Taiwan Bangun Kekuatan Kapal Selam, Mampu Imbangi Cina?

Kapal selam Taiwan di pangkalan angkatan laut di Kaohsiung, Taiwan, 21 Maret 2017.[REUTERS]

TEMPO.CO, Jakarta - Kapal selam serang diesel-listrik pertama asli bikinan Angkatan Laut Taiwan (Republik Cina) akan diluncurkan pada September. Saat itu sekaligus menandai tepat satu dekade usia kapal selam kelas Chien Lung yang dibeli dari Belanda. 

Seperti yang dilaporkan kantor berita milik pemerintahan setempat, CNA, pada 17 Juli 2022, total akan ada delapan kapal selam hasil produksi sendiri nantinya. Yang pertama mungkin meluncur sebulan lagi, namun diproyeksikan baru akan digunakan Angkatan Laut Taiwan pada 2025. 

Berdasarkan skala model yang pernah ditunjukkan, kapal selam ini memiliki bagian kendali berbentuk X mirip kapal selam kelas Soryu dan Oyashio di Jepang. Kapal selam memiliki dimensi panjang 70 meter dan bobot 2.500 ton. Teknologinya ditransfer secara massif dari Amerika serikat, di era Presiden Donald Trump. Menurut pemberitaan Reuters, para insinyur dari Korea, India, Kanada dan negara lain terlibat di China Shipbuilding Corporation, perusahaan nasional Taiwan pembuat kapal selam tersebut. 

Persenjataan yang akan melengkapinya diperkirakan torpedo MK-48 Mod-6 dan rudal Harpoon UGM-84L milik Amerika. Sedangkan menurut Navy Recognition, sebuah versi dari sistem manajemen tempur kapal selam AN/BYG-1 yang dipunyai Angkatan Laut Amerika Serikat ditawarkan kepada Taiwan, dengan Lockheed Martin yang akan melakukan integrasinya. 

Model skala proyek kapal selam Angkatan Laut Taiwan.[Angkatan Laut Taiwan/Navy Recognition]

Kapal selam itu diharap menambah kemampuan asimetrik yang akan dibutuhkan Taiwan untuk bertahan jika harus menghadapi serangan militer Cina. Juru bicara Kementerian Pertahanan Nasional Taiwan, Mayor Jenderal Sun Lifang, mengatakan kalau proyek konstruksi kapal selam nasional adalah satu di antara rencana independen pertahanan negara itu yang signifikan. 

Selain kelas Chien Lung, armada kepal selam Taiwan yang ada saat ini terdiri dari empat kapal, terdiri dari: Hai Lung dan Hai Hu; serta Hai Shih yang warisan Perang Dunia II dan Hai Pao pemberian Amerika pada 1970-an. Dua yang terakhir masih berstatus siap tempur berkat program modernisasi dan pemeliharaan oleh Angkatan Laut Taiwan.

Rencana konstruksi kapal selam itu mendapat dorongan setelah parlemen Taiwan menyetujui anggaran belanja tambahan sebesar $8,6 miliar pada tahun lalu. Saat itu mereka merespons unjuk kekuatan berulang kali oleh Tentara Pembebasan Rakyat Cina yang ditandai antara lain 970 jet tempurnya terbang menembus wilayah udara Taiwan. Jumlah itu lebih dari dua kali dengan yang dilakukan pada 2020. 

Seperti apa perbandingan kekuatan militer Taiwan dibandingkan Cina scara keseluruhan? Benarkah armada kapal selamnya itu nanti akan menjadi persenjataan yang paling bisa diandalkan jika Tentara Pembebasan Rayat Cina sampai datang menyerang dan mencoba menduduki paksa wilayah pulau itu?

