Perilaku Masturbasi Pakai Batu Monyet Ubud, Ini Hasil Studinya

Wisatawan memotret seekor monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) saat pembukaan perdana objek wisata Monkey Forest di Ubud, Gianyar, Bali, Kamis, 5 November 2020. Pengelola juga memberikan diskon tiket masuk dengan target wisatawan lokal, nusantara maupun para ekspatriat untuk menggerakan ekonomi pariwisata di kawasan Ubud, Bali. Johannes P. Christo

TEMPO.CO, Jakarta - Tim peneliti yang mempelajari monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) di Ubud, Bali, menemukan kalau monyet-monyet itu secara berulang menempelkan dan menggosokkan alat kelamin mereka ke batu untuk kesenangan diri. Monyet Ubud, seperti yang dituturkan dalam hasil penelitiannya yang dipublikasikan dalam jurnal Ethology 4 Agustus 2022, mendukung hipotesis perilaku penggunaan sex toy atau masturbasi pakai alat. 

Tim penelitinya menemukan kalau monyet-monyet itu, pejantan dan betina dari kelompok umur berbeda, seluruhnya menggunakan batu-batuan untuk bermain sendiri. Meski begitu ada beberapa variasi di antara kelompok-kelompok itu: monyet betina lebih memilah batu yang akan mereka gunakan, sementara pejantan muda paling sering melakukan aktivitas masturbasi. Para peneliti yang mengamati biasanya tak perlu menunggu lama untuk bisa mendapati perilaku tersebut.

"Anda bisa melihat perilaku menempelkan dan menggosok-gosokkan kelamin ke batu ini cukup reguler," ujar ketua tim peneliti Camilla Cenni, kandidat doktor di University of Lethbridge di Alberta, Kanada. "Mereka tidak, tentu saja, melakukannya secara konstan, tapi jika Anda berhenti dan melihat mereka dan mereka mulai bermain dengan batu, mereka cenderung akan melakukannya." 

Beberapa populasi macaque secara reguler memanipulasi batu-batuan sebagai bagian dari perilaku berulang mereka, kelihatannya sebagai sebuah bentuk permainan. Mereka membawa-bawa batu, menggaruk-garuk permukaannya dan memukulnya bersamaan. "Manipulasi batuan ini sepertinya kultural, karena ini hanya terlihat dalam populasi tertentu," kata Cenni. 

Dan, masturbasi dengan bantuan alat seperti yang tergambar dalam studi terbaru diduganya berasal dari perluasan penggunaan batu tersebut. Tapi, uniknya, perilaku yang seperti itu terdokumentasi di hanya satu populasi monyet ekor panjang di Bali, Indonesia. 

"Ketika kita bicara tentang penggunaan alat pada hewan, kita biasanya berpikir tentang peristiwa-peristiwa terkait bertahan hidup," kata Cenni. Sebagai contoh, simpanse (Pan troglodytes) menggunakan batuan untuk memecahkan buah kelapa sehingga bisa memakan daging didalamnya. "Ada semakin banyak studi yang menduga kalau penggunaan obyek-obyek sebagai peralatan tak perlu selalu untuk bertahan hidup. Monyet-monyet ini adalah contoh yang sangat jelas."  

Riset di Ubud, Bali, berdiri di atas studi lain yang pernah dilakukan Cenni dan dipublikasi dalam jurnal Physiology & Behavior pada 2020. Studi itu memunculkan hipotesis sex toy hanya pada monyet ekor panjang yang jantan, sedangkan riset yang terbaru meneliti baik jantan maupun betina dan potensi motivasinya.  

Sejumlah monyet ekor panjang (Macaca fasicularis) mengerubungi seorang warga yang membawa telur dan buah-buahan saat upacara Tumpek Kandang di objek wisata Monkey Forest, Ubud, Gianyar, Bali, Sabtu 5 Desember 2020. Upacara yang digelar setiap enam bulan sekali itu merupakan wujud syukur kepada Tuhan atas ciptaannya berupa hewan-hewan karena sudah memberi manfaat kepada manusia. TEMPO/Johannes P. Christo

Dalam hasil studinya, Cenni dkk mengungkap pejantan muda menghabiskan lebih banyak waktu untuk aktivitas masturbasi pakai batu itu daripada pejantan yang sudah matang. Faktanya, pejantan yang sudah matang adalah yang paling sedikit memakai waktunya untuk aktivitas itu--kemungkinan kerena mereka memiliki akses seks ke betina yang matang. 

Meski begitu, ada banyak variasi jika menilik per individu monyet ekor panjang dari kedua jenis kelamin. "Di dalam kelompok-kelompok itu sendiri, Anda memiliki monyet-monyet yang melakukannya lebih sering daripada yang lain," kata Cenni. 

