di tahun 2023.


CfDS dan Tokopedia Beberkan Modus Pencuri Data Pribadi dan Solusi Pencegahan

43 hari lalu

CfDS dan Tokopedia Beberkan Modus Pencuri Data Pribadi dan Solusi Pencegahan

Center for Digital Society (CfDs) dan Tokopedia merilis modul literasi digital untuk mengedukasi masyarakat tentang perlindungan data di marketplace.


Bos Tokopedia Buka Suara Soal Dampak UU Perlindungan Data Pribadi bagi Marketplace

43 hari lalu

Bos Tokopedia Buka Suara Soal Dampak UU Perlindungan Data Pribadi bagi Marketplace

Pendiri sekaligus Vice Chairman Tokopedia, Leontinus A. Edison buka suara soal dampak disahkannya Undang-undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP).


Prediksi 2023 Kaspersky: Balkanisasi Internet, Metaverse, Asuransi Keamanan

47 hari lalu

Prediksi 2023 Kaspersky: Balkanisasi Internet, Metaverse, Asuransi Keamanan

Kaspersky percaya peristiwa geopolitik dan ekonomi 2022, serta tren teknologi baru, akan menjadi faktor utama yang mempengaruhi lanskap privasi 2023.