Tujuan dan Tahapan Perencanaan Berbasis Data dalam Rapor Pendidikan

Ilustrasi pendidikan di sekolah.

TEMPO.CO, Jakarta  Rapor Pendidikan platform yang dibentuk Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi menyediakan data laporan hasil evaluasi sistem pendidikan. Dalam platform ini, Kemdikbudristek menyediakan fitur di dalamnya, yakni Perencanaan Berbasis Data (PBD) sebagai peningkatan dan perbaikan mutu pendidikan.

Mengutip dari situs web Rapor Pendidikan, Perencanaan Berbasis Data bentuk pemanfaatan dari platform Rapor Pendidikan sebagai intervensi satuan pendidikan. Itu dinas pendidikan maupun pemerintah daerah terhadap mutu dan pencapaian pendidikan yang bertujuan untuk perbaikan mutu yang berkesinambungan.

Tujuan fitur Perencanaan Berbasis Data

Tujuan fitur ini  untuk memberikan perbaikan pembelanjaan anggaran dan pembenahan sistem pengelolaan satuan pendidikan yang efektif, akuntabel dan konkret. Perencanaan Berbasis Data juga disesuaikan dengan kebutuhan satuan pendidikan atau dinas berdasarkan identifikasi masalah yang berasal dari data platform Rapor Pendidikan. Kemudian, mendorong satuan pendidikan dan dinas untuk melakukan pembenahan melalui penyusunan kegiatan peningkatan capaian. Itu berdasarkan hasil identifikasi dan refleksi terhadap capaian di Rapor Pendidikan dan kondisi lapangan.

Mengutip dari laman Direktorat Sekolah Menengah Pertama, untuk menyusun Perencanaan Berbasis Data, satuan pendidikan bisa memanfaatkan data dari Rapor Pendidikan untuk melihat kondisi sekolah.

Tahapan dalam Perencanaan Berbasis Data untuk satuan pendidikan

1. Identifikasi

Tahapan awal proses identifikasi. Satuan pendidikan bisa memilih dan menetapkan masalah yang sedang dihadapi. Permasalahan yang dihadapi bisa diketahui dengan mengunduh data dari Rapor Pendidikan. Data itu merujuk daftar indikator prioritas yang nantinya akan ditetapkan sebagai masalah yang akan diintervensi.

2. Refleksi

Kepala sekolah dan pemangku kepentingan di sekolah selanjutnya perlu melakukan refleksi diri untuk menemukan akar permasalahan dari tantangan yang dihadapi. Setelah itu dilakukan analisis untuk mencari akar masalah.

3. Pembenahan

Setelah menemukan masalah, tahapan selanjutnya membenahi. Di tahap ini akan disusun rencana pembuatan kegiatan dan juga program yang akan dijalankan untuk mengatasi akar permasalahan. Hal yang terpenting di tahap ini keterlibatan para pemangku kepentingan secara aktif dalam proses perencanaan.

4. Memasukkan dalam dokumen RKAS

Program dan kegiatan yang telah disusun selanjutnya dimasukkan ke dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS). Sekolah juga perlu menetapkan barang dan jasa yang akan dibelanjakan untuk mendukung terlaksana program dan kegiatan. Jika sudah, daftar kegiatan anggaran akan dimasukkan ke dalam Aplikasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (ARKAS).

5. Pelaksanaan

Kepala sekolah dan pemangku kepentingan di sekolah melaksanakan sekaligus memantau jalannya program dan kegiatan yang sudah direncanakan. Terlaksana kegiatan dan perubahan pencapaian di Rapor Pendidikan tahun berikutnya menjadi evaluasi untuk perencanaan selanjutnya.

Baca: Masuk PTN 2023 Tak Pakai Tes Mapel, Pendapatan Lembaga Bimbel Tergerus?

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini 






Operasional SDN Pondokcina 1 Berakhir Besok Sebelum DIgusur, Wali Murid Tetap Bertahan

20 jam lalu

Operasional SDN Pondokcina 1 Berakhir Besok Sebelum DIgusur, Wali Murid Tetap Bertahan

Pemerintah Kota Depok menyatakan operasional SDN Pondokcina 1 berakhir besok sebelum dimulainya proses pembangunan Masjid Raya Margonda.


Pejabat Depok Lempar Bola Panas Kisruh SDN Pondokcina 1, Ultimatum Siswa yang Bertahan

3 hari lalu

Pejabat Depok Lempar Bola Panas Kisruh SDN Pondokcina 1, Ultimatum Siswa yang Bertahan

Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok Wijayanto melempar bola panas kisruh SDN Pondokcina 1 kepada orang tua.


Pemerintah Kota Depok Beri Ultimatum hingga 9 Desember, Bakal Kosongkan SDN Pondokcina 1

6 hari lalu

Pemerintah Kota Depok Beri Ultimatum hingga 9 Desember, Bakal Kosongkan SDN Pondokcina 1

Pemerintah Kota Depok memberikan sejumlah opsi kepada orang tua murid SDN Pondokcina 1.


30 Tahun Membangun Bisnis Pendidikan, Prita Kemal Gani Luncurkan Biografi

8 hari lalu

30 Tahun Membangun Bisnis Pendidikan, Prita Kemal Gani Luncurkan Biografi

Prita Kemal Gani awalnya membangun bisnis dengan jumlah pegawai LSPR dua orang dan puluhan murid hingga kini bisa meluluskan 100 ribu tenaga terampil.


Potret Perjuangan Guru dan Perlunya Pemetaan Pendidikan

9 hari lalu

Potret Perjuangan Guru dan Perlunya Pemetaan Pendidikan

Ada beragam upaya dan pendekatan yang dapat kita lakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran anak.


Lima Kiat Siapkan Keuangan di Masa Sulit

13 hari lalu

Lima Kiat Siapkan Keuangan di Masa Sulit

Kondisi sulit tidak bisa diduga. Mempersiapkan keuangan dapat mengurangi dampak buruknya.


Hari Guru Nasional: Berikut Tugas dan Fungsi Guru Menurut Undang-Undang

13 hari lalu

Hari Guru Nasional: Berikut Tugas dan Fungsi Guru Menurut Undang-Undang

Hari Guru Nasional sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan upaya guru dalam mencerdaskan kehidupan calon penerus bangsa. Ini tugas dan fungsi guru.


Akibat Gempa Cianjur Puluhan Sekolah SD sampai SMA Rusak Berat di Cianjur dan Sukabumi

14 hari lalu

Akibat Gempa Cianjur Puluhan Sekolah SD sampai SMA Rusak Berat di Cianjur dan Sukabumi

Gempa Cianjur yang dahsyat itu membuat puluhan sekolah dari SD hingga SMA rusak berat. Siswa banyak terluka dan trauma.


Polemik SDN Pondok Cina 1, Orang Tua Curhat Sulitnya Ketemu Wali Kota Depok

15 hari lalu

Polemik SDN Pondok Cina 1, Orang Tua Curhat Sulitnya Ketemu Wali Kota Depok

Pemkot Depok ingin menggusur SDN Pondok Cina 1 demi membangun masjid di Jalan Margonda Raya


Asal-usul Hari Anak Universal Setiap 20 November

18 hari lalu

Asal-usul Hari Anak Universal Setiap 20 November

Asal-usul peringatan Hari Anak Universal telah mengalami perjalanan panjang hingga akhirnya diresmikan pada 1959