Panduan Konsumsi Obat Sirup yang Aman dari BPOM

Reporter

Editor

Devy Ernis

Ilustrasi obat batuk sirup. shutterstock.com

TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyampaikan panduan bagi masyarakat dalam mengonsumsi obat sirup yang aman serta terhindar dari bahan cemaran yang berbahaya untuk kesehatan. Hal itu dapat dilakukan dengan menggunakan obat sesuai dan tidak melebihi aturan pakai.

"Serta membaca dengan seksama peringatan dalam kemasan, menghindari penggunaan sisa obat sirup yang sudah terbuka dan disimpan lama," ujar rilis BPOM yang dikonfirmasi oleh Direktur Utama Registrasi Obat BPOM Siti Asfijah Abdoellah pada Rabu, 19 Oktober 2022.

Selain itu, BPOM juga meminta konsumen melakukan konsultasi kepada dokter, apoteker atau tenaga kesehatan lainnya apabila gejala tidak berkurang setelah tiga hari penggunaan obat bebas dan obat bebas terbatas pada upaya pengobatan sendiri.

Konsumen juga perlu melaporkan secara lengkap obat yang digunakan kepada tenaga kesehatan, serta melaporkan efek samping obat kepada tenaga kesehatan terdekat atau melalui aplikasi layanan BPOM Mobile dan e-MESO Mobile.

BPOM juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan menggunakan produk obat yang terdaftar di BPOM yang diperoleh dari fasilitas pelayanan kefarmasian atau sumber resmi serta selalu ingat Cek KLIK (Cek Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa) sebelum membeli atau menggunakan obat.

Asfijah mengatakan BPOM telah melarang penggunaan Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG) pada seluruh produk obat sirup untuk anak maupun dewasa. "Sesuai dengan peraturan dan persyaratan registrasi produk obat, BPOM telah menetapkan persyaratan bahwa semua produk obat sirup untuk anak maupun dewasa tidak diperbolehkan menggunakan EG dan DEG," katanya.

Ia mengatakan EG dan DEG masih dapat ditemukan sebagai cemaran sebagai zat pelarut tambahan. BPOM telah menetapkan batas maksimal EG dan DEG pada kedua bahan tambahan tersebut sesuai standar internasional.

Kementerian Kesehatan telah menyatakan penyebab terjadinya gagal ginjal akut (Acute Kidney Injury/AKI) belum diketahui dan masih memerlukan investigasi lebih lanjut bersama BPOM, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dan pihak terkait lainnya.

BPOM, kata Asfijah, mendorong tenaga kesehatan dan industri farmasi untuk aktif melaporkan efek samping obat atau kejadian tidak diinginkan pasca penggunaan obat sebagai bagian dari pencegahan kejadian tidak diinginkan yang lebih besar dampaknya.

"BPOM juga melakukan penelusuran berbasis risiko, sampling, dan pengujian sampel secara bertahap terhadap produk obat sirup yang berpotensi mengandung cemaran EG dan DEG," ujarnya.

Ia mengatakan hasil pengujian produk yang mengandung cemaran EG dan DEG tersebut masih memerlukan pengkajian lebih lanjut untuk memastikan pemenuhan ambang batas aman berdasarkan referensi.

Selanjutnya, untuk produk yang melebihi ambang batas aman akan diberikan sanksi administratif berupa peringatan, peringatan keras, penghentian sementara kegiatan pembuatan obat, pembekuan sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB), pencabutan sertifikat CPOB, dan penghentian sementara kegiatan iklan, serta pembekuan Izin Edar dan/atau pencabutan izin edar.

"Industri farmasi juga dapat melakukan upaya lain seperti mengganti formula obat dan atau bahan baku jika diperlukan," katanya.

BPOM sebelumnya telah menyampaikan penjelasan mengenai sirup obat untuk anak yang terkontaminasi DEG dan EG di Gambia, Afrika, pada Rabu, 12 Oktober lalu.

BPOM menegaskan bahwa obat sirup untuk anak yang disebutkan dalam informasi dari WHO, terdiri atas Promethazine Oral Solution, Kofexmalin Baby Cough Syrup, Makoff Baby Cough Syrup, dan Magrip N Cold Syrup, produksi Maiden Pharmaceuticals Limited, India.

