698 Nama Pemugar Candi Borobudur Terukir dalam Prasasti

Reporter

Editor

Devy Ernis

Zona II Candi Borobudur. Dok. PT TWC

TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 698 nama tokoh dan tenaga pemugar Candi Borobudur terukir pada prasasti yang terbuat dari bahan batu andesit kombinasi marmer. Ke-698 nama tersebut merupakan tokoh dan tenaga pemugar yang berperan dalam restorasi atau pemugaran Candi Borobudur dalam kurun waktu 1973—1983.

Prasasti Pelaku Pemugaran Candi Borobudur diresmikan oleh Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim di sela rangkaian kegiatan pertemuan tingkat menteri kebudayaan G20 atau G20 Culture Ministers Meeting di Pelataran Kenari, Kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah pada Selasa, 13 September 2022.

Pemugaran Candi Borobudur pertama kali dilakukan pada tahun 1965 dan sempat terhenti. Pada 1973 kemudian menjadi titik terang bagi kelanjutan pemugaran Candi Borobudur. Dengan bantuan UNESCO dan negara-negara sahabat, pada 10 Agustus 1973 pemugaran kedua Candi Borobudur secara resmi dimulai.

Dalam peresmian Prasasti Pelaku Pemugaran Candi Borobudur, hadir salah satu tokoh pemugar Candi Borobudur, I Gusti Ngurah Anom. Ia mengisahkan proses pemugaran Candi Borobudur secara singkat. Di awal pemugaran, tuturnya, para ahli mencoba melakukan penelitian mengenai penyebab kerusakan pada struktur candi.

UNESCO kemudian mengirimkan ahli untuk meneliti. Ternyata ada dua penyebabnya. Pertama, air yang masuk ke celah-celah candi, masuk ke dalam candi yang terbuat dari tanah, lalu tanahnya keluar melalui celah batu sehingga fondasinya lesak. Kedua, penyebabnya mikrobiologi. Jadi karena jamur, ganggang, atau kerak,” tutur Anom dilansir dari laman Kementerian Pendidikan pada Kamis, 15 September 2022.

Pemugaran Terkendala Hujan

Pemugaran kedua Candi Borobudur menyasar lantai-lantai candi yang melesak dan dinding-dinding yang miring. Pemugaran juga berusaha menempatkan batu-batu penyusun candi ke tempatnya semula. Namun, hal terpenting dari proyek ini adalah usaha untuk memecahkan kendala menahun yang mendera Candi Borobudur, yaitu air hujan.

Untuk mengatasi air yang merembes ke dalam candi dan tanah di bukit tempat candi berdiri, pekerja membuat saluran air dan membuat lapisan-lapisan kedap air di dalam struktur candi. Saluran drainase itu berawal dari lubang-lubang candi dan bermuara di sumur-sumur penampungan air pada kaki bukit. Pipa-pipa ini berguna untuk secepatnya membuang air hujan yang mengguyur candi. Berkurangnya air ke dalam bukit tempat candi berdiri, laju erosi bukit akan berkurang, tanah bukit yang akan menjadi tempat berdiri candi stabil.

Pemugaran kedua Candi Borobudur oleh pemerintah dan UNESCO dimulai pada 10 Agustus 1973 dan berjalan selama 10 tahun hingga secara resmi berakhir pada 23 Februari 1983. Anom menuturkan, meskipun Indonesia mendapatkan bantuan dari UNESCO dan negara-negara sahabat, pemugaran Candi Borobudur tetap merupakan karya anak bangsa Indonesia karena sebagian besar dana dan tenaga pemugar berasal dari Indonesia. “

Semua proses berjalan selama 10 tahun, tanpa ada halangan yang berarti. Semua ini karya anak bangsa Indonesia. Dananya juga 75 persen dari Indonesia. Jadi ada salah persepsi katanya yang membangun UNESCO dan sebagainya,” ujar Anom. Ia kemudian menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Indonesia atas perhatian dan penghargaan yang diberikan kepada tenaga pemugar Candi Borobudur.

Bentuk Apresiasi Terhadap Pemugar

Peresmian Prasasti Pelaku Pemugaran Candi Borobudur merupakan bentuk apresiasi pemerintah kepada tenaga pemugar Candi Borobudur 1973—1983. Prasasti tersebut diresmikan dan ditandatangani langsung oleh Nadiem Anwar Makarim. Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbduristek juga memberikan piagam penghargaan kepada perwakilan tokoh dan tenaga pemugaran Candi Borobudur yang hadir saat peresmian prasasti.