Monyet-monyet itu berbaur dengan masyarakat yang hidup di dan sekitar Hutan Monyet Ubud yang berada di komplek cagar alam dan pura yang dikenal dengan Mandala Suci Wenara Wana. Disucikan dan selalu mendapat pasokan makanan, membuat monyet-monyet di lokasi itu relatif tak memiliki tantangan besar dalam bertahan hidup. Itu yang diduga oleh Cenni dan timnya, monyet-monyet bisa lebih sering 'bermain-main' dengan batunya. Dalam kata lain, mereka punya lebih banyak waktu daripada kelompok monyet lain, dan mereka memilih menghabiskannya dengan bermain batu. 

LIVESCIENCE, NEW SCIENTIST

Baca juga:
Lepas Liar Harimau Sumatera: Lhokbe Diharap Berkembang Biak di Gunung Leuser

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






Indonesia Promosikan Rendang dan Pulau Bali di Charity Bazaar ASA Kazakhstan

1 hari lalu

Indonesia Promosikan Rendang dan Pulau Bali di Charity Bazaar ASA Kazakhstan

Rendang dan Pulau Bali menjadi promosi utama Indonesia dalam acara Charity Bazaar ASA Kazakhstan.


Garuda Indonesia Buka Lagi Rute Penerbangan Bali - Seoul

3 hari lalu

Garuda Indonesia Buka Lagi Rute Penerbangan Bali - Seoul

Maskapai plat merah Garuda Indonesia membuka lagi rute penerbangan Bali - Seoul dan sebaliknya, demi meningkatkan kunjungan wisata di kedua negara.


Manfaatkan Momentum Piala Dunia, Sandiaga Promosi Pariwisata Indonesia

3 hari lalu

Manfaatkan Momentum Piala Dunia, Sandiaga Promosi Pariwisata Indonesia

Sandiaga Uno memanfaatkan momentum Piala Dunia 2022 Qatar untuk mempromosikan destinasi wisata Indonesia.


Indonesia Gelar IESF World Esports Championship 2022 Besar-besaran

4 hari lalu

Indonesia Gelar IESF World Esports Championship 2022 Besar-besaran

Lebih dari 500 atlet dan ratusan delegasi hadir di Nusa Dua, Bali, untuk Indonesia Esports Summit yang acaranya telah dihela sejak Jumat, 2 Desember.


Bali Democracy Forum 2022 Angkat Tema Kepemimpinan dan Solidaritas

5 hari lalu

Bali Democracy Forum 2022 Angkat Tema Kepemimpinan dan Solidaritas

Peserta Bali Democracy Forum setidaknya dari 57 negara, observer dari 74 negara serta organisasi internasional.


Banana Smart Village ITB di Bali Siapkan Aplikasi Transaksi Pisang

6 hari lalu

Banana Smart Village ITB di Bali Siapkan Aplikasi Transaksi Pisang

Program pengabdian masyarakat ini diaku tim ITB tak berhasil di lokasi desa yang berbeda. Apa penyebabnya dan penelitian apa saja yang dikerjakan?


Kejuaraan Dunia ESports 2022 di Bali Masuk Guinness Book World of Record

6 hari lalu

Kejuaraan Dunia ESports 2022 di Bali Masuk Guinness Book World of Record

Kejuaraan Dunia ESports yang diadakan di Bali diikuti oleh 105 negara.


Upaya Wujudkan Wisata Kesehatan di Bali, Pengembangan KEK Sanur Hingga Gaet Mayo Clinic

8 hari lalu

Upaya Wujudkan Wisata Kesehatan di Bali, Pengembangan KEK Sanur Hingga Gaet Mayo Clinic

Wisata kesehatan ini perlu dikembangkan agar masyarakat Indonesia sendiri memanfaatkan layanan kesehatan di tanah air.


Tilang Elektronik di Bali Mulai Berlaku

9 hari lalu

Tilang Elektronik di Bali Mulai Berlaku

Rahmawati meminta masyarakat Bali menaati seluruh aturan lalu lintas mulai hari ini sebab tilang elektronik sudah diberlakukan diikuti pemindakan.


William Wongso sebagai Culinary Advisor di KTT G20, Ini Profil Pakar Kuliner Nusantara

16 hari lalu

William Wongso sebagai Culinary Advisor di KTT G20, Ini Profil Pakar Kuliner Nusantara

William Wongso dipercaya sebagai Culinary Advisor di KTT G20. Begini profil pakar kuliner dan penulis buku Cita Rasa Indonesia ini.