Lapan Diskusikan Satelit Pemantau Hutan

Reporter

Editor


TEMPO Interaktif, Jakarta: Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) hari ini menggelar seminar tentang satelit observasi yang memantau hutan Indonesia. Satelit milik Jepang bernama The Advanced Land Observing Satellite (ALOS), selama ini menghasilkan berbagai data penginderaan jauh dari ketinggian 700 km di atas Bumi. “Seminar akan memperkenalkan kemampuan data ALOS untuk pemantauan hutan,” kata Kepala Pusat Pengembangan dan Pemanfaatan Teknologi Pengideraan Jauh Lapan, Ratih Dewanti.

Pemanfaatan satelit itu merupakan bagian kerja sama Lapan dengan Japan Aerospace Exploration Agency (Jaxa). Satelit ALOS diluncurkan pada 24 Januari 2006 dengan membawa tiga tipe peralatan observasi, yaitu Panchromatic Remote-sensing Instrument for Stereo Mapping, The Advanced Visible and Near Synthetic Aperture Radar type 2 dan The Phase Array type L-band Synthetic Aperture Radar.

Selain untuk memantau hutan, data ALOS dapat digunakan dalam berbagai kegiatan kartografi, bencana alam, sumber daya alam, lingkungan, kehutanan dan pertanian. Peta yang dihasilkan berskala 1:25.000. Seminar yang dimulai Kamis (12/3) pagi hingga sore ini berlangsung di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat.

UWD






Jadwal Seri 2 Putaran 2 Proliga 2023 Digelar di Malang, Simak Info Soal Tiket Nonton

5 menit lalu

Jadwal Seri 2 Putaran 2 Proliga 2023 Digelar di Malang, Simak Info Soal Tiket Nonton

Pertandingan seri kedua putaran kedua Proliga 2023 akan berlangsung di GOR Ken Arok, Malang, pekan ini, mulai Kamis, 9 Februari.


Setidaknya 15 Tewas dalam Longsor Peru

5 menit lalu

Setidaknya 15 Tewas dalam Longsor Peru

Puluhan rumah ditenggelamkan tanah dan lumpur akibat longsor setelah hujan sangat deras pekan lalu.


Selain Dewa 19, Ini Konser Grup Band 90-an Indonesia yang Penontonnya Bisa Membludak

9 menit lalu

Selain Dewa 19, Ini Konser Grup Band 90-an Indonesia yang Penontonnya Bisa Membludak

Tak hanya Dewa 19, konser band 90-an ini diperkirakan akan mendapatkan penonton yang membludak. Siapa saja?


Kasus MH17, Penyelidik Hari Ini Ungkap Temuan Baru di Pengadilan Internasional

9 menit lalu

Kasus MH17, Penyelidik Hari Ini Ungkap Temuan Baru di Pengadilan Internasional

Para penyelidik internasional yang menyelidiki jatuhnya pesawat Malaysia Airlines Penerbangan 17 (MH17) akan ungkap kemungkinan tambahan tersangka


25 Ribu Tiket Murah WSBK Mandalika Disiapkan untuk Siswa, Mulai Rp 20 Ribu

9 menit lalu

25 Ribu Tiket Murah WSBK Mandalika Disiapkan untuk Siswa, Mulai Rp 20 Ribu

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dilaporkan bakal menyiapkan 25 ribu tiket murah WSBK Mandalika untuk para siswa SMP dan SMA atau SMK NTB.


Inilah 4 Fakta Menarik Konser Pesta Rakyat 30 Tahun Berkarya Dewa 19 di JIS

9 menit lalu

Inilah 4 Fakta Menarik Konser Pesta Rakyat 30 Tahun Berkarya Dewa 19 di JIS

Konser bertajuk Pesta Rakyat 30 Tahun Berkarya Dewa 19 itu disaksikan sekitar 70 ribu penonton serta dihadiri deretan tokoh dan musisi terkenal.


Wacana Penghapusan Jabatan Gubernur DInilai BIsa Membuka Pintu Amandemen UUD 1945

11 menit lalu

Wacana Penghapusan Jabatan Gubernur DInilai BIsa Membuka Pintu Amandemen UUD 1945

Wacana penghapusan jabatan gubernur dinilai bisa membuka pintu Amandemen UUD 1945.


Profil 4 Vokalis Dewa 19: Ari lasso. Once, Ello, Virzha, Mana Favoritmu?

14 menit lalu

Profil 4 Vokalis Dewa 19: Ari lasso. Once, Ello, Virzha, Mana Favoritmu?

Pada konser Dewa 19 lalu menampilkan 4 vokalis yaitu Ari Lasso, Once, Ello, dan Virzha. Mana penyanyi favoritmu?


Jadwal Bola Rabu 8 Februari 2023: Rans di Liga 1, MU di Liga Inggris, Real Madrid di Piala Dunia Antarklub

15 menit lalu

Jadwal Bola Rabu 8 Februari 2023: Rans di Liga 1, MU di Liga Inggris, Real Madrid di Piala Dunia Antarklub

Jadwal bola pada Rabu, 8 Februari 2023, akan menampilkan Liga 1, Liga Inggris, Piala FA, DFB Pokal, Piala Dunia Anatarklub, Piala Prancis.


Jokowi Sebut Ekspor Tambang Ilegal Bikin Penerimaan Negara Berkurang

27 menit lalu

Jokowi Sebut Ekspor Tambang Ilegal Bikin Penerimaan Negara Berkurang

Jika ekspor ilegal maupun tambang ilegal ini masih berjalan, kata Jokowi, maka proses hilirisasi dan industrialisasi dipastikan menjadi terganggu.