Saat penandatanganan prasasti, Nadiem mengatakan Prasasti Pelaku Pemugaran Candi Borobudur menjadi catatan sejarah agar dapat diingat serta menjadi penyemangat bagi generasi penerus untuk terus melestarikan warisan budaya leluhur.

“Beberapa hari ini saya mendengar banyak pujian dari delegasi negara-negara G20 dengan pengalaman mereka di Borobudur. Dan semua itu adalah kerja keras Bapak dan Ibu dalam memugar Candi Borobudur pada tahun 1973-1983, sehingga kita dapat menyaksikan kemegahannya seperti sekarang,” ujarnya. 

Baca juga:Perang Rusia di Ukraina: Drone Iran Hadapi Roket Amerika dan Rudal NATO

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






Pistol Polantas Borobudur Direbut, Pelaku Bilang Begini

2 hari lalu

Pistol Polantas Borobudur Direbut, Pelaku Bilang Begini

Polantas mendekati mobil sedan untuk memeriksa kelengkapan dokumen dan SIM. Pelaku merebut pistol polisi dari belakang.


Hari Guru Nasional, Nadiem Sebut Kebutuhan Guru Terpenuhi Lewat Platform Ini

3 hari lalu

Hari Guru Nasional, Nadiem Sebut Kebutuhan Guru Terpenuhi Lewat Platform Ini

Platform tersebut, kata Nadiem, dibuat berdasarkan kebutuhan yang ada di lapangan, bukan berdasarkan keinginan dari Kementerian Pendidikan.


Kemendikbud: Jadwal Masuk PTN SNBP SNBT 2023 Diumumkan 1 Desember 2022

3 hari lalu

Kemendikbud: Jadwal Masuk PTN SNBP SNBT 2023 Diumumkan 1 Desember 2022

Kemendikbud mengatakan jadwal Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) Perguruan Tinggi Negeri (PTN) 2023 pada awal Desember.


Alasan Menarik Penumpang Sedan Rebut Pistol Polantas di Borobudur

4 hari lalu

Alasan Menarik Penumpang Sedan Rebut Pistol Polantas di Borobudur

Joko tiba-tiba keluar dari mobil lalu berjalan lewat belakang mobil kemudian merebut pistol jenis revolver di kopel pinggang Polantas Sagung.


Meski Rawan Gempa, Ini Alasan Kenapa Tidak Ada Mata Pelajaran Kebencanaan di Sekolah

5 hari lalu

Meski Rawan Gempa, Ini Alasan Kenapa Tidak Ada Mata Pelajaran Kebencanaan di Sekolah

Indonesia termasuk wilayah yang rawan bencana alam seperti gempa bumi. Mengapa tak ada mata pelajaran khusus kebencanaan di sekolah?


Cerita Nadiem Terjunkan Tim Gerak Cepat dan Salurkan Bantuan Korban Gempa Cianjur

5 hari lalu

Cerita Nadiem Terjunkan Tim Gerak Cepat dan Salurkan Bantuan Korban Gempa Cianjur

Prioritas utama Nadiem adalah memastikan keselamatan warga pendidikan dan agar proses pembelajaran dapat tetap berjalan.


Badan Otorita Borobudur Gembleng Warga Sekitar Pelatihan Kepariwisataan

6 hari lalu

Badan Otorita Borobudur Gembleng Warga Sekitar Pelatihan Kepariwisataan

Badan Otorita Borobudur tengah membangun Kawasan Wisata Terpadu yang akan menyerap 1.600 warga sekitar candi sebagai tenaga kerja pariwisata..


Kemendikbud Lantik Pejabat hingga Rektor

6 hari lalu

Kemendikbud Lantik Pejabat hingga Rektor

Mereka yang dilantik di antaranya pejabat di Kemendikbud, Rektor Uncen, dan wakil dekan Unila.


Gempa Cianjur, Kemendikbud Identifikasi Korban Guru dan Siswa

7 hari lalu

Gempa Cianjur, Kemendikbud Identifikasi Korban Guru dan Siswa

Kementerian Pendidikan berkoordinasi dengan pemda setempat mendata jumlah pendidik, siswa, dan fasilitas pendidikan yang terdampak Gempa Cianjur.


Candi Borobudur Jadi Tempat Ibadah, Para Biksu dan Umat Buddha Gelar Santutthi Citta

8 hari lalu

Candi Borobudur Jadi Tempat Ibadah, Para Biksu dan Umat Buddha Gelar Santutthi Citta

Dengan ditetapkannya Candi Borobudur sebagai pusat ibadah agama Buddha Indonesia dan dunia, upacara lain juga akan digelar di sana.