Mahasiswa UGM Ubah Limbah Kulit Salak Pondoh Jadi Obat Kanker Lidah

Reporter

Editor

Devy Ernis

Buah-buah salak condet belum dipanen di Kebun Cagar Buah Condet (KCBC), Balekambang, Kramat Jati, Jakarta Timur, 11 Mei 2021. Masa tahun 1990-an menjadi awal dari perubahan nasib tanaman keluarga palem-paleman (Arecaceae) itu di Condet.Arus urbanisasi mendorong alih fungsi lahan tempat salak condet tumbuh menjadi kawasan permukiman penduduk. Pohon salak dibabat, dinding-dinding rumah dibangun. Kini hijaunya Condet dengan banyaknya tanaman salak telah berganti dengan padatnya rumah-rumah penduduk. ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA

TEMPO.CO, JakartaSalak pondoh (Salacca zalacca (Gaertn.) Vos) merupakan tanaman tropis Indonesia yang menjadi komoditas unggulan dari Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Menurut Statistik Hortikultura oleh Badan Pusat Statistik Provinsi DIY (2019), produksi salak di Yogyakarta terus meningkat mencapai 90.295,5 ton di tahun 2019. Peningkatan produksi salak ini menyebabkan peningkatan limbah salak pula, salah satunya berupa kulit salak.

"Kulit salak pondoh seringkali hanya dibuang sebagai limbah karena dianggap tidak dapat dikonsumsi. Padahal, kulit salak pondoh mengandung berbagai senyawa aktif yang bemanfaat bagi tubuh,” ungkap mahasiswa Pendidikan Dokter Gigi Universitas Gadjah Mada (UGM) , Mutia Fitri Akmalia, Kamis, 15 September 2022.

Ia menjelaskan bahwa dalam kulit salak pondoh kaya akan senyawa aktif seperti flavonoid, tanin, fenol, triterpenoid, saponin, dan alkaloid. Berbagai senyawa tersebut memiliki beragam manfaat bagi tubuh termasuk sebagai anti tumor.

Melihat potensi yang terdapat dalam kulit salak pondoh tersebut, Mutia dan Agita Brianisa (Higiene Gigi 2019), Andini Safa Ramadhanty (Pendidikan Dokter Gigi 2019), Adventya Pinkan (Higiene Gigi 2019) dan Ane Tefvy Setyorini (Biologi 2019) yang tergabung dalam tim PKM RE UGM melakukan penelitian untuk menggali potensi ekstrak kulit salak sebagai agen antimigrasi sel kanker. Di bawah bimbingan dosen pembimbing Supriatno, mereka meneliti pemanfaatan kulit salak sebagai agen antimigrasi sel kanker khususnya kanker lidah.

Kanker lidah atau oral tongue squamous cell carcinoma (OTSCC) merupakan neoplasma ganas mematikan yang paling sering terjadi di rongga mulut. Kanker jenis ini dapat menyebar hingga ke paru-paru dan hati dimana salah satu tahap penting dari proses persebaran tersebut adalah migrasi,” terangnya.

Penelitian dimulai dengan membuat ekstrak kulit salak. Ekstrak yang diperoleh kemudian dikeringkan dan digiling sampai menjadi serbuk. Sediaan tersebut lalu direndam dalam larutan etanol selama 24 jam untuk mendapatkan ekstrak kental.

Lalu, mereka melakukan pengujian akan hambatan migrasi kemotaksis sel kanker lidah manusia H357 dengan berbagai konsentrasi dari ekstrak kulit salak pondoh. Hasilnya pun menunjukkan aplikasi ekstrak kulit salak pondoh berpengaruh pada penurunan migrasi sel kanker.

“Hasilnya, jumlah sel kanker H357 yang bermigrasi menurun pada penggunaan ekstrak kulit salak pondoh yang lebih tinggi,” jelas Tefvy.

Penurunan kemampuan migrasi sel H357 tersebut kemungkinan diinduksi oleh beberapa senyawa aktif yang terkandung dalam kulit salak pondoh, seperti flavonoid DDMP dan butyrolactone. Meski penelitian sudah menunjukkan hasil positif, ke depan masih diperlukan penelitian lanjutan hingga tahap klinis.

