Gas Air Mata dalam Tragedi Kanjuruhan, Apa Kandungan dan Efek Sampingnya?

Aparat keamanan menembakkan gas air mata untuk menghalau suporter yang masuk ke lapangan usai pertandingan BRI Liga 1 antara Arema melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu malam, 1 Oktober 2022. Polda Jatim mencatat jumlah korban jiwa dalam kerusuhan tersebut sementara sebanyak 127 orang. REUTERS TV melalui REUTERS

TEMPO.CO, JakartaDalam Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, penggunaan gas air mata oleh pihak kepolisian disebut-sebut sebagai penyebab para suporter panik dan saling berdesak-desakan hingga terinjak-injak dan meninggal dunia.

Dikutip dari laman Britannica, gas air mata mulanya digunakan sewaktu Perang Dunia. Healthline menyebut bahwa gas air mata pertama kali ditemukan oleh dua ilmuwan Amerika pada tahun 1928. 

Sebab gas ini tergolong tidak mematikan untuk peperangan, tetapi cukup ampuh untuk melemahkan pertahanan pemberontak, gas air mata mulai diadopsi dan digunakan oleh Militer Amerika untuk menangani kerusuhan pada tahun 1959. 

Kandungan Gas Air Mata

Walaupun disebut gas air mata, situs Healthline mengungkapkan bahwa alat ini bukanlah gas, melainkan bubuk bertekanan tinggi yang dapat menciptakan kabut sata ditembakkan.

Komponen kimia yang biasa digunakan untuk membuat gas air mata adalah 2-chlorobenzalmalononitrile atau Gas CS. Adapun senyawa lain yang digunakan adalah bromoaseton, benzil bromida, ethyl bromoacetate, xylyl bromide, dibenzoxazepine (Gas CR), dan chloroacetophenone (Gas CN).

Efek Samping Gas Air Mata

Dikutip dari Healthline, bahan-bahan kimia dalam gas air mata tersebut akan mengikat beberapa reseptor sakit pada tubuh sehingga timbul rasa kesakitan pada orang yang terpapar.

Kendati demikian, tingkat kesakitan atau keparahan gas air mata biasanya ditentukan oleh tiga faktor, yaitu seberapa dekat Anda dengan titik tembakan gas, apakah tembakan berlangsung di area terbuka atau tertutup, dan apakah Anda telah memiliki kondisi buruk sebelumnya.

Secara umum, Healthline menyebutkan bahwa penggunaan gas air mata dapat melukai tiga bagian tubuh, yaitu mata, organ pernapasan, dan kulit. Apabila terkena mata, gas ini dapat menyebabkan pandangan kabur, rasa terbakar di mata, kebutaan sementara, hingga kebutaan total apabila tidak segera mendapatkan penanganan yang tepat.

Pada organ pernapasan, gas air mata menyebabkan orang yang terpapar kesulitan bernafas, sesak dada, mual-mual, batuk, hingga perasaan terbakar pada hidung dan tenggorokan.

Sementa itu, bila gas air mata mengenai kulit besar potensi menimbulkan gatal-gatal, kulit melepuh, hingga luka bakar akibat bahan kimia. 

Itulah beberapa efek samping penggunaan gas air mata yang dapat melukai seseorang hingga jangka panjang. Oleh karena itu, FIFA dalam aturannya, Stadium Safety and Security Regulation, menjelaskan bahwa crowd control gas, seperti gas air mata, tidak boleh digunakan oleh aparat di sekitar area pertandingan.

ACHMAD HANIF IMADUDDIN 

Baca: Kisah Penyintas Tragedi Kanjuruhan: Kenapa Kami Ditembak Gas Air Mata?

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram http://tempo.co/. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






Trik Aman Menggunakan Riasan Mata agar Terhindari dari Infeksi dan Iritasi

6 jam lalu

Trik Aman Menggunakan Riasan Mata agar Terhindari dari Infeksi dan Iritasi

Sejumlah produk riasan mata bisa memicu iritasi dan infeksi mata jika tidak digunakan secara berhati-hati.


Jadwal Liga 1 Bergulir Lagi: Simak Rangkaian Laga Pekan Ke-12, Mulai Senin 5 Desember

9 jam lalu

Jadwal Liga 1 Bergulir Lagi: Simak Rangkaian Laga Pekan Ke-12, Mulai Senin 5 Desember

Setelah lama terhenti karena Tragedi Kanjuruhan, jadwal Liga 1 akhirnya bisa bergulir kembali. Simak jadwal pekan ke-12, mulai Senin, 5 Desember.


Takut Botak, Tumbuhkan Rambut dengan Kolagen

12 jam lalu

Takut Botak, Tumbuhkan Rambut dengan Kolagen

Kolagen memiliki banyak manfaat baik seperti antikanker, antidiabetes hingga bisa menjadi nutrisi untuk rambut


Alasan Kepolisian Belum Beri Sinyal Kelanjutan Liga Indonesia

1 hari lalu

Alasan Kepolisian Belum Beri Sinyal Kelanjutan Liga Indonesia

Asops Kapolri, Irjen. Agung Setya Imam Effendi mengatakan bahwa saat ini sedang dilakukan penilaian resiko untuk kelanjutan liga Indonesia.


Mata Kering Bikin Penglihatan Kurang Tajam, Simak Saran Dokter

2 hari lalu

Mata Kering Bikin Penglihatan Kurang Tajam, Simak Saran Dokter

Dokter menyatakan mata kering dapat menyebabkan ketajaman penglihatan berkurang dan menimbulkan rasa tak nyaman. Cek solusinya.


BRI Liga 1 Belum Pasti Bergulir Bulan Ini, Polisi Tunggu Hasil Penilaian Resiko

2 hari lalu

BRI Liga 1 Belum Pasti Bergulir Bulan Ini, Polisi Tunggu Hasil Penilaian Resiko

Polisi masih menunggu hasil penilaian resiko yang dibuat Kementerian PUPR dan Kementerian Kesehatan untuk memberikan izin BRI Liga 1 kembali bergulir.


Wali Kota Gibran Sebut Stadion Manahan Solo Jadi Tuan Rumah Liga 1

2 hari lalu

Wali Kota Gibran Sebut Stadion Manahan Solo Jadi Tuan Rumah Liga 1

Menurut Wali Kota Gibran, Stadion Manahan Solo akan menjadi salah satu tuan rumah Liga 1 dengan sistem gelembung atau bubble.


Efektifkah Acne Patch Mengatasi Jerawat?

3 hari lalu

Efektifkah Acne Patch Mengatasi Jerawat?

Acne patch bisa mengurangi keinginan untuk memegang jerawat.


Bahaya Mengobati Jerawat dengan Bawang Putih dan Pakai MSG untuk Pemutih

3 hari lalu

Bahaya Mengobati Jerawat dengan Bawang Putih dan Pakai MSG untuk Pemutih

Tren perawatan wajah di TikTok mulai dari bawang putih untuk mengobati jerawat hingga MSG untuk memutihkan kulit banyak dipercaya dan diikuti.


Mengenali Sejarah Stadion GBK dan Musisi Luar Negeri yang pernah Konser di Sana

3 hari lalu

Mengenali Sejarah Stadion GBK dan Musisi Luar Negeri yang pernah Konser di Sana

Konser Blackpink dan Raisa di Stadion Gelora Bung Karno atau Stadion GBK awal tahun depan akan batal