Isu Pertalite Boros, Konsumen Bisa Buktikan dengan Cara Ini

Antrian kendaraan mengisi BBM di sebuah SPBU di Jakarta, Jumat 16 September 2022. Efek naiknya BBM ini memang sangat terasa. Disamping harga yang semakin tinggi, antrian di SPBU juga semakin mengular. Antrian diduga karena harga BBM eceran sudah tidak bisa bersahabat dan tidak semua pom mini menjual pertalite. TEMPO/Subekti.

TEMPO.CO, Jakarta - Sebagian konsumen mengeluhkan bahan bakar Pertalite yang dinilai boros setelah harganya naik pada 3 September 2022. Menurut pakar dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Tri Yuswidjajanto Zaenuri, ada beberapa cara untuk membuktikan apakah benar masalahnya pada bahan bakar, tanpa harus menghitung nilai kalor atau kandungan energinya.

“Massa jenis dan penguapan dibandingkan, dua itu saja sudah cukup,” kata dosen dari Kelompok Keahlian Konversi Energi ITB itu, Jumat, 23 September 2022.

Keluhan boros itu dilaporkan konsumen yang membandingkan saat memakai Pertalite harga baru dengan harga lama. Pada jumlah takaran tertentu yang sama, pengisian ulangnya di SPBU jadi lebih cepat, misalnya dari seminggu menjadi 3-4 hari.

“Kalau sekedar membandingkan artinya kita uji tidak harus berdasarkan metodologi standar, jadi membandingkan dengan kondisi apa yang ada saja,” ujar Tri. 

Karena terkait perbandingan, kata dia, pengujian itu membutuhkan dua sampel Pertalite, yaitu Pertalite harga lama dan yang baru. Untuk mengetahui densitas atau massa jenis bahan bakar, kedua contoh Pertalite beda harga itu ditempatkan pada masing-masing wadah, seperti gelas plastik yang diberi penanda atau gelas ukur.

Sebagai tambahan pembanding, bisa dengan bensin jenis lain misalnya Pertamax atau yang lain. Sebelum diisi dengan volume yang sama, masing-masing gelas perlu ditimbang beratnya dalam keadaan kosong. Setelah diisi bensin, gelas itu ditimbang lagi. “Nanti dari hasil penimbangan gelas dan isi dikurangi berat gelasnya, dibagi volume atau isinya, itu kan dapat density atau massa jenis,” kata dia.

Selanjutnya hasil perhitungan massa jenis Pertalite harga lama dan yang baru dibandingkan. “Kalau lebih berat yang (harga) lama ya benar, kemungkinan memang yang (Pertalite) sekarang ini kandungan energinya per liter mengecil sehingga boros,”ujar Tri.

Sementara untuk mengetahui soal penguapannya, kedua contoh Pertalite harga lama dan baru ditempatkan di wadah masing-masing dengan volume atau isi yang sama dan tanpa penutup. Selanjutnya tinggal diamati pada waktu yang sama, misalnya per jam. “Kalau ada matahari, mau dijemur juga boleh, akan lebih cepat penguapannya,” kata dia.

Hasil penguapan itu bisa dicatat atau juga difoto. Cara lainnya, menurut Tri, individu atau kelompok bisa mengajukan permohonan ke Lemigas untuk pemeriksaan bahan bakar dan mendapat keterangan resminya. Syaratnya, selain mengurus proses administrasi, pemohon menyertakan dua sampel Pertalite harga baru dan yang lama untuk dianalisis.

Baca:
Pertalite Lebih Boros Pasca-naik Harga? Dosen ITB Ungkap Masalahnya

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Bibit Siklon Dekat Indonesia, Program Magister ITB

3 jam lalu

Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Bibit Siklon Dekat Indonesia, Program Magister ITB

Topik tentang BMKG memantau pergerakan dua bibit siklon tropis dekat wilayah Indonesia menjadi berita terpopuler Top 3 Tekno Berita Hari Ini.


Sopir Truk Pakai HP Jadul Bingung Beli Solar dengan QR Code, Ini Kata Pertamina

6 jam lalu

Sopir Truk Pakai HP Jadul Bingung Beli Solar dengan QR Code, Ini Kata Pertamina

Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Alfian Nasution, menanggapi keluhan sopir truk saat membeli solar dengan QR Code karena menggunakan handphone jadul.


ITB Buka Program Magister Smart-X, Apa Itu?

17 jam lalu

ITB Buka Program Magister Smart-X, Apa Itu?

Institut Teknologi Bandung (ITB) menjawab tantangan digital dengan menghadirkan program magister multidisiplin smart-X.


Persaingan Ketat SNBT 2023, Ini Daya Tampung dan Peminat ITB

1 hari lalu

Persaingan Ketat SNBT 2023, Ini Daya Tampung dan Peminat ITB

Pada 2022, ITB menyediakan 1.716 kursi yang terdiri dari 1.442 kursi di program studi Saintek dan 274 kursi di Soshum pada jalur SBMPTN.


Program Wirausaha Merdeka, ITB Latih 297 Mahasiswa dari 99 Perguruan Tinggi

1 hari lalu

Program Wirausaha Merdeka, ITB Latih 297 Mahasiswa dari 99 Perguruan Tinggi

Lembaga Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan Institut Teknologi Bandung (ITB) mengasah 297 mahasiswa dari 99 perguruan tinggi di Indonesia.


Universitas dengan Fakultas Teknik Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2023

2 hari lalu

Universitas dengan Fakultas Teknik Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2023

Ada Universitas Islam Indonesia, Telkom, dan Binus di antara dominasi PTN. Siapa yang paling top, ITB atau UI?


Harga BBM Revvo 92 di SPBU Vivo Turun Jadi Rp 14.000, Beda Tipis dengan Pertamax

2 hari lalu

Harga BBM Revvo 92 di SPBU Vivo Turun Jadi Rp 14.000, Beda Tipis dengan Pertamax

Harga BBM dua produk Vivo turun di SPBNU mulai 5 Desember 2022, yakni Revvo 90 dan Revvo 92. Saingan Pertamax dan Pertalite


Shell Ungkap Alasan Harga BBM SPBU Swasta Lebih Mahal dari Pertamina

2 hari lalu

Shell Ungkap Alasan Harga BBM SPBU Swasta Lebih Mahal dari Pertamina

Shell Indonesia mengungkapkan alasan harga BBM (bahan bakar minyak) SPBU swasta lebih mahal dari Pertamina. Kira-kira apa penyebabnya?


Harga BBM NonSubsidi di SPBU Swasta Lebih Mahal, Shell Jelaskan Sebabnya

3 hari lalu

Harga BBM NonSubsidi di SPBU Swasta Lebih Mahal, Shell Jelaskan Sebabnya

Sejumlah SPBU, termasuk swasta, menaikkan harga BBM nonsubsidi mulai awal Desember 2022.


Komunitas Mobil Ayla Sebut Pertamax Lebih Irit dari Pertalite, Ini Buktinya

5 hari lalu

Komunitas Mobil Ayla Sebut Pertamax Lebih Irit dari Pertalite, Ini Buktinya

Komunitas mobil Ayla menyebut penggunaan Pertamax, membuat kendaraan lebih irit ketimbang jenis BBM dengan oktan lebih rendah, seperti Pertalite.