Kementerian Pendidikan Terima 1.500 Masukan untuk RUU Sisdiknas

Reporter

Editor

Devy Ernis

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim menyampaikan pemaparannya dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 18 Maret 2022. Rapat tersebut membahas persiapan pembukaan pembelajaran tatap muka sekolah di bulan Juli 2021. TEMPO/M Taufan Rengganis

TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi telah menerima 1.500 masukan dari berbagai elemen masyarakat terkait Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas). Kementerian Pendidikan pada Agustus lalu mengunggah naskah teranyar RUU Sisdiknas melalui laman https://sisdiknas.kemdikbud.go.id/.

Pemerintah membuka kesempatan bagi masyarakat secara luas untuk ikut mencermati semua dokumen dan memberi masukan melalui laman tersebut. "Ternyata sudah ada lebih dari 1.500 masukan yang sudah terkumpul," ujar Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Anindito Aditomo, saat menggelar diskusi bersama wartawan di kawasan Senayan pada Senin, 13 September 2022.

Nino sapaan Anindito mengatakan seluruh masukan tersebut berasal dari berbagai sumber seperti surat, website, maupun berbagai forum diskusi lainnya yang disampaikan secara lisan. Nino mengatakan segala masukan tersebut secara berkala dibahas dan dirangkum untuk menjadi bahan pertimbangan RUU Sisdiknas di tahap selanjutnya. 

Salah satu diskusi yang teranyar, kata Nino, Kementerian berdialog secara langsung dengan perkumpulan homeschooling untuk mendapatkan masukan terkait penyusunan RUU Sisdiknas. Nino menyampaikan bahwa Kementeriannya berkomitmen menjalankan segala proses penggodokan RUU Sisdiknas secara terbuka dan partisipatif.

Nino mengatakan jikalau RUU Sisdiknas sudah disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk masuk program legislasi nasional (Prolegnas) prioritas perubahan 2022, proses tersebut bisa saja berlangsung cukup panjang. Dia mengatakan beredar narasi sesat yang menyebut RUU Sisdiknas dibahas tertutup dan cepat. Padahal, saat ini RUU Sisdiknas masih menunggu keputusan DPR apakah masuk Prolegnas atau tidak.

"Kami berharap proses berjalan lancar, tapi sama sekali tak menutup kemungkinan bahwa proses pembahasan itu bisa sampai tahun depan juga. Bukan berarti dibahasnya tahun ini, lantas harus disahkan tahun ini juga. Itu miskonsepsi yang beredar seolah-olah harus sah tahun ini juga," ujarnya.

Baca juga:

Guru Besar UNS Soroti Dileburnya Mapel Pendidikan Kewarganegaraan di RUU Sisdiknas

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






Ini Berbagai Potensi Kecurangan SNBT 2023 dan Antisipasi Panitia SNPMB

2 hari lalu

Ini Berbagai Potensi Kecurangan SNBT 2023 dan Antisipasi Panitia SNPMB

Ketua Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) Ashari mengatakan pihaknya telah menyiapkan strategi guna mencegah kecurangan di SNBT 2023.


Hari Guru Nasional, Nadiem Sebut Kebutuhan Guru Terpenuhi Lewat Platform Ini

9 hari lalu

Hari Guru Nasional, Nadiem Sebut Kebutuhan Guru Terpenuhi Lewat Platform Ini

Platform tersebut, kata Nadiem, dibuat berdasarkan kebutuhan yang ada di lapangan, bukan berdasarkan keinginan dari Kementerian Pendidikan.


Kemendikbud: Jadwal Masuk PTN SNBP SNBT 2023 Diumumkan 1 Desember 2022

10 hari lalu

Kemendikbud: Jadwal Masuk PTN SNBP SNBT 2023 Diumumkan 1 Desember 2022

Kemendikbud mengatakan jadwal Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) Perguruan Tinggi Negeri (PTN) 2023 pada awal Desember.


Partai Demokrat Menolak Revisi UU IKN

10 hari lalu

Partai Demokrat Menolak Revisi UU IKN

Partai Demokrat menolak perubahan UU IKN untuk masuk dalam perubahan Prolegnas RUU Prioritas. Alasannya?


Meski Rawan Gempa, Ini Alasan Kenapa Tidak Ada Mata Pelajaran Kebencanaan di Sekolah

11 hari lalu

Meski Rawan Gempa, Ini Alasan Kenapa Tidak Ada Mata Pelajaran Kebencanaan di Sekolah

Indonesia termasuk wilayah yang rawan bencana alam seperti gempa bumi. Mengapa tak ada mata pelajaran khusus kebencanaan di sekolah?


Cerita Nadiem Terjunkan Tim Gerak Cepat dan Salurkan Bantuan Korban Gempa Cianjur

11 hari lalu

Cerita Nadiem Terjunkan Tim Gerak Cepat dan Salurkan Bantuan Korban Gempa Cianjur

Prioritas utama Nadiem adalah memastikan keselamatan warga pendidikan dan agar proses pembelajaran dapat tetap berjalan.


Kemendikbud Lantik Pejabat hingga Rektor

12 hari lalu

Kemendikbud Lantik Pejabat hingga Rektor

Mereka yang dilantik di antaranya pejabat di Kemendikbud, Rektor Uncen, dan wakil dekan Unila.


Gempa Cianjur, Kemendikbud Identifikasi Korban Guru dan Siswa

13 hari lalu

Gempa Cianjur, Kemendikbud Identifikasi Korban Guru dan Siswa

Kementerian Pendidikan berkoordinasi dengan pemda setempat mendata jumlah pendidik, siswa, dan fasilitas pendidikan yang terdampak Gempa Cianjur.


Nadiem Minta Pemda Angkat Guru Penggerak Jadi Kepala Sekolah

16 hari lalu

Nadiem Minta Pemda Angkat Guru Penggerak Jadi Kepala Sekolah

Nadiem mengatakan guru penggerak memiliki kesempatan besar menjadi calon kepala sekolah dan pengawas sekolah.


Mahasiswa Indonesia Raih Juara di International Student Festival 2022 Korea University

17 hari lalu

Mahasiswa Indonesia Raih Juara di International Student Festival 2022 Korea University

Mahasiswa Indonesia menjadi juara I dalam kegiatan International Student Festival 2022 yang diselenggarakan oleh Korea University di Minju Square