Ig Nobel Bidang Fisika 2022: Penelitian Kenapa Bebek Berenang Berbaris

Penelitian tentang kenapa bebek berenang dalam formasi satu baris memenangkan Hadiah Ig Nobel bidang Fisika 2022. YouTube

TEMPO.CO, Jakarta - Frank Fish, Profesor biologi di West Chester University di Pennsylvania, AS, menjelaskan kenapa anak-anak bebek selalu berenang dalam formasi satu barisan di belakang induknya. Atas penelitiannya itu, Fish dan timnya diganjar Ig Nobel bidang fisika tahun ini--sebuah penghargaan tahunan yang menjadi parodi dari Hadiah Nobel, atau tepatnya penghargaan untuk penelitian-penelitian yang dianggap paling aneh, konyol dan unik yang membuat 'tertawa namun kemudian berpikir'.   

Dalam penelitian yang hasilnya telah dipublikasikan setahun lalu itu, Fish dkk mengukur konsumsi oksigen bebek mallard dan menemukan soal konservasi energi yang menjadi motif di balik formasi 'bebek saja bisa antre' tersebut. Mereka menyimpulkan bahwa bebek ketika berenang di belakang induknya akan membutuhkan lebih sedikit usaha daripada jika mereka berenang di luar formasi.

Ini karena bebek secara insting cenderung 'menunggang gelombang' yang tercipta dari gerakan induknya yang berada paling depan. Hasilnya, tenaga yang dikeluarkan tak sekeras jika berenang di luar antrean.  

Fish dan timnya menunjukkan bagaimana bebek menerapkan prinsip fisika yang sama seperti yang berlaku pada teknik “draft" atau "slipstream" pembalap sepeda juga pelari. Drafting merupakan posisi di mana pesepeda mengikuti pesepeda lain dalam rombongan besar, dengan tujuan mengurangi beban dan menyimpan tenaga. Hal tersebut terjadi karena hambatan udara dan angin bisa berkurang, dan mengurangi beban sampai 30 persen. 

Sedangkan slipstream adalah teknik yang memanfaatkan area dengan tekanan udara lebih rendah di belakang pembalap lain demi mengurangi hambatan. Tujuannya sama, bisa menghemat tenaga dibandingkan pembalap atau pesepeda yang ada di depan.

Penelitian tentang kenapa bebek berenang dalam formasi satu baris memenangkan Hadiah Ig Nobel bidang Fisika 2022. YouTube

Menurut Fish, garis lurus atau formasi berbaris tepat di belakang induknya adalah yang terbaik. Semakin panjang tali anak itik, semakin banyak keuntungan bagi yang terakhir dalam barisan. Timnya bahkan menggambarkan kartun untuk mengilustrasikan fakta tersebut di mana anak itik terakhir dalam barisan pada dasarnya bisa tenang. 

"Kami harus bereksperimen sedikit lebih banyak untuk mencari tahu mana yang mungkin benar-benar terjadi," kata Fish.

Nama Fish dan timnya diumumkan pada Kamis, 15 September 2022. Penganugerahan biasanya dilaksanakan di kampus Harvard University, namun beralih online sejak 2020 karena pandemi Covid-19. Sesuai tradisinya, para pemenang Ig Nobel akan menerima lembar uang kertas 10 triliun dolar Zimbabwe cetakan 2008 yang sudah tidak diedarkan lagi.

ZAHRANI JATI HIDAYAH (IMPROBABLE, POPSCI, ABC)

Baca juga:
Pertalite atau Pertamax? Ini Risiko Memiih BBM Oktan Rendah dan Tinggi


Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






Kisah Aldilla, Alumni Harvard Law School yang Kini Berkarier di Firma Hukum Ternama

2 hari lalu

Kisah Aldilla, Alumni Harvard Law School yang Kini Berkarier di Firma Hukum Ternama

Aldilla merupakan jebolan Harvard Law School. Lewat beasiswa Fulbright, dia menyabet gelar Master of Laws di Hukum dan Kebijakan Lingkungan.


Kisah CEO Pluang Jatuh Bangun Buka Peluang Investasi Bagi Masyarakat Indonesia

2 hari lalu

Kisah CEO Pluang Jatuh Bangun Buka Peluang Investasi Bagi Masyarakat Indonesia

Claudia Kolonas, pendiri sekaligus CEO Pluang bukan sosok yang asing di industri keuangan non-bank di Indonesia. Simak profil lengkapnya berikut ini.


7 Penelitian Konyol yang Meraih Penghargaan Ig Nobel 2022

12 hari lalu

7 Penelitian Konyol yang Meraih Penghargaan Ig Nobel 2022

Ig Nobel merupakan parodi Nobel yang mengkhususkan pada penelitian yang awalnya membuat masyarakat tertawa, namun akhirnya berpikir dan kritis.


Robert Mugabe: Antara Pahlawan dan Tiran Bagi Zimbabwe

28 hari lalu

Robert Mugabe: Antara Pahlawan dan Tiran Bagi Zimbabwe

Pada 1960 Robert Mugabe bergabung dengan partai pro-kemerdekaan Rhodesia, National Democratic Party dan menjadi sekretaris publisitasnya.


Dosen Jamu Penerima Sarwono Award 2022: Saya Kira Telepon Abal-abal

42 hari lalu

Dosen Jamu Penerima Sarwono Award 2022: Saya Kira Telepon Abal-abal

Tak pernah mimpikan terima Sarwono Award, Profesor Hanny Wijaya justru yakin akan lahir peraih Nobel dari Indonesia.


Tidak Hanya Coto Makassar, Berikut 8 Kuliner Makassar Patut Dicoba

4 Agustus 2022

Tidak Hanya Coto Makassar, Berikut 8 Kuliner Makassar Patut Dicoba

Kuliner Makassar bukan cuma Coto Makassar, berikut 8 makanan khas Sulawesi Selatan lainnya.


Jeff, Peraih Medali Olimpiade Biologi di Armenia: 48 Jam Sehari Tak Cukup

23 Juli 2022

Jeff, Peraih Medali Olimpiade Biologi di Armenia: 48 Jam Sehari Tak Cukup

Jefferson peraih medali perunggu di olimpiade Biologi internasional di Armenia sudah merantau sejak SD. Memiliki segudang prestasi.


5 Rekomendasi Kuliner Nasi Bebek Madura di Jakarta, Lokasinya?

21 Juli 2022

5 Rekomendasi Kuliner Nasi Bebek Madura di Jakarta, Lokasinya?

Nasi bebek adalah sebuah hidangan daging yang terbuat dari bebek bakar atau rebus dan nasi putih.


Pembalut Terlalu Mahal, Perempuan di Zimbabwe Terpaksa Pakai Kotoran Sapi saat Haid

17 Juli 2022

Pembalut Terlalu Mahal, Perempuan di Zimbabwe Terpaksa Pakai Kotoran Sapi saat Haid

Pakar kesehatan Zimbabwe menyebut praktik menggunakan kotoran sapi sebagai pembalut dapat memicu infeksi hingga tanda awal kanker rahim


Top 3 Dunia: Indonesia Minta Malaysia Klarifikasi Pelanggaran MoU Tenaga Kerja

15 Juli 2022

Top 3 Dunia: Indonesia Minta Malaysia Klarifikasi Pelanggaran MoU Tenaga Kerja

Berita Top 3 Dunia Kamis 14 Juli 2022 diawali oleh Indonesia menunggu penjelasan dari pihak Malaysia soal indikasi pelanggaran MoU tenaga kerja