“Penelitian ini masih dalam tahap uji pre-klinik, namun diharapkan dapat dikembangkan lebih lanjut sehingga nantinya dapat mengangkat derajat kulit salak pondoh, meningkatkan pendapatan petani salak, sekaligus memberikan alternatif terapi kanker lidah yang alami dan mudah didapatkan,”paparnya.

Baca juga:Tes Skolastik Masuk PTN Fokus Penalaran, Ini 7 Cara Perkuat Nalar Anak

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram http://tempo.co/. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






Sambut Akhir Tahun, PNM Gelar Innovation Festival 2022

5 jam lalu

Sambut Akhir Tahun, PNM Gelar Innovation Festival 2022

Festival ini memberikan tantangan pada insan PNM yang memiliki ide untuk menawarkan inovasi sesuai portofolio bisnis perusahaan.


UGM Gelar Pelatihan Bela Negara, Apa Saja yang Dipelajari?

16 jam lalu

UGM Gelar Pelatihan Bela Negara, Apa Saja yang Dipelajari?

Bela negara dari UGM ini diikuti oleh mahasiswa afirmasi asal Papua dan Papua Barat yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi sekitar DIY.


UGM Juara 2 Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional, Kumpulkan 19 Medali

3 hari lalu

UGM Juara 2 Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional, Kumpulkan 19 Medali

UGM berhasil meraih 19 medali dalam Pimnas ke-35. IPB menjadi juara umum.


Profil Besan Jokowi, Profesor Gudono Ayah Erina yang Telah Berpulang pada 2016

5 hari lalu

Profil Besan Jokowi, Profesor Gudono Ayah Erina yang Telah Berpulang pada 2016

Pernikahan Kaesang Pangarep - Erina Gudono tinggal menunggu waktu. Berikut profil Profesor Gudono, calon besan Jokowi.


Kecelakaan Akibat Jalan Rusak, Pakar Hukum UGM Bilang Begini

5 hari lalu

Kecelakaan Akibat Jalan Rusak, Pakar Hukum UGM Bilang Begini

Jika penyelenggara jalan tidak memberi tanda pada jalan rusak, secara hukum penyelenggara jalan patut disalahkan.


Pakar: Berlakukan Tilang Elektronik dan Tilang Manual Sekaligus

5 hari lalu

Pakar: Berlakukan Tilang Elektronik dan Tilang Manual Sekaligus

Penegakan hukum tidak bisa sepenuhnya dilakukan oleh tilang elektronik. Peran polantas dengan tilang manual mutlak diperlukan.


Universitas dengan Jurusan Kedokteran Terbaik di Indonesia versi QS WUR 2023

6 hari lalu

Universitas dengan Jurusan Kedokteran Terbaik di Indonesia versi QS WUR 2023

Ada 13 universitas di Indonesia yang masuk pemeringkatan QS WUR 2023 berdasarkan subyek kedokteran dan kedokteran gigi


Tim Hear Me Menang Hyundai Start-up Challenge 2022, Lihat Hadiahnya

7 hari lalu

Tim Hear Me Menang Hyundai Start-up Challenge 2022, Lihat Hadiahnya

Pemenang Hyundai Start-up Challenge 2022 Tim Hear Me membuat aplikasi terjemahan/interpretasi bahasa isyarat bagi penderita tunarungu.


Pakar UGM Sebut Bencana Kelaparan Ancaman Mendatang, 3 Negara Ini Sudah Siap

7 hari lalu

Pakar UGM Sebut Bencana Kelaparan Ancaman Mendatang, 3 Negara Ini Sudah Siap

Akan terjadi kelaparan luar biasa manakala produksi pangan tidak naik sebesar 70 persen dari sekarang.


Mahasiswa UGM Gali Ciri Khas 18 Kampung Wisata di Yogyakarta untuk Rebranding

8 hari lalu

Mahasiswa UGM Gali Ciri Khas 18 Kampung Wisata di Yogyakarta untuk Rebranding

Ikon di kampung wisata Kota Yogyakarta itu perlu ditemukan, di-branding lalu dijual kepada wisawatan.