Ahli Iklim Kumpul Duluan di Kopenhagen

Reporter

Editor


TEMPO Interaktif, Jakarta: Para ahli iklim dunia mendului forum resmi PBB untuk perubahan iklim di Kopenhagen, Denmark, Desember nanti, dengan berkumpul di kota yang sama, mulai hari ini. Mereka merasa harus bertemu demi bisa menggemakan lebih tegas bahwa akselerasi perubahan iklim terjadi lebih cepat daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Panel Antarpemerintah PBB untuk Perubahan Iklim (IPCC) menyimpulkan awal 2007 lalu kalau laju perubahan iklim itu, jika tidak diredam, akan memicu banjir, kekeringan, penyakit dan cuaca ekstrem di akhir abad nanti. Namun, hasil riset yang lebih baru menduga kalau dampak-dampak lingkungan akibat pemanasan global itu bisa lebih parah dan akan datang lebih awal lagi.

Yang lebih mengerikan, setiap dampak itu boleh jadi tak akan bisa lagi kembali ke dalam kondisi semula. Melelehnya tutupan es di Arktik dan pelepasan triliunan ton gas rumah kaca yang selama ini terperangkap dalam permafrost adalah dua kandidat skenario yang amat buruk itu.

Konferensi para ilmuwan iklim ini sendiri bakal digelar tiga hari. Disana mereka akan mencoba merumuskan konsensus ilmiah terbaru bahwa muka laut akan naik setidaknya satu meter pada 2100. Angka ini dua kali lebih tinggi daripada estimasi IPCC dua tahun lalu—estimasi belum memperhitungkan melelehnya es di Greenland.

“Para pembuat kebijakan yang akan bertemu di Kopenhagen Desember nanti harus menyadari ini dari apa yang biasa mereka pikirkan tentang perubahan iklim,,” ujar William Howard, peneliti dari University of Tasmania di Hobart, Australia.

Sebanyak lebih dari 2000 ilmuwan dan peneliti dari 80 negara merespons undangan terbuka dari konferensi ini. Ketua panel PBB, Rajendra Pachauri – yang berbagi Nobel Perdamaian 2007 bersama bekas Wakil Persiden Amerika Serikat, Al Gore –membuka konferensi bersama dengan Perdana Menteri Denmark Anders Fogh Rasmussen, Presiden Komisi Eropa Jose Manuel Barroso, dan ekonom iklim terkemuka Lord Nicholas Stern.

“Respons luar biasa dari para ilmuwan ini berasal dari sense urgency dan rasa frustasi mereka,” kata Katherine Richardson, ketua Komisi Pemerintahan Denmark tentang Kebijakan Perubahan Iklim.

“Kebanyakan dari kami telah terlatih sebagai ilmuwan yang tidak ingin mengotori tangannya bicara dengan para politikus—lempar data di atas meja lalu menghindar sesegera mungkin,” kata Richardson, “Tapi sekarang kami sadar kalau berhadapan dengan permasalahan yang begitu rumit dan mendesak dimana kami harus membantu memastikan hasil-hasil riset ini dipahami dengan baik.”

(AFP)






Putri Eugenie Ungkap Alasan Mendidik Putranya Menjadi Aktivis Iklim Sejak Dini

4 hari lalu

Putri Eugenie Ungkap Alasan Mendidik Putranya Menjadi Aktivis Iklim Sejak Dini

Putri Eugenie memiliki alasan khusus untuk mendidik putranya August peduli dengan lingkungan


Greta Thunberg: Protes Iklim Bukan Kejahatan

10 hari lalu

Greta Thunberg: Protes Iklim Bukan Kejahatan

Greta Thunberg menuduh Jerman sebagai salah satu pencemar terbesar di dunia.


RI Dapat Dana Lingkungan Rp 1,56 Triliun

11 hari lalu

RI Dapat Dana Lingkungan Rp 1,56 Triliun

Wamen LHK menyatakan Indonesia mendapat dana lingkungan Global Environment Facility (GEF) siklus ke-8 yang digelar di Bali.


PBB: Ada Kabar Baik, Lapisan Ozon dalam Proses Pemulihan

18 hari lalu

PBB: Ada Kabar Baik, Lapisan Ozon dalam Proses Pemulihan

Lapisan ozon sedang dalam proses pemulihan, yang akan membantu mencegah pemanasan planet bumi sebesar 0,5 derajat Celcius.


BMKG Unggulkan Sekolah Lapang Iklim di WMO

19 hari lalu

BMKG Unggulkan Sekolah Lapang Iklim di WMO

Sekolah Lapang Iklim (SLI) yang digelar BMKG cukup efektif dalam mengedukasi masyarakat mengenai perubahan iklim dan upaya adaptasinya.


Sri Mulyani: Perekonomian 2023 Terancam Resesi hingga Perubahan Iklim

20 hari lalu

Sri Mulyani: Perekonomian 2023 Terancam Resesi hingga Perubahan Iklim

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan Indonesia mesti waspada ancaman perekonomian 2023. Mulai dari resesi hingga perubahan iklim.


Soroti Aspek Perubahan Iklim dalam Perpu Cipta Kerja, Walhi: Kontradiktif Kalau Coraknya Bisnis

24 hari lalu

Soroti Aspek Perubahan Iklim dalam Perpu Cipta Kerja, Walhi: Kontradiktif Kalau Coraknya Bisnis

Walhi Indonesia menyoroti aspek perubahan iklim yang turut disinggung pemerintah sebagai pertimbangan dalam menerbitkan Perpu Cipta Kerja.


Billie Eilish Ungkap Perjuangannya dengan Citra Tubuh Sejak Remaja

24 hari lalu

Billie Eilish Ungkap Perjuangannya dengan Citra Tubuh Sejak Remaja

Selain mengungkapkan tentang body shaming, Billie Eilish juga bicara tentang perubahan iklim


CekFakta #189 Hoaks Sumbang Para Penyangkal Perubahan Iklim

29 hari lalu

CekFakta #189 Hoaks Sumbang Para Penyangkal Perubahan Iklim

wabah hoaks atau kabar bohong seputar perubahan iklim (climate change) masih mudah ditemuI.


Banjir Hantam Filipina, Puluhan Ribu Orang Mengungsi

34 hari lalu

Banjir Hantam Filipina, Puluhan Ribu Orang Mengungsi

Perayaan Natal dan Tahun Baru 2023 di Filipina diwarnai oleh bencana banjir yang menyebabkan 46.000 orang mengungsi.