Berikut ini perbandingan kekuatan Taiwan dan Cina, pemilik wilayah pulau seluas 36 ribu kilometer persegi versus wilayah daratan seluas 9,6 juta kilometer persegi itu, 

Personel aktif
170.000 : 2.000.000

Budget pertahanan
$16,8 miliar : $230 miliar

Jet tempur
288 : 1.200

12 jet tempur F-16V melakukan formasi elephant walk sebelum lepas landas selama latihan Tahun Baru tahunan di Chiayi, Taiwan, 5 Januari 2022. Taiwan telah memesan 66 F-16V baru, yang memiliki sistem avionik, senjata, dan radar baru untuk menandingi kemampuan AU Cina, terutama dengan pesawat siluman J-20. REUTERS/Ann Wang

Helikopter serang
91 : 281

Tank
1.110 : 5.250

Kendaraan lapis baja
3.472 : 35.000 

Artileri
1.667 : 5.854 

Armada kapal perang
117 : 777

Kapal induk
0 : 2

Kapal selam
4 : 79

EURASIAN TIMES, GLOBALFIREPOWER

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






IHSG Sesi Pertama Ditutup Lesu, Sektor Transportasi Turun Paling Dalam

14 jam lalu

IHSG Sesi Pertama Ditutup Lesu, Sektor Transportasi Turun Paling Dalam

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih belum terus turun di sesi pertama perdagangan hari ini. Indeks menutup sesi di level 6,825, turun 0,97 persen


Abaikan China, Delegasi Parlemen Australia Tiba di Taiwan

1 hari lalu

Abaikan China, Delegasi Parlemen Australia Tiba di Taiwan

Rencana perjalanan delegasi parlemen Australia ke Taiwan itu dirahasiakan untuk mencegah China melobi menentangnya


Cina Diproyeksi Akan Umumkan 10 Poin Aturan Covid-19 yang Dilonggarkan

1 hari lalu

Cina Diproyeksi Akan Umumkan 10 Poin Aturan Covid-19 yang Dilonggarkan

Dua sumber menyebut pada Reuters kalau Cina kemungkinan akan mengumumkan 10 poin aturan pelonggaran Covid-19 yang baru.


Produksi Tesla Model Y Dipangkas, Genjot Model 3 di Cina

1 hari lalu

Produksi Tesla Model Y Dipangkas, Genjot Model 3 di Cina

Produsen otomotif asal AS itu memotong harga mobil listrik Tesla Model 3 dan Model Y hingga 9 persen di Cina sekaligus menawarkan insentif asuransi.


Mobil LIstrik Baterai BYD Cina Serbu Pasar Jepang

1 hari lalu

Mobil LIstrik Baterai BYD Cina Serbu Pasar Jepang

BYD Jepang berencana memperkenalkan dua model lagi pada akhir 2023 dengan mengandalkan lebih dari 100 dealer mobil di Jepang pada akhir 2025.


Terpopuler Bisnis: BPS Ingatkan Tren Inflasi Desember Meningkat, Tiap Pekan Rapat Inflasi Digelar

1 hari lalu

Terpopuler Bisnis: BPS Ingatkan Tren Inflasi Desember Meningkat, Tiap Pekan Rapat Inflasi Digelar

Berita terpopuler di kanal ekonomi dan bisnis dimulai dengan kabar BPS memperingatkan kenaikan inflasi akan semakin tinggi pada Desember 2022.


Penjualan Mobil Listrik XPeng Anjlok Hingga 63 Persen, Produksi G9 Digenjot

2 hari lalu

Penjualan Mobil Listrik XPeng Anjlok Hingga 63 Persen, Produksi G9 Digenjot

XPeng mengharapkan pengiriman akan meningkat signifikan pada Desember 2022 karena peningkatan dan percepatan produksi mobil listrik G9.


Menakar Potensi Pasar dan Permasalahan Pengembangan KF-21 Boramae

2 hari lalu

Menakar Potensi Pasar dan Permasalahan Pengembangan KF-21 Boramae

Proyek pengembangan jet tempur KF-21 Boramae oleh Korea Selatan dan Indonesia terus menunjukkan kemajuan.


Formula 1 Cina 2023 Dibatalkan Lagi, Apa Penyebabnya?

4 hari lalu

Formula 1 Cina 2023 Dibatalkan Lagi, Apa Penyebabnya?

Grand Prix Formula 1 Cina dipastikan tidak akan masuk dalam agenda F1 2023. Apa penyebabnya? Simak selengkapnya di artikel ini!


Tesla Perbarui Perangkat Lunak 435.000 Mobil Listrik di Cina, Lampu Sein Bermasalah

5 hari lalu

Tesla Perbarui Perangkat Lunak 435.000 Mobil Listrik di Cina, Lampu Sein Bermasalah

Tesla di Cina hampir dua kali melakukan penarikan mobil listrik pada periode 1 November hingga 27 November 2022.