33 Anak Meninggal dalam Tragedi Kanjuruhan, Termuda Usia 4 Tahun

Reporter

Editor

Devy Ernis

Sejumlah peserta yang tergabung dalam Komunitas Suporter Palangkaraya menyalakan lilin saat melakukan aksi doa bersama di Stadion Toah Pahoe, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Senin 3 Oktober 2022. Aksi doa bersama yang diikuti Polri, Satpol PP, pemuka agama dan komunitas pecinta sepakbola di kota itu sebagai bentuk solidaritas duka cita atas jatuhnya korban jiwa pada tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang. ANTARA FOTO/Makna Zaezar

TEMPO.CO, JakartaKementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mencatat 33 anak meninggal dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Dari 33 anak yang meninggal, delapan di antaranya adalah anak perempuan dan 25 anak laki-laki.

"Mereka yang meninggal dengan rentang usia antara 4 sampai 17 tahun," kata Deputi Perlindungan Khusus Anak Kementerian PPPA Nahar saat dihubungi ANTARA pada Senin, 3 Oktober 2022.

Menurut Nahar, jumlah tersebut merupakan bagian dari 125 korban meninggal dunia berdasarkan data yang dirilis Polri. Sementara untuk jumlah anak yang dirawat di rumah sakit setempat masih terus dikonfirmasi. "Kami masih terus melengkapi datanya," kata Nahar.

Nahar mengatakan Kementeriannya bersama Dinas PPPA Provinsi dan Kabupaten/Kota Malang masih terus berkoordinasi dan berupaya menyediakan data khusus anak yang menjadi korban, sebagai bahan pihak-pihak terkait melakukan intervensi layanan.

Penembakan gas air mata oleh polisi menjadi penyebab ratusan orang meninggal dunia dalam tragedi pada akhir laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu, 1 Oktober 2022. Tembakan gas air mata tersebut membuat penonton panik dan berlarian mencoba mencari pintu keluar. Kepanikan itu membuat massa tertumpuk dan sesak nafas bahkan hingga terinjak-injak.

Penggunaan gas air mata oleh polisi itu disebut menyalahi aturan FIFA. Adapun gas air mata dapat melukai tiga bagian tubuh, yaitu mata, organ pernapasan, dan kulit. Apabila terkena mata, gas ini dapat menyebabkan pandangan kabur, rasa terbakar di mata, kebutaan sementara, hingga kebutaan total apabila tidak segera mendapatkan penanganan yang tepat.

Pada organ pernapasan, gas air mata menyebabkan orang yang terpapar kesulitan bernafas, sesak dada, mual-mual, batuk, hingga perasaan terbakar pada hidung dan tenggorokan. Sementa itu, bila gas air mata mengenai kulit besar potensi menimbulkan gatal-gatal, kulit melepuh, hingga luka bakar akibat bahan kimia. 

Baca juga:Doa untuk Kindi, Alumni MTsN 2 Probolinggo yang Meninggal dalam Tragedi Kanjuruhan

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu






PT LIB Masih Optimistis Putaran Pertama Liga 1 Tuntas Desember 2022

1 hari lalu

PT LIB Masih Optimistis Putaran Pertama Liga 1 Tuntas Desember 2022

Direktur PT LIB Ferry Paulus mengatakan pihaknya tetap optimistis putaran pertama Liga 1 musim 2022-2023 tuntas pada Desember 2022.


Rakor Pengamanan Liga 1, Polri: Syarat Perizinan Ketat

1 hari lalu

Rakor Pengamanan Liga 1, Polri: Syarat Perizinan Ketat

Mabes Polri menggelar rapat koordinasi dengan PSSI dan PT LIB membahas kelanjutan kompetisi Liga 1.


Persija Jakarta Incar Stadion GBK Jadi Home Base di Putaran II Liga 1

1 hari lalu

Persija Jakarta Incar Stadion GBK Jadi Home Base di Putaran II Liga 1

Persija Jakarta ingin Stadion Gelora Bung Karno menjadi markas jika kompetisi Liga 1 kembali bergulir.


Shin Tae-yong Ingin Timnas Indonesia Juara di Piala AFF 2022

1 hari lalu

Shin Tae-yong Ingin Timnas Indonesia Juara di Piala AFF 2022

Timnas Indonesia sudah mengadakan latihan perdana sebagai persiapan menuju Piala AFF 2022. Latihan dipimpin langsung Shin Tae-yong.


Polri dan PSSI Gelar Rapat Koordinasi Pengamanan Liga 1 Pasca- Tragedi Kanjuruhan

1 hari lalu

Polri dan PSSI Gelar Rapat Koordinasi Pengamanan Liga 1 Pasca- Tragedi Kanjuruhan

Polri, PSSI, dan PT LIB menggelar rapat koordinasi pengamanan Liga 1 musim 2022-2023 yang akan digelar lagi pasca- tragedi Kanjuruhan.


Soal Kelanjutan Liga 1, Menpora Sebut Butuh Keselarasan Soal Keamanan Lebih Dulu

2 hari lalu

Soal Kelanjutan Liga 1, Menpora Sebut Butuh Keselarasan Soal Keamanan Lebih Dulu

Sejak tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober lalu, kompetisi sepak bola di Indonesia, termasuk Liga 1, dihentikan dan belum ada kepastian kelanjutannya.


Soal Peluang Buka Kembali Investigasi Tragedi Kanjuruhan, Komnas HAM: Belum Diputuskan

3 hari lalu

Soal Peluang Buka Kembali Investigasi Tragedi Kanjuruhan, Komnas HAM: Belum Diputuskan

Komnas HAM akan menggelar rapat komisioner bulan depan untuk menentukan apakah akan membuka kembali investigasi Tragedi Kanjuruhan atau tidak.


IPW Minta Kapolri Tak Keluarkan Izin Pertandingan Liga 1 Sebelum Ada KLB PSSI

4 hari lalu

IPW Minta Kapolri Tak Keluarkan Izin Pertandingan Liga 1 Sebelum Ada KLB PSSI

IPW berharap Kapolri patuh terhadap Peraturan Polri yang mengatur tentang sepak bola atau kompetisi Liga 1.


Berita Liga 1: Carlos Fortes Pulang Kampung dan Bhayangkara FC Terus Berlatih

6 hari lalu

Berita Liga 1: Carlos Fortes Pulang Kampung dan Bhayangkara FC Terus Berlatih

Berita Liga 1 kali ini datang dari striker PSIS Semarang, Carlos Fortes, yang pulang kampung ke Portugal.


Batal ke Surabaya, Dortmund Lelang Jersey Julian Brandt untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

6 hari lalu

Batal ke Surabaya, Dortmund Lelang Jersey Julian Brandt untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

Klub sepak bola Jerman Borussia Dortmund menyumbangkan kostum nomor 19 milik bintang mereka, Julian Brandt, untuk keluarga korban Tragedi Kanjuruhan.