Apa yang Menyebabkan Kapal Selama Bisa Terapung di Laut?

Reporter

Editor

Nurhadi

Kapal selam kelas Astute terbaru yang akan dibangun oleh BAE Systems, HMS Anson (S123), secara resmi ditugaskan ke Angkatan Laut Kerajaan selama upacara di situs BAE Systems di Barrow-in-Furness pada 31 Agustus lalu. Kapal selam Astute diakui sebagai kapal selam serang paling canggih yang pernah beroperasi. Foto : BAE Systems

TEMPO.CO, Jakarta - Di dalam lautan, kapal selam biasanya berjalan dengan tenggelam di tengah-tengah kedalaman laut. Namun, terkadang kapal selam akan naik ke permukaan dan berjalan mengapung di atas permukaan laut. Lantas, bagaimana kapal selam dapat mengapung di atas permukaan laut?

Mengutip publikasi berjudul Analisa Stabilitas dan Equilibrium Kapal Selam Midget 150 Untuk Perairan Indonesia yang dikutip dari laman ejournal3.undip.ac.id, secara sederhana prinsip kapal selam ketika terapung adalah dengan memanfaatkan massa jenis total kapal selam yang lebih kecil daripada air laut.

Di dalamnya, setiap kapal selam memiliki tangki pemberat yang berisi air dan udara yang terletak di antara lambung kapal bagian dalam dan luar. Tangki ini berfungsi untuk memperbesar atau memperkecil massa jenis total kapal selam.

Ketika air laut dipompa masuk ke dalam tangki pemberat, massa jenis kapal selam akan lebih besar. Sebaliknya, ketika air laut dipompa keluar dari tangki pemberat, maka massa jenis total kapal selam menjadi lebih kecil.

Selain itu, terapungnya kapal selam di permukaan laut juga dipengaruhi oleh stabilitas kapal. Publikasi berjudul Analisa Stabilitas dan Equilibrium Kapal Selam Midget 150 Untuk Perairan Indonesia menjabarkan bahwa stabilitas adalah kemampuan dari suatu benda yang melayang atau mengapung dan dimiringkan untuk kembali berkedudukan tegak.

Terapungnya kapal selam juga tidak dapat dilepaskan dari adanya Hukum Archimedes. Hukum Archimedes mengungkapkan korelasi antara gaya berat dan gaya apung pada suatu benda apabila dimasukkan ke dalam sebuah larutan. Dampaknya, benda yang ada di dalam sebuah larutan akan memiliki massa berat yang lebih ringan dibandingkan di daratan.

Bunyi Hukum Archimedes yakni “Jika suatu benda dicelupkan ke dalam sesuatu zat cair, maka benda itu akan mendapat tekanan keatas yang sama besarnya dengan beratnya zat cair yang terdesak oleh benda tersebut”.

Di dalam Hukum Archimedes, terdapat tiga kondisi berada ketika di dalam larutan, yakni:

1. Tenggelam

Kondisi ini terjadi ketika massa jenis larutan lebih kecil daripada massa jenis total benda yang ada di dalamnya.

2. Melayang

Keadaan ini terjadi saat massa jenis larutan sama dengan massa jenis total benda.

3. Terapung

Kondisi terapung terjadi ketika massa jenis larutan lebih besar daripada massa jenis total benda yang ada di dalamnya.

MUHAMMAD SYAIFULLOH

Baca juga: Kapal Selam Nuklir Rusia Angkut 6 Torpedo Poseidon Menghilang dari Radar NATO






Apa Itu Brevet Hiu Kencana? Disematkan Yudo Margono kepada Puan Maharani Sebelum Umumkan Calon Panglima TNI

7 hari lalu

Apa Itu Brevet Hiu Kencana? Disematkan Yudo Margono kepada Puan Maharani Sebelum Umumkan Calon Panglima TNI

KSAL Laksamana Yudo Margono berikan Brevet Hiu Kencana kepada Puan Maharani dan KSAD Dudung Abdurachman. Apa istimewanya brevet ini?


Puan Terima Brevet Kehormatan TNI AL

9 hari lalu

Puan Terima Brevet Kehormatan TNI AL

Puan ikut merasakan perjalanan kapal selam KRI Alugoro-405 di dalam lautan.


Mahasiswa Unhas Rancang Kapal Selam Mini Nirawak KRI Barukang

19 hari lalu

Mahasiswa Unhas Rancang Kapal Selam Mini Nirawak KRI Barukang

KRI Barukang karya mahasiswa Unhas bisa menjadi drone permukaan bawah air pemburu kapal selam dan kapal permukaan konvensional.


3 Kapal Selam Terkuat di Dunia Milik Amerika Serikat, Rusia dan Inggris

22 hari lalu

3 Kapal Selam Terkuat di Dunia Milik Amerika Serikat, Rusia dan Inggris

Kapal selam nuklir USS Rhode Island hilir mudik antisipasi gerakan Rusia. Berikut 3 kapal selam terkuat di dunia.


Dianggap Mirip Padahal Berlainan, Ini 5 Perbedaan Ikan Sidat dan Belut

30 hari lalu

Dianggap Mirip Padahal Berlainan, Ini 5 Perbedaan Ikan Sidat dan Belut

Ikan sidat bentuk tubuhnya mirip seperti belut


Rusia Sukses Uji Coba Kapal Selam Bertenaga Nuklir

33 hari lalu

Rusia Sukses Uji Coba Kapal Selam Bertenaga Nuklir

Rusia melakukan uji coba akhir kapal selam bertenaga nuklir dengan menembakkan rudal balistik.


Suharso Monoarfa: Indonesia Bisa Raih 2 Trilun USD dari Ekonomi Biru, Apakah Itu?

34 hari lalu

Suharso Monoarfa: Indonesia Bisa Raih 2 Trilun USD dari Ekonomi Biru, Apakah Itu?

Kepala Bappenas Suharso Monoarfa sebut pengelolaan ekonomi biru mendorong Indonesia meraih 2 triliun USD setiap tahun. Apakah blue economy itu?


6 Fakta Unik Ubur-ubur

55 hari lalu

6 Fakta Unik Ubur-ubur

Ubur-ubur miliki fakta yang menarik. Apa sajakah itu?


Ribuan Ikan Naik ke Permukaan Laut, BMKG Bantah Terkait Tsunami dan Gempa

8 Oktober 2022

Ribuan Ikan Naik ke Permukaan Laut, BMKG Bantah Terkait Tsunami dan Gempa

Tidak ada penelitian yang menunjukkan ikan naik ke permukaan merupakan tanda bahaya gempa bumi atau tsunami.


Inilah Spesifikasi 4 Kapal Selam yang Dimiliki Indonesia

7 Oktober 2022

Inilah Spesifikasi 4 Kapal Selam yang Dimiliki Indonesia

Tak hanya KRI Nanggala-402 yang tenggelam 2021 lalu, TNI ternyata memiliki 4 kapal selam lain dengan spesifikasi yang berbeda.