Keempat produk yang ditarik di Gambia tersebut tidak terdaftar dan tidak beredar di Indonesia dan hingga saat ini, produk dari produsen Maiden Pharmaceutical Ltd, India, tidak ada yang terdaftar di BPOM.

Baca juga: Kasus Gagal Ginjal 131 Balita, Gambia Juga Bermasalah dengan Obat Asal India

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






Cerita Sarwendah yang Sempat Khawatir Beri Obat Sirop pada Anak

3 hari lalu

Cerita Sarwendah yang Sempat Khawatir Beri Obat Sirop pada Anak

Sarwendah selalu menyimpan obat sirop untuk batuk dan pilek di rumah, sempat khawatir saat marak gagal ginjal akut pada anak.


BPOM Ungkap Alasan Perusahaan Farmasi Jadi Tersangka Kasus Gagal Ginjal Akut

4 hari lalu

BPOM Ungkap Alasan Perusahaan Farmasi Jadi Tersangka Kasus Gagal Ginjal Akut

Togi menyatakan lima perusahaan tersebut menciptakan larutan obat sebanyak 400 hingga 700 kali di atas ambang batas. Jadi penyebab gagal ginjal akut.


Bareskrim Periksa Kepala Laboratorium BPOM di Kasus Gagal Ginjal Akut

4 hari lalu

Bareskrim Periksa Kepala Laboratorium BPOM di Kasus Gagal Ginjal Akut

Pemeriksaan Kepala Lab BPOM di kasus gagal ginjal akut itu dilakukan pada Rabu kemarin.


Bareskrim Akan Periksa Pejabat Pengawasan BPOM soal Kasus Gagal Ginjal Akut

5 hari lalu

Bareskrim Akan Periksa Pejabat Pengawasan BPOM soal Kasus Gagal Ginjal Akut

Bareskrim akan meminta keterangan dari pejabat BPOM terkait bagaimana pengawasan mutu obat-obatan untuk materi penyidikan kasus gagal ginjal akut


Bareskrim Polri Sebut Bakal Ada Tersangka Baru Kasus Gagal Ginjal Akut

7 hari lalu

Bareskrim Polri Sebut Bakal Ada Tersangka Baru Kasus Gagal Ginjal Akut

Brigjen Ahmad Ramadhan, menyebut ada kemungkinan muncul tersangka baru dari kasus gagal ginjal akut pada anak.


Kasus Gagal Ginjal Akut, Bareskrim Pori Panggil Kepala BPOM

7 hari lalu

Kasus Gagal Ginjal Akut, Bareskrim Pori Panggil Kepala BPOM

Bareskrim memanggil Kepala BPOM Penny Lukito untuk diambil keterangan sebagai saksi dalam kasus gagal ginjal akut.


Anggota DPR Minta Bareskrim Tak Tebang Pilih Usut Kasus Gagal Ginjal Akut

8 hari lalu

Anggota DPR Minta Bareskrim Tak Tebang Pilih Usut Kasus Gagal Ginjal Akut

Arsul mengimbau Bareskrim untuk menindak seluruh pihak, termasuk pejabat pemerintahan yang terbukti melakukan kelalaian di kasus gagal ginjal akut.


Kasus Gagal Ginjal Akut, Kejagung Baru Terima 3 SPDP dari 4 Tersangka

8 hari lalu

Kasus Gagal Ginjal Akut, Kejagung Baru Terima 3 SPDP dari 4 Tersangka

Kejagung baru menerima 3 SPDP dari 4 tersangka kasus gagal ginjal akut. Satu SPDP dari Bareskrim Polri belum diterima.


Bareskrim Temukan 42 Drum Oplosan Propilen Glikol di CV Samudera Chemical

9 hari lalu

Bareskrim Temukan 42 Drum Oplosan Propilen Glikol di CV Samudera Chemical

Penemuan barang bukti oplosan itu menjadi dasar bagi Bareskrim menetapkan tersangka dalam kasus obat sirop diduga tercemar zat kimia berbahaya.


Bareskrim Polri Buru Pemilik CV Samudra Chemical, Pemasok Bahan Obat Sirup Gagal Ginjal Akut pada Anak

9 hari lalu

Bareskrim Polri Buru Pemilik CV Samudra Chemical, Pemasok Bahan Obat Sirup Gagal Ginjal Akut pada Anak

Pemilik CV Samudra Chemical kabur sejak sepekan lalu. Polisi masih terus memburunya.